Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan bagi pasien, RS Siti Khodijah Pekalongan menghadirkan inovasi dengan merelokasi sejumlah layanan poliklinik ke lantai atas atau rooftop. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka kunjungan pasien dan untuk mengatasi kepadatan ruang tunggu di lantai dasar.
Manajer Pelayanan RS Siti Khodijah, Nidaul Hasanah, menjelaskan bahwa pemindahan beberapa poli ke rooftop merupakan hasil dari evaluasi internal. Langkah ini diambil karena jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat setiap harinya.
“Setiap harinya jumlah pasien terus bertambah. Untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik, kami memindahkan beberapa layanan poli ke lantai rooftop yang lebih luas dan representatif,” ujar Nida saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/3).
Layanan yang dipindahkan ke rooftop sejak 10 Februari 2025 meliputi Poli Mata, Poli THT, Poli Anak, Poli Ortopedi, serta Terapi Wicara. Area rooftop ini dirancang khusus untuk menampung hingga 300 orang dengan ruang tunggu yang lebih luas, sirkulasi udara yang baik, serta suasana yang lebih nyaman bagi pasien maupun pengantar.
Menurut Nida, pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen RS Siti Khodijah untuk terus tumbuh sebagai rumah sakit pilihan masyarakat, dengan pelayanan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan.
“Kami tidak membedakan pelayanan antara pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan. Semua pasien kami layani dengan sepenuh hati, karena prinsip kami adalah Melayani Karena Allah. Ini adalah semangat utama yang kami bawa dalam setiap inovasi,” tegasnya.
Tak hanya ruangannya yang lega, poli rooftop juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti playground untuk anak-anak dan sky cafe yang bisa digunakan keluarga pasien untuk bersantai. Kehadiran fasilitas ini memberikan nilai tambah bagi pasien, khususnya anak-anak yang biasanya mudah merasa bosan saat menunggu.
Kehadiran poli rooftop ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam merespons lonjakan jumlah pasien, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan rumah sakit berbasis kenyamanan dan efisiensi. Dengan kapasitas ruang yang memadai dan desain ruang tunggu yang ramah anak, rumah sakit ini berhasil menciptakan suasana yang mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh.
Tri Haryanto (39), warga Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, adalah salah satu pasien JKN yang merasakan langsung manfaat dari poli rooftop ini. Ia rutin mengantar anaknya untuk terapi kesehatan di RS Siti Khodijah.
“Saya bersyukur, sekarang pelayanannya jauh lebih nyaman. Dulu di ruang tunggu bawah sering penuh dan anak saya jadi rewel karena tidak betah. Tapi di ruangan baru ini lebih luas, ada tempat bermain anak, jadi mereka tidak bosan. Tempat duduknya juga banyak, jadi saya bisa beristirahat dengan nyaman sambil menunggu giliran,” ujarnya.
Tri juga mengapresiasi kesiapan dan keramahan petugas rumah sakit yang selalu sigap membantu pasien. Menurutnya, sejak tiba di rumah sakit, ia langsung diarahkan ke lokasi poli rooftop tanpa kebingungan. Ia merasa terbantu karena antrean berjalan lebih tertib dan pelayanan terasa lebih cepat serta efisien.
“Petugasnya sangat membantu. Begitu sampai, kami langsung diarahkan ke atas. Antriannya juga lebih tertata dan cepat. Semoga ke depannya semua rumah sakit bisa seperti ini, nyaman dan ramah bagi semua pasien, termasuk peserta JKN,” tambahnya dengan nada puas.
Tri berharap inovasi layanan poli rooftop yang dihadirkan RS Siti Khodijah tidak hanya berhenti sampai di sini. Ia menilai langkah ini sangat bermanfaat bagi pasien, terutama bagi anak-anak dan pengantar yang membutuhkan ruang tunggu yang nyaman. Menurutnya, rumah sakit lain juga bisa meniru pendekatan serupa agar pelayanan kesehatan semakin ramah dan manusiawi.
“Saya rasa ini terobosan bagus. Semoga layanan seperti ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan. Kalau semua rumah sakit bisa seperti ini, pasti pasien dan keluarga akan merasa lebih dihargai,” harapnya. (ns)