Advertise

KABAR RASIKA

Pegawai BPJS Kesehatan Ini Rasakan Sendiri Manfaat JKN Saat Anaknya Sakit

Pegawai BPJS Kesehatan Ini Rasakan Sendiri Manfaat JKN Saat Anaknya Sakit

Pegawai BPJS Kesehatan Ini Rasakan Sendiri Manfaat JKN Saat Anaknya Sakit

Dok. BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan

Purwantiningsih (39), seorang ibu sekaligus pegawai BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekalongan, merasakan langsung manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam situasi darurat. Ketika anaknya tiba-tiba jatuh sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, ia sepenuhnya mengandalkan BPJS Kesehatan.

Pada Minggu, 2 Februari 2025, hari yang seharusnya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga berubah menjadi momen penuh kekhawatiran bagi Purwantiningsih. Anak kesayangannya mengalami diare, demam tinggi yang tak kunjung turun, serta muntah terus-menerus. Meskipun sudah diberi obat, kondisinya tak juga membaik. Saat malam tiba, ia akhirnya memutuskan untuk segera membawa anaknya ke RSUD Batang, rumah sakit terdekat dari tempat tinggalnya.

“Saya merasa khawatir karena demamnya tak kunjung turun, ditambah muntah yang terus-menerus. Tanpa berpikir panjang, saya segera membawanya ke IGD RSUD Batang, rumah sakit terdekat dari rumah saya. Saya ingin memastikan anak saya mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat sebelum kondisinya semakin memburuk,” cerita Purwantiningsih saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Batang, Kamis (20/02).

Purwantiningsih menambahkan bahwa ia langsung menggunakan BPJS Kesehatan tanpa ragu, karena RSUD Batang hanya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia juga menekankan bahwa hal ini menjadi keuntungan bagi peserta JKN, karena mereka dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus bergantung pada asuransi swasta yang cakupan fasilitasnya lebih terbatas.

“Sebenarnya ini menjadi keuntungan tersendiri. BPJS Kesehatan memiliki jaringan rumah sakit yang luas, sehingga kita bisa memilih fasilitas yang sesuai. Sementara itu, asuransi swasta sering kali terbatas dalam hal rumah sakit yang bekerja sama,” tambahnya.

Saat tiba di IGD, anaknya langsung diperiksa oleh tenaga medis. Dokter menyatakan bahwa anaknya perlu menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dengan sigap, tim medis segera menangani kondisi anaknya tanpa kendala administrasi.

“Saya hanya perlu menunjukkan kartu digital BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Proses administrasi berjalan lancar tanpa hambatan. Anak saya langsung mendapatkan tempat tidur dan perawatan yang diperlukan,” ujarnya.

Purwantiningsih juga mengapresiasi pelayanan di RSUD Batang yang menurutnya cukup cepat dan profesional. Selama masa perawatan, anaknya diberikan pengobatan yang sesuai dan diawasi oleh dokter serta perawat yang sigap.

“Saya tidak mengeluarkan biaya tambahan apa pun. Semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dan saya merasa sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan,” katanya.

Setelah menjalani perawatan selama empat hari, akhirnya pada 5 Februari 2025, anaknya diperbolehkan pulang dengan kondisi yang jauh lebih baik. Dokter memberikan surat kontrol untuk memastikan kondisi anaknya benar-benar pulih sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Saat kontrol pun, Purwantiningsih kembali menggunakan BPJS Kesehatan dengan pendaftaran antrean online melalui Mobile JKN. Dengan fitur ini, ia tak perlu lagi menunggu lama di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan.

“Fitur antrean online sangat membantu, saya bisa langsung datang sesuai jadwal tanpa perlu antre panjang. Ini benar-benar inovasi yang membuat pelayanan kesehatan lebih mudah diakses,” jelasnya.

Dari pengalaman ini, Purwantiningsih semakin yakin bahwa BPJS Kesehatan merupakan solusi terbaik untuk jaminan kesehatan keluarga. Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kepesertaan dalam BPJS Kesehatan agar mereka juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

“Saya ingin berbagi pengalaman ini agar masyarakat tahu bahwa BPJS Kesehatan benar-benar memberikan perlindungan yang nyata. Tidak perlu takut atau ragu untuk menggunakannya, karena pelayanan yang diberikan sangat baik dan memadai,” katanya.

Sebagai pegawai BPJS Kesehatan, Purwantiningsih sendiri merasakan langsung manfaat dari program yang ia ikut kelola. Dengan cakupan fasilitas yang luas, prosedur yang mudah, serta layanan digital yang semakin canggih, ia yakin BPJS Kesehatan adalah pilihan terbaik untuk jaminan kesehatan.

“Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kesehatan itu sangat penting, dan memiliki perlindungan seperti BPJS Kesehatan akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi situasi darurat,” tutupnya. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka