Advertise

KABAR RASIKA

Fakta Dibalik Pengeroyokan Berujung Dugaan Pemerasan

Fakta Dibalik Pengeroyokan Berujung Dugaan Pemerasan

Fakta Dibalik Pengeroyokan Berujung Dugaan Pemerasan

Ilustrasi oleh kecerdasan buatan / Artificial intelligence (AI)

KAJEN – Berita yang beredar mengenai dugaan pemerasan terhadap tiga remaja yang berawal dari perkelahian di lapangan Capgawen Kedungwuni dipastikan tidak benar dan tidak didasarkan pada kronologi kejadian yang sebenarnya.

Fakta yang terjadi pada Sabtu, 1 Februari 2025, sekitar pukul 01.30 WIB, menunjukkan bahwa tiga remaja dalam kondisi mabuk membuat kegaduhan di sebuah angkringan. Mereka sempat ditegur agar tidak berisik, kemudian meninggalkan tempat tersebut.

Tak lama setelah itu, pemilik angkringan mendapat telepon dari temannya yang menginformasikan bahwa dua remaja sedang mengeroyok satu orang di lapangan Capgawen Kedungwuni. Mengetahui hal tersebut, pemilik angkringan bersama korban segera menuju lokasi untuk melerai perkelahian. Namun, saat masih duduk di atas motor, korban justru tiba-tiba diserang oleh dua remaja dari arah kanan dan kiri, hingga akhirnya ia dikeroyok oleh ketiga remaja yang sedang dibawah pengaruh alkohol.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka yang telah dibuktikan melalui hasil visum rumah sakit. Selain itu, beberapa barang miliknya, seperti ponsel, rokok, serta cincin pemberian orang tuanya, jatuh dan berserakan keluar dari tas yang dikenakannya. Cincin pemberian orang tua korban bahkan hilang dalam kejadian tersebut.

Atas peristiwa ini, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungwuni untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Setelah melapor, korban kembali ke tempat kerjanya dan hingga kini belum pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan terlapor dan keluarganya.

Terkait tuduhan pemerasan yang beredar di masyarakat, hal tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar yang kuat. Hingga saat ini, keluarga dari tiga remaja yang diduga melakukan pengeroyokan belum menunjukkan itikad baik untuk menemui keluarga korban guna menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu Kapolsek Kedungwuni, Iptu. Yonanta saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya laporan warga mengenai kejadian tersebut. “Iya benar dan saat ini kami sedang mendalami kasus ini dan masih dalam proses lebih lanjut,” ujarnya.

Yonanta menambahkan, terlapor dalam perkara pengeroyokan ini berinisial B, R dan F yang ketiganya merupakan pemuda dari desa Pangkah Karangdadap. Pihak berwenang diharapkan dapat menyelidiki kasus ini secara objektif agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-04 at 18.58
Terseret Arus Kaligenteng, Warga Banjarnegara Ditemukan Meninggal di Kandangserang
WhatsApp Image 2026-02-04 at 15.24
Dua Hari Operasi Keselamatan, Ratusan Pelanggaran Lalu Lintas Terdata di Pekalongan
WhatsApp Image 2026-02-03 at 10.52
Tak Cuma Bagi Brosur, Satlantas Pekalongan Turun Tambal Jalan Berlubang di Hari Pertama Operasi Keselamatan
Banggar
60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-04 at 18.58
Terseret Arus Kaligenteng, Warga Banjarnegara Ditemukan Meninggal di Kandangserang
KAJEN – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Kaligenteng akhirnya berakhir. Memasuki hari kedua, tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) siang. Korban...
WhatsApp Image 2026-02-04 at 15.24
Dua Hari Operasi Keselamatan, Ratusan Pelanggaran Lalu Lintas Terdata di Pekalongan
KAJEN – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 di wilayah Kabupaten Pekalongan mencatat ratusan pelanggaran lalu lintas hanya dalam dua hari pertama. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan...
WhatsApp Image 2026-02-03 at 10.52
Tak Cuma Bagi Brosur, Satlantas Pekalongan Turun Tambal Jalan Berlubang di Hari Pertama Operasi Keselamatan
KAJEN – Hari pertama Operasi Keselamatan Candi 2026 di Kabupaten Pekalongan diwarnai langkah tak biasa. Selain membagikan selebaran keselamatan, petugas Satlantas Polres Pekalongan ikut turun langsung...
Banggar
60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!
Kajen – Bencana banjir berdampak pada sekitar 60.000 warga di Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, 1.900 jiwa sempat mengungsi, dengan data terakhir tercatat 1.600 jiwa masih berada di lokasi pengungsian....
RAPAT 1
60 Ribu Warga Mengungsi, DPRD Pekalongan Kunci Anggaran: Tak Boleh Ada yang Kelaparan
Kajen – Lebih dari 60 ribu warga Kabupaten Pekalongan masih mengungsi akibat bencana. Kondisi ini mendorong Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pekalongan mengunci pembahasan anggaran penanggulangan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2025-08-03 at 16.50
Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Tambak Wonokerto, Warga Geger
Gambar WhatsApp 2025-01-23 pukul 13.28
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Akan Digelar 6 Februari 2025
Banggar
60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!