Advertise

KABAR RASIKA

Sinergi di Balik Cangkir Kopi: Imigrasi Pemalang dan Media Perkuat Kontrol WNA

Sinergi di Balik Cangkir Kopi: Imigrasi Pemalang dan Media Perkuat Kontrol WNA

Sinergi di Balik Cangkir Kopi: Imigrasi Pemalang dan Media Perkuat Kontrol WNA

Suasana hangat kegiatan ‘Ngopi Bareng Humas’ di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Rabu (29/10/2025), yang dihadiri Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah Haryono Agus Setiawan (kiri). Momen ini memperkuat kolaborasi antara Imigrasi dan media di Pekalongan Raya (dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

PEMALANG — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Humas” bersama insan media dari wilayah Pekalongan Raya pada Rabu (29/10/2025). Acara yang berlangsung di kantor setempat ini menjadi wadah komunikasi dan sinergi antara jajaran keimigrasian dan media massa, terutama dalam memperkuat fungsi kontrol terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara Imigrasi dan media dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah dari potensi pelanggaran keimigrasian.

“Sampai dengan Oktober 2025, tercatat ada 1.708 tenaga kerja asing (TKA) yang berada di wilayah kerja kami, mencakup Kabupaten Tegal, Pemalang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Batang. Angka tersebut termasuk anak-anak berkewarganegaraan ganda terbatas, yakni mereka yang salah satu orang tuanya WNI,” ujar Haryono kepada wartawan usai acara.

Ia menambahkan, dari hasil pengawasan yang dilakukan selama periode Januari hingga Oktober 2025, terdapat 8 warga negara asing yang telah dideportasi karena melanggar aturan keimigrasian.

“Delapan orang WNA itu kami deportasi karena menyalahi ketentuan izin tinggal dan aturan lainnya. Pengawasan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup, serta melalui operasi gabungan bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang juga melibatkan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Menurut Haryono, keterlibatan media menjadi penting sebagai bagian dari sistem pengawasan publik. Media berperan membantu menyampaikan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keberadaan orang asing di lingkungan mereka.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Arief Yudistira, dalam sambutannya, menuturkan bahwa “Ngopi Bareng Humas” bukan sekadar forum santai, melainkan langkah nyata membangun hubungan yang harmonis antara instansi pemerintah dan media.

“Kami ingin agar media memahami tugas dan fungsi keimigrasian, termasuk aspek pengawasan terhadap WNA. Dengan begitu, informasi yang disampaikan ke publik bisa lebih berimbang dan edukatif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta keselarasan antara pelaksanaan tugas keimigrasian dengan fungsi kontrol sosial media massa. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara di bidang keimigrasian, sekaligus memastikan keberadaan WNA di wilayah Jawa Tengah tetap dalam koridor hukum yang berlaku. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka