KAJEN – Setelah banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Pekalongan surut, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. bersama Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., meninjau langsung kondisi jalur rel kereta api pada Senin (19/1/2026).
Pengecekan difokuskan pada dua titik rawan, yakni perlintasan sebidang di depan Polsek Pekalongan Barat dan area Stasiun Sragi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur rel tetap aman dan layak digunakan setelah sempat terendam air.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan bahwa pemeriksaan ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kereta api akibat potensi kerusakan struktur rel pasca-banjir.
“Hari ini kami bersama Kapolres Pekalongan Kota meninjau kondisi rel di persimpangan Polsek Pekalongan Barat dan Stasiun Sragi. Karena jalur ini sempat tergenang, kami perlu memastikan tidak ada bantalan rel yang goyah atau tanah yang amblas agar perjalanan kereta tetap aman,” ujar AKBP Rachmad.
Dalam peninjauan tersebut, kedua kapolres memperhatikan kondisi fisik rel, terutama kemungkinan adanya endapan lumpur atau material balast yang hanyut terbawa arus banjir. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kestabilan kereta saat melintas.
“Setelah air surut, sering kali masih ada sampah atau tanah yang menumpuk di badan rel. Kami sudah berkoordinasi dengan PT KAI agar proses pembersihan dan penguatan jalur dilakukan secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah mengingat jalur rel Pekalongan merupakan salah satu jalur utama transportasi kereta api di Pulau Jawa.
“Pengecekan bersama ini bagian dari tanggung jawab kami menjaga objek vital nasional. Harapannya, operasional kereta api bisa kembali normal sepenuhnya tanpa gangguan teknis akibat dampak banjir,” tegas AKBP Riki.
Selain meninjau kondisi rel, kedua kapolres juga berdialog dengan petugas jaga perlintasan dan mengingatkan mereka untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan sekitar rel, terutama saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Sumber: Humas Polres Pekalongan