Advertise

KABAR RASIKA

Lebih Dari 30 CCTV Mati Total di 8 Titik Rawan Kota Santri

Lebih Dari 30 CCTV Mati Total di 8 Titik Rawan Kota Santri

Lebih Dari 30 CCTV Mati Total di 8 Titik Rawan Kota Santri

: dok. google

Ilustrasi gambar CCTV (Closed Circuit Television)

KAJEN – Keberadaan CCTV di titik rawan terutama di jalan raya sangat besar manfaatnya. Terutama untuk keperluan pantauan lalu lintas, kamera yang juga kerap di sebut CCTV (Closed Circuit Television ini sangat berguna terutama di traffic light. Bahkan dalam perkembangannya CCTV digunakan sebagai alat tilang elektronik (E-TLE).

Namun sangat disayangkan CCTV yang ada di 8 titik rawan di Kabupaten Pekalongan semuanya dalam kondisi mati. Kalaupun berfungsi namun tidak berfungsi maksimal karena terdapat kerusakan. Delapan titik rawan tersebut di antaranya di jalur pantura seperti cctv batas kota dengan Pemalang tepatnya di Rembun, Perempatan Besar Gumawang, Pasar Wiradesa, traffic light Pacar, batas kota Pekalongan di Tirto. Itupun belum termasuk di dalam kota Kabupaten Pekalongan seperti Sibedug, pasar Bojong dan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto saat di wawancari reporter Rasika FM (02/08/2023) mengatakan keberadaan CCTV sangat membantu tugas-tugas Dinas Perhubungan khususnya untuk memantau daerah-daerah dengan resiko tinggi terhadap keselamatan dan pengguna lalu lintas jalan raya.

“Tetapi sejak adanya pandemic covid-19 sehingga ada refocusing anggaran. Sehingga cctv menjadi salah satu kegiatan yang tidak menjadi prioritas sehingga tidak dianggarkan karena penganggarannya cukup besar (yaitu) anggaran pemeliharaan dan akses internet itu. Lha sampai sekarang belum ada support (dukungan) anggaran lagi”, jelas Agus.

Saat ini Dinas Perhungunan sedang focus pada kamera tilang elektronik (E-TLE) yang telah terpasang di dua titik yaitu di sebelah utara perempatan Sibedug Kajen dan sebelah utara pertigaan Podo. Kedua kamera E-TLE tersebut memantau kendaaraan dari arah selatan yang menuju ke utara.

“Tahun 2022 kita juga ada kegiatan pengadaan E-TLE. Sehingga saat ini kita masih focus pada optimalisasi penggunaan E-TLE itu dan penggarannya besar itu. Walaupun hanya dua, ya nanti bertahap lah”, tambah Agus.

Pihaknya juga menghimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati dalam berkendara. Karena volume kendaraan semakin banyak dan di beberapa titik juga masih terkendala minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Pekalongan.

Sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk memberikan perhatian khusus terkait keberadaan CCTV yang tidak berfungsi karena rusak. Terlebih selain berfungsi sebagai E-TLE, CCTV juga berfungsi sebagai bukti kejahatan, mengetahui kondisi lalulintas, mengurangi kerugian akibat bencana alam dan terpenting membuat jalan raya lebih aman walaupun pengguna jalan tetap wajib tertib berlalu lintas tanpa berpatokan dengan kehadiran kamera pengawas.

Selain itu Kamera CCTV merupakan salah satu contoh dari aplikasi Smart City, karena dengan kamera ini maka pihak pemerintah dapat mengawasi lingkungan secara real time selama 24 jam. Adanya pengawasan ini membuat rasa aman pada masyarakat. Saat ini beberapa kota mulai berlomba dalam menerapkan Smart City atau biasa disebut Kota Cerdas. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka