KAJEN – Buka puasa bersama yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (14/3/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen mendadak memunculkan wacana politik baru.
Di tengah agenda konsolidasi kader, nama tokoh senior PAN, Candra Saputra, disebut-sebut akan diusulkan sebagai calon Wakil Bupati Pekalongan. Wacana itu mencuat setelah posisi wakil bupati berpotensi kosong menyusul pengangkatan Wakil Bupati Sukirman menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, pasca tertangkapnya Bupati nonaktif Fadia Arafiq pada 3 Maret 2026 lalu.
Ketua DPD PAN Kabupaten Pekalongan Ahmad Muzaki menegaskan bahwa kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan konsolidasi internal partai yang diikuti pengurus DPC hingga DPRT se-Kabupaten Pekalongan.
“Kebetulan pada sore hari ini kita mengundang DPC se-Kabupaten Pekalongan dan DPRT, dengan harapan kita kembali menjalin silaturahmi dengan mereka. Harapannya ke depan, mudah-mudahan ending-nya dapat menambah kursi untuk PAN Kabupaten Pekalongan,” kata Muzaki.
Ia menambahkan, konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.
“Karena tadi disampaikan oleh Pak Sofwan juga, tiga tahun bukan waktu yang lama bagi kita yang selalu terjun di partai politik. Apa yang diamanatkan dari DPP kita laksanakan, tentunya dengan harapan PAN di Kabupaten Pekalongan semakin solid,” ujarnya.
Namun pembahasan mulai menghangat ketika muncul pertanyaan soal kemungkinan pengisian kursi wakil bupati. Muzaki tidak menutup peluang PAN ikut mengusulkan nama, mengingat partainya merupakan bagian dari koalisi pengusung.
“Tidak menutup kemungkinan. Kita juga melihat situasi, karena sebagai partai pengusung mungkin mempunyai chance. Tapi itu nanti bisa dibicarakan dengan partai-partai pengusung yang lain,” katanya.

Wacana itu kemudian ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus perwakilan DPW PAN Jateng, Sofwan Sumadi. Ia secara terbuka menyebut nama Candra Saputra sebagai figur yang menurutnya layak diusulkan.
“Barangkali ya, tapi ini masih saya pribadi ya, belum dibicarakan pada internal PAN. Menurut saya pribadi, kita akan mengusulkan Mas Candra untuk bisa maju sebagai Wakil (Bupati),” kata Sofwan.
Ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Candra, meski yang bersangkutan sempat menunjukkan sikap keberatan.
“Saya sudah komunikasi dengan Mas Candra. Mas Candra yang agak ‘abot’, tapi saya paksalah. Pokoknya Mas Candra ini peluang, harus maulah. Perkara nanti diterima atau tidak, yang penting kita usaha dulu,” ujarnya.
Sofwan juga menyebut komunikasi dengan sejumlah partai politik sudah mulai dilakukan, meski belum dalam forum resmi.
“Sudah mulai komunikasi, tapi baru sebatas itu. Belum ada kejelasan. Sekarang masih hubungan secara perorangan dengan teman-teman partai,” katanya.
Menurut Sofwan, peluang PAN untuk ikut mengisi posisi wakil bupati tetap terbuka, meskipun ia mengakui peluang tersebut masih kecil.
“Ada peluang. Walaupun mungkin peluangnya masih 0,00 sekian persen, tapi kan masih ada peluang itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nama Candra Saputra akan menjadi usulan awal yang akan dibawa dalam pembahasan internal partai sebelum dikomunikasikan lebih lanjut dengan partai pengusung lainnya.
“Mas Candra yang akan diusulkan. Nanti saya akan sampaikan secara resmi dalam rapat pada Mas Zaki dan jajarannya untuk diproses secara resmi,” kata Sofwan.
Wacana tersebut bahkan sempat disambut tawa peserta acara ketika wartawan mencoba meminta konfirmasi langsung kepada Candra Saputra yang berada di lokasi. Tokoh senior PAN itu justru berkelakar agar tidak diwawancarai.