KAJEN – Ada yang unik di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (28/8/2025). Sebuah lomba balap traktor roda dua digelar meriah, diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari perwakilan kelompok tani dari 19 kecamatan serta satu peserta dari SMK jurusan pertanian.
Ajang adu cepat dan keterampilan mengendalikan traktor ini diselenggarakan dalam rangka menyambut musim tanam, sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan.
Lomba ini bukan sekadar ajang hiburan. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung swasembada pangan melalui mekanisasi pertanian.
“Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian modern, serta menjaga regenerasi petani. Ini juga sebagai wadah silaturahmi antarpetani dari berbagai kecamatan di Pekalongan,” ujar Ari.
Ia menegaskan bahwa traktor yang digunakan dalam perlombaan harus memenuhi kriteria teknis tertentu. Traktor peserta maksimal berkekuatan 8,5 PK, dengan satu van belt dan spesifikasi standar lainnya. Panitia juga menilai berbagai aspek seperti kecepatan, keterampilan operator, hingga keseimbangan traktor saat dikemudikan.
Salah satu peserta, Dani (31), warga Sidosari, Kecamatan Kesesi, mengaku sangat antusias mengikuti perlombaan ini.
“Wah seneng banget, Mas. Saya pegang traktor sudah dari SD. Ini lomba kedua saya, yang pertama di Desa Duwet, tapi kalah. Harapannya ke depan lomba ini bisa rutin tiap tahun,” kata Dani sambil tersenyum.
Dani mengaku sudah dua kali latihan sebelum lomba, termasuk memperhatikan perawatan traktor agar tetap dalam kondisi optimal. Ia juga memuji trek yang digunakan kali ini.
“Permukaannya lebih rata dibanding di Duwet. Menurut saya ini lebih nyaman untuk lomba,” tambahnya.
Panitia menyediakan hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan dengan total senilai Rp 6 juta rupiah. Meskipun bukan hadiah besar, namun antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa lomba ini memiliki daya tarik tersendiri.
Melalui kegiatan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus mendorong kemajuan pertanian lokal, serta memperkenalkan pertanian sebagai sektor yang menarik dan berdaya saing, terutama bagi kalangan muda. (GUS)