Advertise

KABAR RASIKA

Tangis Pecah di Talun! BTPN Syariah Kirim 8 Nasabah ke Tanah Suci, Hadiah Umroh Bikin Haru Sekecamatan

Tangis Pecah di Talun! BTPN Syariah Kirim 8 Nasabah ke Tanah Suci, Hadiah Umroh Bikin Haru Sekecamatan

Tangis Pecah di Talun! BTPN Syariah Kirim 8 Nasabah ke Tanah Suci, Hadiah Umroh Bikin Haru Sekecamatan

Tangis haru pecah dari para nasabah yang beruntung mendapatkan doorprize umroh gratis dari BTPN Syariah (dok. Bagus Rasika FM)

PEKALONGAN – Isak tangis haru pecah di halaman Kantor Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, saat delapan nasabah BTPN Syariah diumumkan sebagai penerima hadiah umroh dalam Festival Si Tepat, Kamis (24/7). Kejutan penuh emosi itu membuat suasana acara berubah menjadi lautan tangis bahagia, tak hanya bagi para pemenang, tetapi juga seluruh warga yang hadir.

Tujuh dari delapan pemenang merupakan warga Dusun Semilir, Desa Sengare, Kecamatan Talun, sementara satu lainnya berasal dari Kecamatan Bojong. Mereka semua adalah perempuan tangguh pelaku usaha ultra mikro yang tergabung dalam kelompok Centra Sengare Semilir—nasabah setia BTPN Syariah.

Momen haru bermula saat panitia mengundang seluruh anggota kelompok naik ke atas panggung untuk menerima kejutan. Salah satu anggota diminta membuka amplop berisi nama-nama penerima hadiah. Tidak ada yang menyangka bahwa hadiah yang akan diumumkan adalah perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Tangis bahagia pecah seketika. Para pemenang langsung saling berangkulan, menangis terharu begitu mengetahui bahwa mereka akan diberangkatkan umroh. Bahkan nasabah lain yang belum mendapatkan hadiah ikut larut dalam suasana mengharukan itu.

Direktur BTPN Syariah, Dewi Nuzulianti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Si Tepat adalah bentuk apresiasi kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh oleh layanan keuangan formal.

“Melalui pendekatan khas BTPN Syariah yaitu perilaku unggul BDKS – Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu – kami ingin mendorong masyarakat agar terus bertumbuh secara mandiri dan berdaya,” ujar Dewi, didampingi Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin.

Festival ini tak sekadar seremoni. Ada sesi edukasi keuangan yang mudah dipahami untuk pelaku usaha ultra mikro, serta bazar produk unggulan nasabah yang meramaikan suasana. Semua ini dirancang untuk memotivasi nasabah agar berani bermimpi besar dan terus tumbuh.

Salah satu penerima hadiah umroh, Rondiyah, tak kuasa menahan rasa syukur. Bersama rekannya, Murdiyati, ia mengaku awalnya hanya ingin memperbesar usaha lewat pinjaman modal. Namun siapa sangka, langkah kecil itu berbuah kesempatan istimewa ke Tanah Suci.

“Terima kasih BTPN Syariah. Tidak pernah menyangka bisa berangkat umroh. Ini mimpi kami yang jadi nyata,” ujar Rondiyah dengan mata berkaca-kaca.

Dengan semangat pemberdayaan, Festival Si Tepat bukan hanya tentang hadiah, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa siapa pun, dari desa mana pun, jika punya mimpi dan semangat, bisa tumbuh, berjaya, dan bahkan sampai ke Tanah Suci. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka