KEDENGWUNI – Penanganan kasus dugaan teror penembakan di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terus bergulir. Kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara serius, terukur, dan transparan.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut. Hingga kini, tim penyidik telah memeriksa intensif sedikitnya sembilan orang, yang terdiri dari satu pelapor dan delapan saksi.
“Pemeriksaan saksi masih terus berjalan. Kami menggali seluruh keterangan yang relevan untuk memperkuat rangkaian peristiwa,” ujar AKBP Rachmad.
Terkait identitas pelaku, Kapolres menegaskan bahwa hasil penyelidikan sementara belum mengarah secara spesifik ke satu orang. Namun, aparat memastikan proses pengungkapan terus dilakukan tanpa henti.
“Polres Pekalongan bersama Subdit Jatanras Polda Jawa Tengah terus bekerja keras mengumpulkan dan menganalisis seluruh bukti yang ada,” tegasnya.

Saat ini, tim penyidik sedang melakukan analisis mendalam terhadap rekaman tersebut untuk memetakan rute kedatangan dan pelarian pelaku.
“Kami telah mengamankan beberapa titik CCTV. Saat ini sedang kami dalami secara detail,” kata Kapolres.
Sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada korban dan warga sekitar, kepolisian melakukan penebalan pengamanan di lokasi kejadian.
“Tiga personel Polsek Kedungwuni kami tempatkan untuk berjaga selama 24 jam secara bergantian,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan terbuka kepada publik.
“Kami memastikan penyelidikan berjalan profesional dan transparan. Terima kasih,” pungkasnya.
Kasus teror bersenjata ini masih menjadi perhatian serius aparat, mengingat terjadi di kawasan permukiman dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Polisi mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. (Gus)