Advertise

KABAR RASIKA

Cuaca Tak Bersahabat, Panen Durian Rogoselo Doro Anjlok Drastis Tahun Ini

Cuaca Tak Bersahabat, Panen Durian Rogoselo Doro Anjlok Drastis Tahun Ini

Cuaca Tak Bersahabat, Panen Durian Rogoselo Doro Anjlok Drastis Tahun Ini

Kepala Desa Rogoselo, Saronto, menunjukkan durian montong seberat 7,5 kilogram di Kedai Durian Pak Lurah Rogoselo, Rabu (24/12/2025), di tengah panen tahun ini yang menurun akibat pengaruh cuaca (dok. Bagus – Rasika FM)

DORO – Musim panen durian di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, tahun ini tidak berjalan maksimal. Produksi durian warga merosot tajam akibat pengaruh cuaca ekstrem, terutama hujan yang turun terus-menerus setelah masa kemarau.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Rogoselo, Saronto, saat wawancancara dengan reporter Rasika FM Pekalongan pada Rabu, 24 Desember 2025, di Kedai Durian Pak Lurah Rogoselo.

Saronto mengatakan panen kali ini jauh dari kata panen raya. Ia memperkirakan hasil buah yang jadi hanya sekitar 20 persen, bahkan bisa kurang dari itu. Kondisi tersebut dipicu hujan yang mengguyur saat pohon durian mulai berbunga, sehingga banyak bunga rontok sebelum menjadi buah.

“Setelah kemarau pohon keluar bunga, lalu hujan setiap hari. Akhirnya bunga rontok. Penanganannya sangat susah karena ini faktor alam,” kata Saronto.

Desa Rogoselo dikenal sebagai sentra durian lokal dengan keragaman rasa dan bentuk yang berbeda di setiap pohon. Menurut Saronto, durian lokal memiliki ciri khas tersendiri karena tidak seragam seperti durian premium. “Kalau lokal, beda pohon beda rasa. Justru itu yang dicari pengunjung,” ujarnya.

Selain durian lokal, warga juga mulai menanam durian premium seperti duri hitam, bawor, Musang King, dan matahari. Jenis-jenis ini memiliki harga jual tinggi, bahkan duri hitam bisa mencapai Rp300 ribu per kilogram. Namun, Saronto menegaskan durian lokal tetap dipertahankan karena peminatnya lebih luas.

“Kalau premium itu untuk kalangan menengah ke atas. Satu buah bisa ratusan ribu. Tapi kalau lokal, pembelinya lebih banyak,” katanya.

Saat ini, sekitar 90 persen warga Rogoselo menanam durian. Tanaman ini menjadi andalan ekonomi desa setelah sektor pertanian padi tidak lagi optimal akibat kerusakan irigasi. Sebelumnya warga sempat menanam sengon, namun harga yang anjlok membuat mereka beralih ke durian.

“Karena air tidak memenuhi syarat untuk pertanian, akhirnya warga menanam durian. Sekarang hampir semua punya durian,” jelas Saronto.

Sistem penjualan durian di Rogoselo masih dilakukan secara langsung. Para pembeli datang ke desa untuk memilih dan membeli buah langsung dari petani, baik durian lokal maupun premium.

Meski hasil panen tahun ini menurun drastis, Saronto menyebut durian Rogoselo tetap diminati pasar. Ia berharap ke depan cuaca lebih bersahabat agar produksi kembali normal dan durian Rogoselo tetap menjadi penopang utama ekonomi warga desa.

“Musim ini menurun drastis, tapi kami tetap optimistis. Mudah-mudahan tahun depan panennya lebih baik,” pungkasnya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-14 at 10.59
DKPP Kabupaten Pekalongan Dorong Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkaratoon 2026
DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
KTP 1
KTP Kepung Komplek Pemda, Mosi Tak Percaya Sekda Digelar Terbuka: "Turunkan Sekda!"
WhatsApp Image 2026-07-07 at 11.16
Sabu 5,45 Gram Diduga Siap Diedarkan, Pria 24 Tahun di Wiradesa Diciduk

TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-14 at 10.59
DKPP Kabupaten Pekalongan Dorong Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkaratoon 2026
KAJEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan mulai mengakselerasi program peremajaan tanaman tebu melalui Program Bongkaratoon Tebu 2026. Program tersebut menjadi salah satu...
DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah usai seluruh fraksi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang...
KTP 1
KTP Kepung Komplek Pemda, Mosi Tak Percaya Sekda Digelar Terbuka: "Turunkan Sekda!"
KAJEN – Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) untuk kedua kalinya menggelar aksi terbuka di kawasan Komplek Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jumat (10/7/2026). Lima mobil yang dipenuhi stiker berisi berbagai...
WhatsApp Image 2026-07-07 at 11.16
Sabu 5,45 Gram Diduga Siap Diedarkan, Pria 24 Tahun di Wiradesa Diciduk
KAJEN – Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, kembali terungkap. Seorang pria berinisial HF (24) ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan setelah diduga menguasai...
WhatsApp Image 2026-07-06 at 09.40
Pemuda di Karangdadap Tewas Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
KAJEN – Seorang pemuda berinisial DF (20), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Minggu (5/7/2026) pagi. Korban mengalami luka...
Muat Lebih

POPULER

DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
SUKIRMAN
Sukirman Resmi Jadi Plt Bupati Pekalongan, Ini Mekanisme Hingga Bisa Menjadi Bupati Definitif