Upaya memperkuat sektor peternakan rakyat kembali digencarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan. Melalui program bimbingan teknis pengolahan hasil ternak kambing dengan fokus pada pengawasan mutu benih/bibit dan pemanfaatan pakan berbasis tanaman skala kecil, DKPP mengajak para peternak lokal untuk melakukan studi tiru ke PT Sahabat Ternak di Dusun Kemirikebo, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Sleman, Jumat (21/11/2025).
Rombongan peternak—mayoritas dari wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Talun—dibimbing langsung untuk memahami standar pemeliharaan kambing perah, mulai dari kualitas bibit, manajemen kandang, hingga pengolahan pakan dan hasil ternak. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Ahmad Ridhowi, serta anggota DPRD dari Fraksi PAN, Umi Farida.
Dorongan DPRD: Peluang Besar Kambing Perah di Pekalongan
Wakil Ketua DPRD, Ahmad Ridhowi, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting membuka wawasan peternak dalam membaca peluang ekonomi sektor susu kambing.
“Di tempat ini kita belajar langsung dari sentranya. Harapannya ilmu dari Yogyakarta bisa langsung diterapkan sepulang dari sini. Belajar tidak harus pakai seragam, kapan pun ada kesempatan kita manfaatkan untuk menimba ilmu,” ujarnya.
Ridhowi menambahkan kebutuhan susu untuk program-program berbasis gizi (MBG) masih tinggi, sehingga potensi pengembangan kambing perah terbuka lebar.
“Karena kebutuhan susu masih besar, ini peluang emas untuk dikembangkan di Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.

Pelatihan Praktis: Dari Pakan, Bibit, hingga Pengolahan Susu
Anggota DPRD PAN, Umi Farida, yang turut mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pengalaman langsung terkait cara pengolahan pakan ternak dan teknik mengolah susu kambing.
“Di sini peserta tidak hanya mendengar, tetapi praktik langsung. Bagaimana memelihara kambing yang baik, mengolah bahan pakan, sampai proses pengolahan susu. Ini bekal penting agar mereka memahami budidaya kambing secara benar,” kata Umi.
Dalam pelatihan juga ditekankan kunci utama pakan untuk kambing perah, yaitu protein dari tanaman legum untuk pembentukan susu dan daging, serta serat dari rumput sebagai pendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak.
DKPP: Saatnya Pekalongan Memiliki Produk Susu Kambing Sendiri
Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Pekalongan, Arif Rahman, menyampaikan apresiasi atas peran aktif kedua anggota DPRD tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap sektor peternakan menjadi penopang penting perekonomian masyarakat.
“Kami mengapresiasi karena beliau berdua konsisten mendukung pengembangan peternakan. Ini sangat membantu OPD dalam memperkuat kebijakan di sektor ternak,” jelas Arif.
Arif turut memperkenalkan jenis kambing unggulan yang dibudidayakan di PT Sahabat Ternak, seperti Saanen dan Sapera. Ia menyebut Kabupaten Pekalongan sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi produsen susu kambing.
“Harga susu kambing jauh lebih tinggi dibanding susu sapi. Di Pekalongan harga pasar bisa mencapai Rp40 ribu per botol, sementara di peternak sekitar Rp20 ribu. Selama ini suplai sebagian besar masih dari Tegal. Mudah-mudahan setelah belajar di sini, kita bisa mulai produksi sendiri, bahkan membuat olahan seperti keripik susu kambing,” ujarnya.
Menatap Pekalongan sebagai Sentra Susu Kambing
DKPP berharap ilmu yang diperoleh para peserta dapat diaplikasikan di lingkungan masing-masing, terutama dalam peningkatan mutu bibit, pemenuhan pakan berkualitas, dan pengolahan hasil ternak. Dengan langkah konkret ini, Kabupaten Pekalongan ditargetkan mampu menumbuhkan sentra baru penghasil susu kambing berkualitas dan berdaya saing.
Kegiatan studi tiru ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama legislatif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan yang berbasis ilmu, kualitas, dan keberlanjutan. (GUS)