Advertise

KABAR RASIKA

Sobirin Beri Nilai 100 dari 100 untuk BPJS Kesehatan Pekalongan

Sobirin Beri Nilai 100 dari 100 untuk BPJS Kesehatan Pekalongan

Sobirin Beri Nilai 100 dari 100 untuk BPJS Kesehatan Pekalongan

Dok. istimewa

Kepanikan bukan hanya datang saat sakit, tetapi juga bisa muncul ketika urusan administrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang dialami Sobirin (60), warga Kabupaten Pemalang, ketika anaknya, Nur Aidah (34), tanpa sengaja mentransfer kelebihan nominal saat membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk seluruh anggota keluarganya.

Tanpa menunda waktu, Sobirin segera mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan untuk mencari kejelasan terkait kelebihan pembayaran tersebut. Ia datang dengan perasaan campur aduk, khawatir, bingung, dan tak tahu harus mulai dari mana, Rabu (23/7).

“Waktu itu anak saya tidak sengaja salah mentransfer sejumlah uang untuk membayar iuran BPJS Kesehatan kami sekeluarga. Jumlahnya lumayan besar, dan karena dikirim dari rekening pribadi anak saya, kami khawatir tidak bisa ditarik kembali,” cerita Sobirin.

Namun, kekhawatirannya perlahan sirna sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan. Mulai dari petugas keamanan yang menyambut dengan ramah, hingga pelayanan frontliner yang cepat dan penuh empati, semuanya memberikan pengalaman yang melegakan.

“Kami disambut dengan ramah sejak dari pintu masuk. Security-nya sopan, membantu kami mengarahkan antrean. Saat sampai di meja pelayanan, frontliner-nya langsung tanggap dan membantu proses pengurusan dokumen dengan sangat sabar,” jelasnya.

Sobirin mengaku tak butuh waktu lama untuk memahami proses pengajuan pengembalian dana. Ia hanya perlu mengisi beberapa formulir dan menandatangani dokumen di atas materai.

“Untungnya ada toko materai dekat kantor, jadi kami langsung bisa lengkapi syarat-syaratnya. Istri saya segera membeli materai, dan kami bisa langsung tempel serta serahkan dokumen yang dibutuhkan tanpa harus menunda prosesnya,” tambahnya.

Yang membuatnya makin terkesan, frontliner menyampaikan bahwa proses pengembalian dana akan diproses dalam waktu maksimal 15 hari kerja. Penjelasan yang jelas dan solusi yang cepat ini membuat Sobirin merasa tenang dan yakin bahwa permasalahannya ditangani secara profesional.

 “Cepat sekali. Saya pikir akan lama dan rumit, ternyata sangat efisien,” ungkapnya lega.

Lebih dari sekadar cepat, pelayanan yang diberikan juga penuh dengan perhatian. Menurut Sobirin, staf BPJS Kesehatan tidak menunjukkan perbedaan perlakuan, bahkan tetap melayani dengan senyum dan ketenangan meskipun suasana kantor cukup ramai.

“Mereka tetap sabar, komunikatif, dan tidak tergesa-gesa meskipun antrean panjang. Ini yang membuat saya sebagai peserta merasa dihargai dan tidak bingung,” ucapnya.

Selama menunggu proses administrasi, Sobirin juga memperhatikan suasana kantor. Ia memuji kebersihan, kenyamanan, dan keteraturan ruang pelayanan di BPJS Kesehatan Pekalongan. Menurutnya, hal ini menjadi nilai tambah yang jarang ia temui di tempat layanan publik lainnya.

“Ruang tunggunya bersih dan wangi. Tidak ada antrian yang berantakan. Bahkan peserta yang menunggu pun bisa duduk dengan nyaman. Ini menenangkan, terutama bagi orang tua seperti saya,” tuturnya.

Pengalaman ini memberikan pelajaran penting bagi Sobirin dan keluarganya tentang pentingnya pemahaman dan kepercayaan terhadap layanan publik. Ia mengakui bahwa sebelum datang, ia sempat meragukan apakah uang kelebihan bayar itu bisa dikembalikan.

“Tapi setelah melihat langsung sendiri, saya yakin bahwa BPJS Kesehatan adalah lembaga yang profesional. Kami dilayani dengan baik dan diberi solusi yang cepat,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Sobirin tak ragu memberikan nilai sempurna untuk pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan. Ia merasa seluruh proses yang ia alami berjalan cepat, ramah, dan sangat membantu, sehingga layak mendapat nilai 100 dari 100.

“Kalau boleh kasih nilai, saya beri 100 dari 100. Karena pelayanan dan bantuannya luar biasa,” tegasnya dengan penuh semangat.

Sobirin menyampaikan harapannya agar BPJS Kesehatan terus mempertahankan pelayanan prima dan sikap ramah kepada peserta. Ia percaya, pelayanan publik yang humanis seperti ini akan menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat peran JKN sebagai pelindung kesehatan masyarakat.

“Semoga semua kantor BPJS Kesehatan di Indonesia bisa seperti ini. Ramah, cepat, dan menyenangkan. Terima kasih BPJS Kesehatan Pekalongan, kalian luar biasa,” tutupnya penuh rasa syukur. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-17 at 08.59
Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Rumah Warga di Sragi Roboh
IMG-20260216-WA0005
Teror Penembakan Kedungwuni: Polisi Periksa 9 Saksi dan CCTV Lacak Jejak Pelaku
WhatsApp Image 2026-02-15 at 18.10
Teror Malam di Kedungwuni: Polisi Telusuri Jejak Pelaku Bermotor
IMG-20260215-WA0018
Teror Senyap di Pekalongan: Peluru Misterius Bersarang di Rumah Boim

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-17 at 08.59
Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Rumah Warga di Sragi Roboh
SRAGI – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan memicu insiden memilukan. Dua unit rumah milik warga di Dukuh Babadan Utara, Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi, roboh...
IMG-20260216-WA0005
Teror Penembakan Kedungwuni: Polisi Periksa 9 Saksi dan CCTV Lacak Jejak Pelaku
KEDENGWUNI – Penanganan kasus dugaan teror penembakan di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terus bergulir. Kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara serius,...
WhatsApp Image 2026-02-15 at 18.10
Teror Malam di Kedungwuni: Polisi Telusuri Jejak Pelaku Bermotor
KAJEN – Suasana malam di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mendadak mencekam. Satu tembakan misterius dilepaskan orang tak dikenal ke arah rumah Ahmad Muzakhim alias...
IMG-20260215-WA0018
Teror Senyap di Pekalongan: Peluru Misterius Bersarang di Rumah Boim
KAJEN – Teror senjata api mengguncang wilayah Kabupaten Pekalongan. Rumah milik Ahmad Muzakhim alias Mas Boim yang berada di wilayah Sidodadi Indah Kedungwuni ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada...
IMG-20260215-WA0017
PWI Kab Pekalongan Raih Penghargaan Jateng, Diapresiasi atas Sukses OKK
TEGAL – PWI Kabupaten Pekalongan kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Organisasi wartawan ini meraih penghargaan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 PWI tingkat Jawa Tengah...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2024-01-25 at 16.14
Pasar Desa Mrican Berdiri Tanpa Koordinasi, Kades Mrican Buka Suara
MA 1
TPA Bojonglarang Hampir Penuh, Pemkab Siapkan Opsi “Bakar Sampah Jadi Listrik”
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka