Advertise

KABAR RASIKA

PCNU Kabupaten Pekalongan Tegas Tolak Lima Hari Sekolah

PCNU Kabupaten Pekalongan Tegas Tolak Lima Hari Sekolah

PCNU Kabupaten Pekalongan Tegas Tolak Lima Hari Sekolah

Tangkapan layar dari video pernyataan sikap penolakan PCNU Kab. Pekalongan terhadap pelaksanaan lima hari sekolah di Kabupaten Pekalongan (dok. Istimewa)

PEKALONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pemberlakuan lima hari sekolah untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori, dalam sebuah video yang diterima rasikapekalongan.com, Kamis pagi (17/7/2025).

KH. Muslikh menegaskan, sikap penolakan ini merupakan hasil dari dua forum resmi, yakni :

1. Rapat virtual melalui Zoom Meeting bersama PWNU Jawa Tengah, Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PWRMI) Jawa Tengah, PCNU se-Jawa Tengah, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PCLP) Ma’arif NU se-Jawa Tengah, dan PCRMI se-Jawa Tengah pada 2 Juli 2025.

2. Rapat Pleno Harian Tanfidziyah dan Harian Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan bersama PCLP Ma’arif NU dan PCRMI Kabupaten Pekalongan pada 12 Juli 2025.

Dalam pernyataannya, PCNU menilai bahwa penerapan sistem lima hari sekolah akan berdampak serius pada kelangsungan lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang telah mengakar di tengah masyarakat.

“Apabila pelaksanaan lima hari sekolah untuk SD, MI dan SMP atau MTs berlangsung, maka akan mematikan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan Islam seperti pendidikan Al-Qur’an dan Madrasah Diniyah,” tegas KH. Muslikh.

PCNU Kabupaten Pekalongan secara khusus memohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan agar meninjau ulang kebijakan tersebut. Pihaknya berharap para pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan memprioritaskan kemaslahatan umat.

“Demikian sikap dan pernyataan yang kami sampaikan dengan harapan semua pemangku kebijakan dapat memutuskan dan bertindak sesuai dengan aspirasi, harapan, dan kemaslahatan umat,” tutup KH. Muslikh dalam pernyataan resmi yang bertanggal 16 Juli 2025. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka
Tipiwan
Don't Miss It..!! "Festival Pilihan Nikmat" di Alun-Alun Kajen
WhatsApp Image 2025-06-13 at 11.35
Kades Kesesi Tersandung Korupsi, Ruben : Jadi Pembelajaran bagi Seluruh Kades