KAJEN — Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX di UIN Gus Dur Pekalongan, Minggu (4/10/2026).
Konfercab kali ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban.” Selain menjadi forum evaluasi dan konsolidasi organisasi, konferensi tersebut menjadi momentum untuk menentukan ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan yang baru.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, keberadaan Muslimat NU selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara Muslimat NU dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan perlu terus diperkuat, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat.
“Keberhasilan-keberhasilan Muslimat Kabupaten Pekalongan membantu program Pemerintah Kabupaten Pekalongan seperti pengentasan kemiskinan, kemandirian ekonomi, pengentasan stunting, pengurangan angka pengangguran terbuka dan seterusnya, ini hampir identik dengan kiprah Muslimat selama ini,” kata Sukirman.
Selain pemberdayaan ekonomi dan sosial, Sukirman menilai peran Muslimat NU di bidang pendidikan juga cukup besar. Muslimat turut mengelola berbagai lembaga pendidikan, mulai dari madrasah, PAUD hingga TK.
Ia berharap kepemimpinan baru yang terpilih melalui Konfercab IX mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan pemberdayaan perempuan.
Sukirman juga menekankan pentingnya menjaga kemandirian organisasi dan kerukunan di tengah dinamika politik.
Menurutnya, organisasi tetap memiliki sikap dan pilihan politik sebagai bagian dari kehidupan bernegara. Namun, hal tersebut tidak boleh mengganggu persatuan dan tujuan bersama organisasi.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudlori menegaskan Muslimat NU harus terus membangun kekuatan mandiri agar tidak sekadar menjadi penonton dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Muslimat harus punya kekuatan, punya power, self-powering. Itu harus punya kemampuan,” ujarnya.
Menurut Muslikh, kemandirian tersebut telah terlihat melalui kolaborasi Muslimat dengan PCNU, khususnya dalam merespons berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ia menilai kekuatan internal tersebut penting untuk menjaga jati diri Muslimat sebagai organisasi yang mandiri dan tidak mudah terintervensi kepentingan politik maupun pihak lain.
Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab IX Hj. Nisrokhah mengatakan proses penentuan ketua baru masih berlangsung. Forum terlebih dahulu membahas pengesahan tata tertib melalui pleno pertama.
Tahapan berikutnya mencakup penjaringan bakal calon, pemilihan hingga penetapan ketua terpilih.
“Pleno pertama rancangan pengesahan tata tertib. Nanti ada proses penjaringan, pembalonan, kemudian ada proses pemilihan dan penetapan,” jelasnya.
Nisrokhah mengatakan jumlah maupun nama kandidat ketua belum dapat dipastikan karena masih menunggu proses penjaringan dan pembalonan dalam forum konferensi.
Konfercab IX diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Sesuai tema yang diusung, forum tersebut menjadi momentum untuk menjaga tradisi organisasi, memperkuat kemandirian Muslimat NU serta memperbesar kontribusinya dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih teduh dan berdaya. (gus)