KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan olahraga bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang Kajen Half Marathon dan Family Walk 2026 juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi, mempromosikan Kajen, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah.
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pekalongan Sukirman saat menghadiri Kajen Half Marathon dan Family Walk di Alun-Alun Kajen, Minggu (23/8/2026).
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkembangkan komunitas pelari di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
“Yang pertama memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404, sekaligus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkembangkan para runner yang ada di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, serta mempromosikan Kajen,” kata Sukirman.
Ia menilai Kajen memiliki potensi untuk menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala lebih besar.
“Bahwa Kajen ini juga layak untuk menjadi tempat-tempat event, baik itu event regional maupun event nasional nantinya,” ujarnya.

Tak hanya olahraga, Sukirman juga melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran UMKM dipadukan dengan rangkaian kegiatan olahraga agar perputaran ekonomi ikut tumbuh.
“Biar ekonomi tumbuh, UMKM juga tumbuh karena kita padukan dengan UMKM,” katanya.
Dalam Kajen Half Marathon 2026, peserta mengikuti sejumlah nomor lari, yakni 21 kilometer, 10 kilometer dan 5 kilometer. Sukirman sendiri menyatakan akan ikut ambil bagian dalam nomor 5 kilometer.
“Nanti ikut lari saya 5 kilometer. 5 kilo! 5 kilogram…” ujarnya sambil tertawa, sebelum mengoreksi, “5 kilometer.”
Sukirman juga secara terbuka mengakui bahwa prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan masih perlu digenjot. Ia menyebut capaian olahraga daerah tersebut masih tertinggal dibandingkan daerah lain di tingkat regional Jawa Tengah.
“Harus diakui olahraga di kita ini di Kabupaten Pekalongan agak tertinggal dalam hal prestasi di tingkat regional Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Meski demikian, menurutnya sudah tumbuh atlet-atlet asal Kabupaten Pekalongan yang ikut menjadi bagian dari kekuatan olahraga di tingkat provinsi.
“Meskipun tumbuh atlet-atlet yang menjadi supporting system di dalam provinsi, tetapi memang ini harus ditumbuhkembangkan,” ujar Sukirman.
Karena itu, rangkaian kegiatan olahraga yang digelar Pemkab Pekalongan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga sekaligus mencari dan mengembangkan bibit atlet daerah.
Di sisi lain, Sukirman menyebut sejumlah indikator ekonomi Kabupaten Pekalongan menunjukkan perkembangan positif. Ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi membaik, tingkat pengangguran terbuka menurun, dan angka kemiskinan juga turun.
Namun, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni infrastruktur.
“Capaian ekonominya bagus, pertumbuhan ekonominya bagus, tingkat pengangguran terbukanya juga turun, kemudian tingkat kemiskinannya juga turun. Yang titik tekannya memang hari ini problem kita adalah infrastruktur,” kata Sukirman.
Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan.
“Kita akan terus meningkatkan pendapatan asli daerah agar kemudian mampu menjadi support dalam pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Hj. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menjelaskan Family Walk dirancang dengan konsep yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
Menurut Galuh, PKK tidak semestinya dipahami hanya sebagai kegiatan ibu-ibu. Keluarga secara keseluruhan memiliki peran dalam membangun kebersamaan.
“Kalau Family Walk sendiri memang ini konsepnya family, karena harapannya PKK itu tidak hanya urusan ibu-ibu. PKK itu kan sebenarnya keluarga,” kata Galuh.
Karena itu, kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan bapak, ibu dan anak.
“Makanya ini kami merangkul supaya keluarga juga ada peran bapak, ada peran anak di dalam keluarga. Jadi kita mengadakan jalan santai bersama keluarga,” ujarnya.
Rangkaian Family Walk juga diikuti kegiatan zumba. Sukirman menyebut kegiatan tersebut melibatkan masyarakat secara luas sekaligus menjadi ruang untuk membangun persatuan, persaudaraan dan solidaritas.
“Yang pertama untuk kepengen sehat, yang kedua untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-404, plus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melibatkan seluruh masyarakat,” kata Sukirman.
“Lalu yang selanjutnya adalah menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan, persaudaraan, solidaritas untuk membangun bersama Kabupaten Pekalongan,” lanjutnya.
Sukirman menyebut semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kebersamaan masyarakat setelah melewati situasi yang disebutnya abnormal.
“Di tengah kemarin situasi yang abnormal begitu, kita mencoba membangkitkan lagi semangat kegotongroyongan, semangat kebersamaan, semangat untuk memperbaiki Kajen, Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. (Gus)