[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Ketua DPRD Pekalongan: Banjir Didominasi Faktor Alam, Solusi Hulu–Hilir Belum Tuntas

Ketua DPRD Pekalongan: Banjir Didominasi Faktor Alam, Solusi Hulu–Hilir Belum Tuntas

Ketua DPRD Pekalongan: Banjir Didominasi Faktor Alam, Solusi Hulu–Hilir Belum Tuntas

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, meninjau langsung kondisi permukiman warga yang terdampak banjir, Rabu (21/1/2026), guna memastikan penanganan darurat dan kebutuhan masyarakat berjalan optimal.

KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menilai bencana banjir yang kerap terjadi di wilayahnya lebih banyak dipicu faktor alam, khususnya cuaca dan curah hujan ekstrem. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama dalam pengelolaan wilayah dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan Munir saat wawancara dengan reporter Rasika FM Pekalongan, Rabu (21/1/2026), di kantor DPRD Kabupaten Pekalongan.

Menurut Munir, DPRD mengapresiasi kerja lintas sektor dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat. Ia menilai respons di lapangan berjalan cukup solid dalam menghadapi situasi darurat.

“Banjir ini lebih banyak karena faktor alam, hujan yang ekstrem. Tapi memang ada persoalan-persoalan yang harus diselesaikan dari hulu sampai hilir, dan itu belum sepenuhnya kita tuntaskan,” kata Munir.

Munir menekankan pentingnya penanganan di wilayah hulu, khususnya di kawasan Petungkriyono. Menurutnya, salah satu prioritas DPRD adalah mendorong rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman pohon keras di area yang mengalami pengundulan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penegakan tata ruang agar tidak terjadi pembangunan di kawasan resapan, sempadan sungai, maupun lahan hijau.

“Kita harus jaga peruntukan lahan. Saluran air, tanggul, pintu air, sampai mesin pompa harus dipastikan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Terkait banjir yang kerap melanda Kecamatan Siwalan, Munir menyebut persoalan teknis masih menjadi kendala utama. Salah satunya adalah proyek pembangunan pompa banjir yang belum terealisasi akibat gagal lelang pada tahun sebelumnya.

“Pompa itu seharusnya sudah dibangun tahun kemarin, tapi gagal lelang. Sekarang kita anggarkan ulang di 2026. Harapannya, pompa di Sungai Siwalan bisa mengatasi banjir di Siwalan, Kali Silemper, dan Seragi Lama,” jelasnya.

Munir juga mengungkapkan adanya persoalan banjir yang berada di luar kewenangan langsung Pemkab Pekalongan, seperti jebolnya tanggul di Sungai Desa Rembun sepanjang sekitar 33 meter, yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Meski demikian, DPRD bersama BPBD, Polri, dan masyarakat tetap melakukan penanganan darurat agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Provinsi belum bergerak, tapi karena dampaknya ke masyarakat, kita turun dulu. Kita buat tanggul sementara dengan kemampuan yang ada,” katanya.

Evakuasi dan Logistik Dinilai Terkendali
Dalam situasi darurat, DPRD juga mendorong percepatan evakuasi warga terdampak banjir, terutama di wilayah yang rawan dan membahayakan keselamatan.

Munir menilai distribusi logistik relatif terkendali, dengan adanya dapur umum yang dikelola pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga partai politik.

“Sampai hari ini tidak ada laporan kekurangan makanan. Dapur umum berjalan, kebutuhan dasar masyarakat bisa dipenuhi,” ujarnya.

Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama DPRD. Munir meminta Dinas Pendidikan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun banyak sekolah terdampak banjir.

Ia mengingatkan risiko ketertinggalan kurikulum, terutama bagi siswa yang berada di akhir tahun ajaran.

“Saya minta Kadisdik turun langsung memantau. Kalau sekolah tidak bisa dipakai, anak-anak tetap harus belajar dari rumah. Jangan sampai mereka tertinggal materi untuk kenaikan kelas,” tegas Munir.

DPRD, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan penanganan banjir dan mendorong solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan. (Gus)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
WhatsApp Image 2026-10-13 at 15.26
40 Ribu Kendaraan Nunggak Pajak Berdalih Jalan Rusak, Samsat Kajen Obral Diskon demi Target Rp82,5 Miliar
WhatsApp Image 2026-10-13 at 11.16
TMMD Sengkuyung IV 2026 di Jrebengkembang, Rp300 Juta untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 822,8 Meter

TERKINI

KONI
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan Bidik 5 Emas, KONI Keluhkan Anggaran Minim
KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik minimal lima medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Namun, target tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ketua...
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Kajen, Kamis (15/10/2026). Ketua...
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
KAJEN – Ketua LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, melancarkan gerakan moral untuk mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan pengrusakan mobil dinas Bupati Pekalongan. Ia bahkan...
WhatsApp Image 2026-10-13 at 15.26
40 Ribu Kendaraan Nunggak Pajak Berdalih Jalan Rusak, Samsat Kajen Obral Diskon demi Target Rp82,5 Miliar
​KAJEN – Tingginya angka penunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Pekalongan memaksa Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) / Samsat Kajen putar otak. Berdasarkan data terakhir, tercatat...
WhatsApp Image 2026-10-13 at 11.16
TMMD Sengkuyung IV 2026 di Jrebengkembang, Rp300 Juta untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 822,8 Meter
KARANGDADAP – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mulai dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026)....
Muat Lebih

POPULER

KONI
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan Bidik 5 Emas, KONI Keluhkan Anggaran Minim
WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026