KPU Kab. Pekalongan Salurkan Bantuan Logistik ke Dapur Umum Korban Banjir

KAJEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Siwalan, Rabu (21/1/2026). Bantuan tersebut diserahkan ke dapur umum yang melayani para pengungsi di posko Kecamatan Siwalan. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, minyak goreng, dan telur. Penyaluran dilakukan langsung oleh Ketua … Read more

Pasca-Banjir, Dua Kapolres Periksa Jalur Rel di Pekalongan untuk Pastikan Keamanan Perjalanan Kereta

KAJEN – Setelah banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Pekalongan surut, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. bersama Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., meninjau langsung kondisi jalur rel kereta api pada Senin (19/1/2026). Pengecekan difokuskan pada dua titik rawan, yakni perlintasan sebidang di depan Polsek Pekalongan Barat dan … Read more

Kota Santri Darurat Bencana

WIRADESA – Hujan deras mengguyur Wilayah Pekalogan terutama bagian selatan sejak senin (20/1/2025) sore hingga dini hari tadi. Akibatnya, tanah logsor serta banjir bandang terjadi sejumlah wilayah di Pekalogan. Hujan lebat disertai angin memgguyur wilayah Pekalogan terutama wilayah selatan. Tercatat longsor dan banjir bandang parah menimpa desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono. Matrial Longsor yang menutup ruas … Read more

Bantu Korban Banjir, Kodim 0710 Pekalongan Dirikan Dapur Umum

Kota – Cuaca yang ekstrim yang terjadi pada awal bulan januari 2023 hingga saat ini mengakibatkan terjadinya bencana alam di beberapa wilayah, baik di Kota maupun Kabupaten Pekalongan, salah satunya adalah bencana alam banjir. Dari data yang ada saat ini terdapat kurang lebih 2000 orang mengungsi akibat banjir yang terjadi pada Minggu (1/1/2023) diwilayah Kota … Read more

Banjir Rob Masih Mengancam Wilayah Pesisir

Banjir adalah salah satu bencana alam berupa daratan yang tergenang oleh air karena volume serta debitnya berlebih. Umumnya bencana banjir diakibatkan oleh topografi wilayah rendah, intensitas hujan tinggi, kurangnya wilayah resapan air, meningkatnya permukaan air laut, akibat luapan sungai, serta sistem tata kelola wilayah yang belum maksimal.