Advertise

KABAR RASIKA

Tak Perlu Bayar 40 Juta, Deva Bersyukur Gunakan JKN untuk Persalinan Istri

Tak Perlu Bayar 40 Juta, Deva Bersyukur Gunakan JKN untuk Persalinan Istri

Tak Perlu Bayar 40 Juta, Deva Bersyukur Gunakan JKN untuk Persalinan Istri

Dok. Istimewa

Bagi Muhamad Muhamad Sofi Syahdeva (34), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar program pemerintah, tetapi penopang utama kesehatan keluarganya. Warga Pekalongan yang kini bekerja di Hotel Aston Pekalongan ini mengaku sudah merasakan manfaat besar dari JKN sejak pertama kali terdaftar pada tahun 2015, Selasa (22/7)

“Saya pertama kali jadi peserta BPJS Kesehatan waktu masih kerja di perusahaan lama tahun 2015. Didaftarkan otomatis oleh Perusahaan. Waktu pandemi COVID-19 tahun 2020 saya sempat kehilangan pekerjaan, dan langsung berinisiatif daftar sebagai peserta mandiri. Karena saya sudah tahu pentingnya memiliki JKN,” ujar Deva sapaan akrabnya.

Deva merasa sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN, karena sang istri dapat menjalani operasi caesar saat melahirkan anak pertama pada tahun 2017. Ia pun kembali merasakan manfaat yang sama ketika sang istri harus menjalani prosedur serupa untuk kelahiran anak kedua pada tahun 2021.

“Kalau saya hitung, satu kali persalinan caesar di rumah sakit jika menjadi peserta umum bisa habis sekitar 20 juta rupiah. Kalau dua kali, ya sekitar 40 juta rupiah. Tapi dengan BPJS Kesehatan, semua gratis. Tidak keluar uang sama sekali. Saya merasa iuran saya tiap bulan selama ini benar-benar kembali dalam bentuk perlindungan nyata,” kata Deva penuh syukur.

Tak hanya soal biaya persalinan, Deva juga mengandalkan JKN selama masa kehamilan istrinya. Ia menyebut seluruh proses pemeriksaan rutin di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pemberian obat-obatan semuanya ditanggung tanpa biaya tambahan.

“Dari awal periksa kehamilan sampai lahiran, semuanya ditanggung. Tidak ada biaya tambahan. Bahkan obat pun dapat dari faskes tanpa harus beli di luar,” tuturnya.

Ketika anak pertama mereka lahir, tantangan kembali datang. Bayinya didiagnosis mengalami penyakit kuning dan harus dirawat intensif di ruang isolasi khusus bayi. Namun Deva dan istri bisa fokus pada pemulihan sang anak tanpa terbebani urusan biaya.

“Anak saya masuk ruang isolasi bayi selama beberapa hari. Semua proses dari masuk rumah sakit, rawat inap, hingga pulang ditanggung BPJS Kesehatan. Rasanya tenang sekali,” katanya mengenang masa itu.

Deva mengakui bahwa pada awalnya ia sempat terpengaruh oleh opini negatif yang beredar tentang layanan BPJS Kesehatan. Namun setelah mengalami langsung, ia mengubah pandangannya.

“Dulu saya sempat meragukan, katanya kalau pakai BPJS pelayanannya kurang maksimal. Tapi setelah mengalami sendiri, ternyata pelayanan sangat baik, respons cepat, dan tidak dibeda-bedakan. Sekarang saya malah lebih percaya diri kalau berobat pakai BPJS,” ungkapnya.

Tidak hanya pengalaman persalinan, Deva juga bercerita bahwa anak-anaknya sempat beberapa kali dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru dan demam berdarah. Semua proses pengobatan dan perawatan dijalani tanpa biaya tambahan.

“Pernah anak pertama dan kedua saya sakit bersamaan, demam berdarah. Saya bersyukur semua ditanggung. Pelayanan di rumah sakit juga ramah dan profesional,” ucapnya.

Bagi Deva, membayar iuran BPJS setiap bulan adalah bentuk kontribusi sosial. Ia bahkan menganalogikan Program JKN seperti arisan kesehatan.

“Kita bayar iuran, tapi tidak berharap sakit. Kalau sehat, itu rezeki. Tapi kalau sakit, sudah ada perlindungan. Dan kalau kita tidak pakai, iuran kita bisa membantu orang lain yang butuh. Itu bentuk gotong royong,” jelasnya.

Kini, Deva menjadi pendukung aktif Program JKN. Ia rutin membagikan pengalamannya kepada rekan kerja dan keluarga. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya menjadi peserta JKN sebelum kebutuhan mendesak datang.

“Kalau ada yang bertanya, saya selalu jawab bahwa manfaat yang saya terima dari BPJS Kesehatan jauh lebih besar dibandingkan dengan iuran yang saya bayarkan. Kesehatan keluarga saya terjaga tanpa perlu khawatir soal biaya. Saya benar-benar merasa puas dan terbantu,” pungkasnya. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2025-11-30 at 20.53
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Kesesi
WhatsApp Image 2025-11-29 at 07.11
Jebakan Benang Jahit Bikin Residivis Terkapar: Aksi Curanmor di Ketitang Kidul Buyar Seketika
WhatsApp Image 2025-11-28 at 21.46
DPRD Pekalongan Sahkan Propemperda & APBD 2026: 10 Regulasi Baru, Defisit Rp100,8 Miliar, dan Catatan Kritis Fraksi
WhatsApp Image 2025-11-28 at 14.26
Kantor Imigrasi Pemalang Turut Berpartisipasi Dalam Pekan Batik Nusantara 2025

TERKINI

WhatsApp Image 2025-11-30 at 20.53
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Kesesi
KAJEN – Suasana tenang di persawahan Desa Kesesi mendadak pecah oleh teriakan warga. Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terlentang di saluran irigasi, Minggu (30/11/2025) siang....
WhatsApp Image 2025-11-29 at 07.11
Jebakan Benang Jahit Bikin Residivis Terkapar: Aksi Curanmor di Ketitang Kidul Buyar Seketika
KAJEN – Aksi pencurian dengan pemberatan kembali mengetuk pintu Kabupaten Pekalongan, namun kali ini bukan pelaku yang unggul—melainkan kecerdikan korban. Seorang residivis curanmor berinisial T (57),...
WhatsApp Image 2025-11-28 at 21.46
DPRD Pekalongan Sahkan Propemperda & APBD 2026: 10 Regulasi Baru, Defisit Rp100,8 Miliar, dan Catatan Kritis Fraksi
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan resmi mengetuk palu penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Anggaran 2026 serta menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2026 dalam...
WhatsApp Image 2025-11-28 at 20.56
Midnight Scandal : Suami Gerebek Istri Bersama Polisi
KAJEN – Sebuah drama rumah tangga bercampur aroma skandal institusi kembali meledak di jagat maya. Video berdurasi 2 menit 59 detik yang menampilkan seorang suami menggerebek istrinya bersama oknum polisi...
WhatsApp Image 2025-11-28 at 14.26
Kantor Imigrasi Pemalang Turut Berpartisipasi Dalam Pekan Batik Nusantara 2025
Pekalongan — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang turut ambil bagian dalam Pembukaan Pekan Batik Nasional 2025 yang digelar di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, pada Kamis (27/11/2025). Agenda tahunan ini...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2025-11-28 at 14.26
Kantor Imigrasi Pemalang Turut Berpartisipasi Dalam Pekan Batik Nusantara 2025
WhatsApp Image 2025-09-11 at 08.30
Panik di Pekalongan! Lebih Dari Rp 36 Miliar Ludes Ditarik Nasabah BPR-BKK
IMG-20250602-WA0015
Safujiyanto Terpilih Jadi Ketua Asosiasi BUMDes Kabupaten Pekalongan