Advertise

KABAR RASIKA

DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK

DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK

DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK

Audiensi Koalisi Transparansi Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan berlangsung dinamis, diwarnai kritik tajam dan dorongan perbaikan tata kelola pemerintahan, Senin (13/4/2026 – dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan).

KAJEN – Audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan berlangsung dinamis, Senin siang (13/4/2026). Bertempat di ruang rapat komisi DPRD, forum ini diwarnai kritik tajam sekaligus dorongan perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.

Koordinator Koalisi Transparansi Pekalongan, Sony Yulianto, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan menjadi ruang evaluasi bersama pasca penangkapan Bupati nonaktif oleh KPK.

“Forum ini bukan menyalahkan Bupati yang ditangkap oleh KPK. Ruang ini untuk mendiskusikan Pekalongan ke depan agar lebih baik,” tegas Sony.

Ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan DPRD dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sejak 2021 hingga sekarang terdapat sejumlah catatan kerentanan yang menunjukkan pengawasan dewan belum berjalan optimal.

“Kami melihat ada catatan kerentanan dari Dewan yang tidak optimal, sehingga dapat disimpulkan pengawasan belum maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Koalisi Transparansi Pekalongan meminta penjelasan terkait kondisi sosial politik daerah, termasuk potensi terganggunya stabilitas birokrasi, menurunnya komunikasi politik, hingga berkurangnya dukungan publik terhadap pemerintah daerah.

Tak hanya menyampaikan kritik, koalisi juga mendorong langkah konkret. Di antaranya konsolidasi kepemimpinan daerah, keterbukaan informasi kepada masyarakat, serta edukasi sosial politik agar kasus serupa tidak terulang.

Dalam forum tersebut, mantan anggota DPRD, Khilmi Firdaus, turut mengingatkan para pemangku kebijakan agar tidak bersikap pasif.

“Jangan menjadi pihak yang hanya mencari aman, nanti suatu saat pasti akan kena,” ujarnya mengingatkan.

Sorotan juga datang dari pemerhati infrastruktur pertanian, Tangguh. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pangan masih minim.

“Kami sayangkan, pemda belum punya rancangan yang jelas. Zona hijau pertanian di Pekalongan juga mulai berkurang,” katanya.

Menanggapi berbagai masukan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan siap melakukan pembenahan.

“DPRD akan menindaklanjuti masukan ini, termasuk memperkuat kualitas SDM dan melibatkan masyarakat dalam penyusunan RKPD,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen DPRD untuk mendorong transparansi, khususnya dalam proyek-proyek pemerintah.

“Proyek harus diselesaikan secara terbuka dan menggunakan pedoman yang benar. Kami akan dorong pengadaan barang berjalan transparan,” tegasnya.

Terkait kondisi pemerintahan saat ini, Abdul Munir menyebut belum ada pergeseran anggaran maupun jabatan oleh Plt Bupati karena masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.

Menutup audiensi, DPRD memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui rapat lanjutan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Pada intinya kami menerima semua masukan dan akan menindaklanjutinya. Kami juga mohon dukungan masyarakat agar DPRD bisa berjalan optimal sesuai tupoksi,” pungkasnya.

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.50
Komisi C DPRD Tekankan Pengawasan Melekat pada Pembangunan RSUD Kraton Tahap Akhir
WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.43
RSUD Kraton Baru Masuki Tahap Penentuan, Akhir 2026 Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Baru
PEMBANGUNAN PENDOPO
Heboh! Rekanan Eks Pendopo Nusantara Ngaku Rp 890 Juta Belum Dibayar
PENDOPO TRADE
Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara

TERKINI

WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.50
Komisi C DPRD Tekankan Pengawasan Melekat pada Pembangunan RSUD Kraton Tahap Akhir
KAJEN – Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan memberi perhatian serius terhadap progres pembangunan RSUD Kraton Baru di Kampil, Wiradesa. Dalam kunjungan kerjanya, DPRD menegaskan proyek tersebut tidak...
WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.43
RSUD Kraton Baru Masuki Tahap Penentuan, Akhir 2026 Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Baru
KAJEN – Proyek pembangunan tahap tiga RSUD Kraton Baru di Kampil, Wiradesa, kembali mendapat sorotan. Di tengah target relokasi yang harus tuntas sebelum akhir 2026, proses lelang kini menjadi titik...
PEMBANGUNAN PENDOPO
Heboh! Rekanan Eks Pendopo Nusantara Ngaku Rp 890 Juta Belum Dibayar
KAJEN – Persoalan proyek pembangunan kawasan eks Pendopo Nusantara kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, seorang rekanan mengaku belum menerima pelunasan pembayaran proyek senilai ratusan juta rupiah...
PENDOPO TRADE
Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara
Polemik tunggakan sewa Pendopo Nusantara terus memanas. Ketua FORMASI Kabupaten Pekalongan mendesak tindakan tegas, sementara pihak pengelola mengaku hanya menjalankan operasional lapangan. PEKALONGAN...
WhatsApp Image 2026-05-11 at 19.58
Investasi PMDN Kabupaten Pekalongan Melonjak 601 Persen, Tertinggi di Jawa Tengah
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencatat lonjakan signifikan dalam realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal...
Muat Lebih

POPULER

BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
FATIROH
Bupati Fadia Diisukan Berangkat Haji Melalui TPHD, Ini Penjelasannya
MUNIR DIS1
Dari Rumah Kreatif, Abdul Munir Dorong Disabilitas Pekalongan Lebih Berdaya dan Diakui