Advertise

KABAR RASIKA

Bawaslu Gunakan Mobil “Crane” Untuk Tertibkan Baliho APK dan APS

Bawaslu Gunakan Mobil “Crane” Untuk Tertibkan Baliho APK dan APS

Bawaslu Gunakan Mobil “Crane” Untuk Tertibkan Baliho APK dan APS

BALIHO - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Pekalongan melalukan penertiban APS dan APK yang melanggar aturan dengan melibatkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan (16/11/2023 - Dok. Bagus Rasika FM)

KAJEN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan tak main-main dalam menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialiasasi (APS) yang melanggar aturan main terlebih saat ini belum memasuki masa kampanye. Bahkan untuk kegiatan penertiban yang ketiga kalinya ini Bawaslu selain berkoordinasi dengan Satpol PP juga melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan untuk menertibkan APS dan APK besar yang dipasang dipapan baliho dengan menggunakan mobil “crane”.

Seperti yang terpantau di perempatan Tugu KM 0 Kajen (16/11/2023), Bawaslu Bersama Satpol PP dan petugas dari mobil “crane” Dinas Perhubungan melakukan pencopotan baliho besar di papan reklame yang dinilai melanggar aturan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Moh. Tohir kepada reporter Rasika FM Pekalongan. Pihaknya mengatakan sebelumnya sudah dilakukan penertiban APK dan APS yang berukuran kecil dan saat ini menggunakan mobil “crane” untuk mencopot APS dan APK yang terpasang di papan reklame.

“Ini agenda yang ketiga untuk penertiban APK dan APS yang tidak sesuai dalam pemasangannya atau tidak sesuai dengan Perbup atau Perda. Sasarannya di titik-titik tertentu seperti jalan protokol”, jelas Tohir.

Penertiban baliho besar APK dan APS dengan menggunakan mobil “crane” ini, kata Tohir, lebih menitik beratkan pada pusat keramaian di tiap Kecamatan yang ada di Kota Santri seperti Kajen, Karanganyar, Wonopringgo, Kedungwuni, Tirto, Wiradesa, Doro dan Kecamatan yang lain.

Pihaknya berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar karena saat ini belum memasuki masa kampanye dan sebelumnya Bawaslu juga telah memberikan himbauan kepada para peserta Pemilu 2024. Ditanya adanya masukan pihak lain yang mengatakan Bawaslu dalam penertiban APS dan APK dilakukan dengan tebang pilih, Tohir menegaskan tidak ada tebang pilih dalam menegakkan aturan. Pihaknya mengatakan isu tebang pilih hanya soal perbedaan persepsi saja.

“Jadi Ketika kita “action” dilapangan itu kan ada APS atau APK ya. Kalau memang pemasangannya sesuai artinya tidak dipasang ditempat-tempat yang tidak diperbolehkan ya ndak masalah. Karena memang itu APS. Kalau APK sekarang memang belum diperbolehkan karena belum memasuki masa kampanye. Kampanyenya kan nanti mulai tanggal 28 November 2023”, pungkasnya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras

TERKINI

BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
KAJEN – Skandal dugaan kredit bermasalah di PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan (Perseroda) kian menggelinding. Kasus yang sempat terkesan jalan di tempat itu kini resmi masuk radar Kejaksaan Tinggi...
RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dijalankan dengan pola tambal sulam atau program seremonial yang berjalan sendiri-sendiri. Ketua DPRD Kabupaten...
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati tidak dapat menjalankan seluruh kewenangan kepala daerah secara bebas layaknya bupati definitif. Sejumlah kewenangan strategis...
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras
KAJEN – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengguncang lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai memantik sikap politik dari legislatif. DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan akan menghormati proses...
CALO
ASN Diduga Jadi Broker Outsourcing, Puluhan Juta Menguap — Janji Tinggal Janji
KAJEN — Dugaan praktik percaloan tenaga kerja (outsourcing) kembali mencuat di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial T diduga menjadi “broker” outsourcing...
Muat Lebih

POPULER

RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras