Advertise

KABAR RASIKA

Kantor Gubernur Jawa Tengah Dipenuhi Karangan Bunga Ucapan Terima Kasih

Kantor Gubernur Jawa Tengah Dipenuhi Karangan Bunga Ucapan Terima Kasih

Kantor Gubernur Jawa Tengah Dipenuhi Karangan Bunga Ucapan Terima Kasih

Semarang – Karangan bunga kiriman dari warga dan organisasi perangkat daerah memenuhi bagian depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (05/09)

Dikutip dari Antara, Karangan-karangan bunga yang ditata berjajar di sepanjang Jalan Pahlawan hingga Lapangan Pancasila di Kawasan Simpang Lima tersebut dicantumi tulisan-tulisan ucapan terima kasih atau kalimat perpisahan yang ditujukan kepada Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen pada akhir masa jabatan mereka sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.

Di antara karangan-karangan bunga tersebut ada yang dicantumi tulisan “Rambut Putihmu Mengalihkan Duniaku”, “Tanpamu Aku Kudu Piye Pak?”, “Guyonmu Akan Selalu Ku Rindu, Gagasanmu Akan Selalu Dituju”, “Selamat Jalan Gubernur Kesayangan”, dan “Ikan Hiu Ikan Air Tawar, We Love You Pak Ganjar”.

Ada pula karangan bunga yang memuat tulisan “Kalau Kata Noah, Kita Semua Nggak Akan Bisa Menghapus Jejakmu Pak”, “Satu Titik Dua Koma, Kinerja Pak Ganjar Ciamik Jateng Punya”, serta “Sukses Jadi Presiden Pak Ganjar, Kami Mendukungmu”.

Seorang warga yang datang untuk melihat karangan bunga yang berjajar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah menyebut kiriman karangan bunga itu sebagai wujud ungkapan terima kasih warga kepada Ganjar Pranowo, yang telah menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

“Ini cara warga Jateng mengungkapkan rasa cintanya kepada Pak Ganjar, karena kami sebagai warga Jawa Tengah merasakan betul bagaimana Beliau berhasil memimpin Jateng dua periode sehingga Jateng menjadi daerah maju,” kata Caca.

Tag :

BACA JUGA :

istritni
Tangkal Hoaks! BPJS Kesehatan Sosialisasikan JKN kepada Istri Purnawirawan TNI di Pemalang
pegawaibpjsss
Pegawai BPJS Kesehatan Ini Rasakan Sendiri Manfaat JKN Saat Anaknya Sakit
monitoringgggggg
Monitoring dan Evaluasi Rutin BPJS Kesehatan Pekalongan Perkuat Peran Kader JKN
mppkabpkl
BPJS Kesehatan Kenalkan Mobile JKN dan WhatsApp Pandawa ke ASN Pemkab Pekalongan

TERKINI

KIRMAN HARI JADI
JPT Jadi Kado Ultah Pekalongan ke-404, Sukirman: Nama Unggulan Sudah Diumumkan
KAJEN – Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 tak cuma diramaikan lomba dan hiburan. Di balik rangkaian pesta rakyat itu, Pemkab Pekalongan juga tengah menuntaskan pengisian sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi...
MUNIR KADES
Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional
KAJEN — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pekalongan yang dijadwalkan berlangsung November mendatang diminta tidak sekadar menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Pelaksanaannya harus...
KIRMAN INTEGRITAS
Sukirman Kasih Warning Keras: Pejabat Tak Berintegritas, Siap-Siap Digeser!
KAJEN – Penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan masuk babak baru. Setelah proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) rampung, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan tidak...
BUPATI KANTOR
Kepala Dinas Sebut “Berita Sampah”, Saksi Tetap Ngotot: Kini Muncul Dugaan Uang untuk “Membungkam” Pemberitaan
KAJEN – Bola panas dugaan hubungan khusus seorang Kepala Dinas strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan staf perempuan berinisial DL belum juga padam. Setelah sebelumnya muncul keterangan...
Kantor Bupati 1
Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA
KAJEN – Ada apa dengan Kepala Dinas yang satu ini? Di tengah kesibukan mengurus roda pemerintahan dan pelayanan publik, muncul cerita yang bikin telinga panas. Seorang Kepala Dinas strategis dengan serapan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-07-29 at 11.57
Kritik Pemkab di Depan, Borong Proyek di Belakang? Ketua KTP Disorot Usai Muncul Proyek Ketujuh
KPU 1
Ketua KPU Pekalongan Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi di Media Sosial
MUNIR KADES
Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional