Advertise

KABAR RASIKA

Ex Karyawan Pismatex Tagih Uang Pesangon

Ex Karyawan Pismatex Tagih Uang Pesangon

Ex Karyawan Pismatex Tagih Uang Pesangon

AUDIENSI – Mantan Karyawan PT. Pismatex yang melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Pekalongan menuntut hak pesangon (21/11/2023 – dok. Bagus Rasika)

KAJEN – Ratusan orang yang tergabung dalam PSP SPN PT. Pismatex menggelar aksi audiensi di gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (21/11/2023).

Mereka menyampaikan aspirasinya karena adanya permasalahan ketenagakerjaan di PT. Pismatex (sekarang PT. Gajah Duduk).

Sebelumnya oleh putusan pengadilan pada 13 Desember 2022 PT. Pismatex dinyatakan pailit. Para karyawan yang dirumahkan selama hampir satu tahun belum mendapatkan kejelasan atas hak pesangon. Dari data yang ada sejak 18 November 2023 kurang lebih ada 100 karyawan PT. Gajah Duduk yang di PHK tanpa pesangon.

Selain itu beberapa karyawan juga menolak tanda tangan perjanjian kerja karena tidak diberikan kesempatan untuk membaca isi perjanjian kerja.

Ditambah lagi berhembus isu dugaan karyawan PT. Gajah Duduk akan diberlakukan sistem outsourcing yang tentu saja merugikan karyawan. Karyawan juga mengeluh dengan jam kerja yang tidak jelas karena penjadwalan karyawan yang berubah-ubah seperti bekerja hanya 2 sampai 8 hari dalam sebulan.

Komisi IV DPRD dan Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait untuk menyelesaikan perkara ini. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka