Advertise

KABAR RASIKA

Banjir Rob Masih Mengancam Wilayah Pesisir

Banjir Rob Masih Mengancam Wilayah Pesisir

Banjir Rob Masih Mengancam Wilayah Pesisir

TIRTO – Banjir adalah salah satu bencana alam berupa daratan yang tergenang oleh air karena volume serta debitnya berlebih. Umumnya bencana banjir diakibatkan oleh topografi wilayah rendah, intensitas hujan tinggi, kurangnya wilayah resapan air, meningkatnya permukaan air laut, akibat luapan sungai, serta sistem tata kelola wilayah yang belum maksimal.

Seperti yang terjadi di Wilayah Kota Santri yang sudah menjadi langganan rob tiap tahun, bahkan apabila tidak segera ditangani wilayah Pesisir bisa tenggelam. Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Daerah namun untuk penanganan belum maksimal karena terkendala pada Kementrian.

Dari Pantauan, beberapa pekan terakhir tanggul Sungai Meduri jebol berkali kali akibat tidak kuatnya menahan air. Untuk penanganan sementara Pemerintah Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto bersama Pemkab Pekalongan sudah melakukan penutupan tanggul yang jebol dengan seadanya.

“Sudah berkali kali tanggul Sungai Meduri Jebol sehingga air masuk ke pemukiman warga kami, ” terang Kepala Desa Tegal Dowo Kecamatan Tirto, Budi Junaidi, Rabu (06/07/2022).

“Harapan kami dengan anggaran tahun ini pembangunan perapet bisa terselesaikan semua sehingga tidak lagi jebol. Karena apabila tidak warga tetap saja was was, sebab setiap tahun ketinggian air naik sekitar 20 cm, “ungkapnya.

Sementara Kabid PSDA pada DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Budi Antoyo menyampaikan bahwa bahwa banjir rob berjalan sudah puluhan tahun merendam di wilayah Kecamatan Tirto atau di wilayah Pesisir utara Kota Santri. Banjir rob itu sudah sangat memprihatinkan sekali

“Kami dengan pemerintah provinsi juga sudah berusaha untuk mengusulkan ke Pemerintah pusat itu berupa melalui DED yang telah disusun oleh Pemerintah Provinsi dengan nilai Rp 1,4 miliar. Itu sudah diajukan oleh Pemda Pekalongan bersama Pemkot Kota Pekalongan untuk ke Kementerian PU namun sampai hingga saat ini belum ada realisasi, ” katanya.

Dikatakan bahkan pada pertemuan terakhir di Bappeda Provinsi bahwa pihak BBWS dan Kementerian PU belum bisa menganggarkan di Tahun 2022 dan 2023 untuk penanganan Rob Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan yang mana itu terintegrasi.

Adapun dari Kementerian pusat hanya bisa akan menganggarkan dan mengusulkan nanti setelah pasca 2025. Namun dengan melihat kondisi yang sekarang bahwa telah terjadi jebol dua kali di bulan Mei dan Juni di Sungai Meduri ini sangat mengkhawatirkan di kemudian hari bila tidak ada penanganan segera.

Karena penutupan Sungai Bermie Meduri untuk penanganan rob Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan adalah keniscayaan yang harus dilakukan, karena hanya itu salah satu yang harus ditangani dengan DED yang telah dibuat oleh Pemerintah Provinsi.

Diakui, kalau terkait perkara lahan kolam retensi Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan telah siap untuk pengadaan lahannya, namun kalau memang anggaran dari Pemerintah Pusat terbatas maka Pemda bisa mengusulkan agar bisa dilakukan pembangunan secara bertahap.

“Untuk kolam retensi ditinggal lebih dulu yang terpenting pembangunan untuk penutupan Sungai Meduri dan pemompaannya. Jadi saya kira penanganan Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan yang sudah masuk di Perpres 79 itu akan bisa Segera dilaksanakan apabila mendapat persetujuan dari BBWS Pamali Juwana dan dari Kementerian Pusat.

“Penanganan dari pusat terkendala dikarenakan kebijakan dari Kementerian PUPR bahwa untuk pengusulan multiyear dengan anggaran yang cukup besar itu hanya diusulkan di Tahun 2022. Ini terakhir untuk mengusulkan namun hingga saat ini belum ketemu titik temu terkait dengan DED.”

“Apabila tidak dengan cepat ditangani yang pasti efeknya Rob di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan akan semakin parah, karena konsentrasi daripada air laut yang masuk ke wilayah pemukiman akan semakin besar. Apalagi dengan melihat kondisi cuaca dan perubahan iklim yang sangat tinggi maka masyarakat akan sangat terganggu. Seperti kemarin itu sudah 80 cm, yang masuk ke area pemukiman 60 cm. Ini pun dalam waktu dekat kemungkinan juga tanggul akan mengalami jebol lagi,” tandasnya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi...
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan
KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari...
KONI 1
Suryono Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Kabupaten Pekalongan, Usung Tata Kelola Transparan dan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
KAJEN – Suryono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan periode berikutnya dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) 2026 yang digelar di Hotel Indonesia...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2023-09-23 at 09.39
Hutan Pinus Kalijoyo Pekalongan Kembali Terbakar
WhatsApp Image 2024-08-26 at 09.51
Apel Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-402 Dengan Sentuhan Pakaian Adat
WhatsApp Image 2024-08-08 at 11.23
Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopringgo Dapat Hibah Tanah