Advertise

KABAR RASIKA

Senyum Warga Jenggot, “Speling Melesat” Dekatkan Layanan Dokter Spesialis Gratis

Senyum Warga Jenggot, “Speling Melesat” Dekatkan Layanan Dokter Spesialis Gratis

Senyum Warga Jenggot, “Speling Melesat” Dekatkan Layanan Dokter Spesialis Gratis

(Dok.Istimewa)

Pekalongan – Senyum lega tampak menghiasi wajah warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kamis (18/9). Sejak pagi, mereka berbondong-bondong mengikuti kegiatan Speling Melesat (Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat), program pemeriksaan dokter spesialis gratis yang selama ini sulit dijangkau sebagian masyarakat.

Bagi warga, khususnya mereka yang terbatas mobilitas dan ekonominya, kehadiran Speling Melesat menjadi angin segar. Tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit besar, layanan dokter spesialis kini bisa langsung diperoleh di lingkungan tempat tinggal.

Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dijalankan bersama Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RS H.A. Zaky Djunaid, Puskesmas Jenggot, RSUD dr. Adhyatma MPH Provinsi Jawa Tengah, serta BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan. Tujuannya untuk memangkas hambatan akses layanan kesehatan, mulai dari jarak, biaya transportasi, hingga antrean panjang di fasilitas kesehatan rujukan.

Berbagai layanan spesialis disediakan, mulai dari poli anak, THT, saraf, kulit dan kelamin, obgyn, hingga penyakit dalam. Selain pemeriksaan, pasien juga memperoleh obat-obatan gratis.

Direktur RS H.A. Zaky Djunaid, Emy Widyarti, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung jalannya Speling Melesat.
“Semua layanan dalam Speling ini bersifat gratis, termasuk obat-obatan. Kami percaya kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyebut bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pemerataan layanan kesehatan.
“Target kami adalah seluruh kelurahan bisa merasakan manfaat Speling. Program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang menekankan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan. Harapannya, semua warga mendapat akses yang sama tanpa terkendala jarak maupun biaya,” jelasnya.

Antusiasme warga terlihat jelas. Suwartini (55), salah satu peserta pemeriksaan, mengaku sangat terbantu.
“Biasanya kalau kontrol harus ke rumah sakit, antre lama, dan butuh ongkos transport. Dengan program ini saya cukup datang ke kelurahan. Semua lebih mudah, lebih cepat, dan berkat JKN, gratis pula. Saya sangat bersyukur,” tuturnya.

Tak hanya layanan medis, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan juga menghadirkan layanan administrasi keliling. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat mengurus perubahan data, registrasi aplikasi Mobile JKN, hingga konsultasi status kepesertaan langsung di lokasi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, menegaskan bahwa layanan keliling ini hadir untuk memberikan kemudahan tambahan bagi peserta.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat layanan kesehatan spesialis, tetapi juga dimudahkan dalam administrasi kepesertaan JKN. Dengan begitu, mereka merasa aman dan nyaman karena kebutuhan medis maupun administratif dapat diselesaikan sekaligus,” terangnya.

Masyarakat berharap Speling Melesat bisa terus berlanjut dan menjangkau wilayah lain, tidak hanya di Kota Pekalongan tetapi juga kabupaten sekitar.

“Speling Melesat adalah bukti nyata kolaborasi lintas sektor. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan semakin luas menjangkau masyarakat. Semakin banyak warga yang terbantu, semakin kuat pula upaya kita mewujudkan Universal Health Coverage,” pungkas Sri Mugirahayu.

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2025-06-13 at 11.35
Kades Kesesi Tersandung Korupsi, Ruben : Jadi Pembelajaran bagi Seluruh Kades
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka
WhatsApp Image 2025-12-26 at 19.04
Squad Nusantara Pantura Pekalongan Dikukuhkan, Siap Bergerak Sosial