Advertise

KABAR RASIKA

Bawaslu Beri Alarm Keras Pemilu di Kabupaten Pekalongan

Bawaslu Beri Alarm Keras Pemilu di Kabupaten Pekalongan

Bawaslu Beri Alarm Keras Pemilu di Kabupaten Pekalongan

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, M Tohir menyampaikan sambutan pada kegiatan penguatan kelembagaan bersama mitra kerja, menekankan pentingnya pengawasan partisipatif demi terwujudnya pemilu yang berintegritas (dok. Istimewa)

KAJEN — Diskusi bertema “Urgensi Pengawasan Partisipatif” di Pekalongan, Rabu (26/11/2025), berubah menjadi ruang otopsi pemilu: blak-blakan, tajam, dan tanpa tedeng aling-aling. Para pemateri membuka fakta demi fakta tentang carut-marut pemilu, dari TPS terlambat buka hingga politik uang yang makin cerdik bersembunyi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, mengawali dengan nada peringatan.

“Demokrasi ini kalau dibiarkan longgar, kita semua yang rugi,” ujarnya.

Ia menegaskan pengawasan pascapemilu harus terus berjalan karena potensi pelemahan justru muncul saat semua orang menganggap pemilu sudah usai.

Wakil Ketua DPRD, H. Sumar Rosul, tak menahan diri. Ia membeberkan data yang bikin dahi berkerut:

1. 37.466 TPS terlambat membuka pemungutan suara.

2. 11.233 TPS gagal mengakses Sirekap, membuat proses tak bisa dipantau publik.

3. 2.271 TPS terindikasi mobilisasi dan intimidasi.

4. Hampir 2.000 TPS tak menyerahkan Model C Hasil ke pengawas.

Dan yang paling mencolok: isu gaya hidup hedon pimpinan KPU yang mencederai kredibilitas penyelenggara.

Di tingkat Kabupaten Pekalongan, pemilu berjalan relatif aman, tetapi masalah klasik tetap ada: politik uang yang sulit diberantas dan arsip pemilu yang tak terkelola rapi.

Beberapa peserta forum menyebut partisipasi pemilih turun karena masyarakat muak—janji politik tak ditepati, kandidat tak memenuhi harapan.

Ulil Albab merespons:
“Apatisme tidak mengubah apa pun. Kepercayaan publik harus dibangun, bukan dibiarkan patah.”

Dunia pendidikan, ormas, hingga organisasi disabilitas meminta Bawaslu bergerak lebih konkret: sosialisasi di sekolah, rekrutmen pengawas yang inklusif, dan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas. Beberapa pertanyaan bahkan belum dapat dijawab Bawaslu, menandakan bahwa segera diperlukan tindak lanjut nyata, bukan sekadar diskusi tahunan.

Sementara itu Sekda Pekalongan, M. Yulian Akbar, menyebut dua penyakit lama yang masih menggerogoti pemilu: netralitas ASN dan politik uang. Ia bahkan mengungkap indeks integritas Kabupaten Pekalongan yang naik turun, tanda bahwa kekuatan sistem belum stabil.

Pemerintah daerah, katanya, siap mendukung penuh penguatan pengawasan dan pendidikan politik.

Usulan jumlah pemilih dibatasi, waktu coblosan diperpendek, dan administrasi disederhanakan muncul dari peserta.
KPU Kabupaten Pekalongan menegaskan waktu coblosan adalah standar nasional, sementara kapasitas TPS maksimal 800 pemilih sudah berdasarkan kondisi lapangan.

Tohir mengingatkan bahaya yang makin nyata: politik uang via e-money. Modus yang lebih sepi, lebih cepat, dan lebih sulit dideteksi.

“Kita butuh regulasi baru. Kalau tidak, pelanggaran akan selalu selangkah di depan pengawas,” tegasnya.

Bawaslu Kabupaten Pekalongan mengirim sinyal keras:
pemilu tak akan bersih kalau sistem dibiarkan bocor, pengawasan lemah, dan publik makin apatis.
Diskusi ini bukan sekadar forum, tapi alarm bahwa Pemilu 2029 harus disiapkan jauh lebih serius. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi...
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan
KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari...
KONI 1
Suryono Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Kabupaten Pekalongan, Usung Tata Kelola Transparan dan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
KAJEN – Suryono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan periode berikutnya dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) 2026 yang digelar di Hotel Indonesia...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2023-09-23 at 09.39
Hutan Pinus Kalijoyo Pekalongan Kembali Terbakar
UNDIP 3 A
Mahasiswa KKN Undip Ajak UMKM Bertransformasi Melakui Akselerasi Kebijakan
WhatsApp Image 2025-12-26 at 19.04
Squad Nusantara Pantura Pekalongan Dikukuhkan, Siap Bergerak Sosial