Pekalongan – BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan memberikan Penghargaan Transformasi Digital kepada RSU Anugerah dan TPMD dr. Hadrianus D. Paska, Selasa (30/12). Penyerahan penghargaan dilaksanakan di RSU Anugerah dan dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan serta pimpinan fasilitas kesehatan penerima penghargaan.
RSU Anugerah sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) berhasil meraih Penghargaan Transformasi Digital Bintang 4. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan konsistensi RSU Anugerah dalam mengimplementasikan berbagai sistem digital BPJS Kesehatan, seperti Sistem Antrean Online, Sistem Klaim, E-SEP, Finger Print dan Frista, serta Bridging Farmasi. Implementasi sistem digital ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan dan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sementara itu, dari kategori Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), TPMD dr. Hadrianus D. Paska memperoleh Penghargaan Transformasi Digital Bintang 3. Penghargaan ini diberikan atas komitmen dalam penerapan Sistem Antrean Online, Sistem Klaim, serta I-Care sebagai bagian dari upaya transformasi digital di layanan kesehatan tingkat pertama.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, yang akrab disapa Cici, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan dari perkembangan pelayanan kesehatan saat ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi peserta JKN.

“BPJS Kesehatan berharap fasilitas kesehatan dapat terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Dengan transformasi digital yang berkembang, pelayanan kesehatan dapat menjadi semakin mudah dan nyaman,” ujar Cici.
Direktur RSU Anugerah, dr. Pamungkas Tunggul Nuswanto, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa RSU Anugerah berkomitmen untuk terus melakukan inovasi guna memastikan pasien tidak mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kami akan terus berinovasi. Ke depan, kami ingin mengembangkan sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi, termasuk bagaimana kecerdasan buatan atau AI dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan,” ungkap dr. Tunggul.
Hal senada disampaikan oleh dr. Hadrianus D. Paska. Ia menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima dan menyebutkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi transformasi digital di layanan FKTP.
“Semoga dengan berkembangnya transformasi digital, manfaat yang dirasakan oleh peserta BPJS Kesehatan semakin besar dan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (jw)