Advertise

KABAR RASIKA

ASN Mulai Disisir, KPK Kejar Jejak Korupsi Fadia Arafiq Tanpa Ampun

ASN Mulai Disisir, KPK Kejar Jejak Korupsi Fadia Arafiq Tanpa Ampun

ASN Mulai Disisir, KPK Kejar Jejak Korupsi Fadia Arafiq Tanpa Ampun

Gedung Polres Pekalongan Kota menjadi lokasi pemeriksaan sejumlah ASN oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan yang menjerat Fadia Arafiq, Selasa (7/4/2026 – dok. Istimewa)

PEKALONGAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan terus bergerak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), dalam pengembangan perkara yang menjerat Fadia Arafiq.

Pantauan di lapangan, tim penyidik KPK menggelar pemeriksaan di Polres Pekalongan Kota, Selasa (7/4/2026). Sejak pagi, satu per satu ASN datang memenuhi panggilan penyidik. Bahkan, ada saksi yang baru tiba sekitar pukul 09.40 WIB, menunjukkan intensitas pemeriksaan yang berlangsung bertahap.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemeriksaan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam kurun waktu 2021 hingga 2026. Rentang waktu yang panjang ini mengindikasikan adanya dugaan praktik yang tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi melibatkan banyak pihak lintas organisasi perangkat daerah.

Sejumlah nama yang dipanggil di antaranya mantan Kepala Dinas Kesehatan Setyawan Dwi Antoro, pejabat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Murdiarso, hingga ASN dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa.

KPK sendiri belum merinci secara terbuka materi pemeriksaan terhadap para saksi. Namun, pemanggilan dari berbagai instansi teknis ini memperlihatkan fokus penyidik pada rantai proses pengadaan—mulai dari perencanaan, administrasi kepegawaian, hingga pelaksanaan proyek.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, membenarkan penggunaan kantornya sebagai lokasi pemeriksaan.

“Betul hari ini ada pemeriksaan KPK, kasus Fadia Arafiq. Informasi yang diterima hingga tanggal 22 April,” ujarnya.

Hingga kini, KPK masih terus mengembangkan perkara dengan memanggil berbagai pihak yang dianggap mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut. Intensifnya pemeriksaan terhadap ASN menandakan bahwa penyidik tengah menelusuri lebih dalam alur dan kemungkinan peran masing-masing pihak dalam dugaan praktik korupsi tersebut.

Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa pengusutan kasus belum mencapai titik akhir. Justru sebaliknya, lingkaran pemeriksaan kian melebar—membuka peluang terungkapnya fakta-fakta baru di balik proyek pengadaan di Kabupaten Pekalongan. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-04-07 at 14.24
63 ASN Diseret Pemeriksaan KPK, Birokrasi Pekalongan Baik-Baik Saja?
PONEK 1
RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK, Fokus Tekan Stunting dan Wasting
WhatsApp Image 2026-04-01 at 16.05
Gedung DPRD Ditunda, Anggaran Dialihkan: 99 Km Jalan Rusak Jadi Prioritas
WhatsApp Image 2026-03-28 at 13.57
Syawalan Pantai Wonokerto Diserbu Ribuan Pengunjung, Siang Hari Tembus 4.000 Orang

TERKINI

WhatsApp Image 2026-04-07 at 14.24
63 ASN Diseret Pemeriksaan KPK, Birokrasi Pekalongan Baik-Baik Saja?
PEKALONGAN – Gelombang pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai bergulir. Total sekitar...
PONEK 1
RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK, Fokus Tekan Stunting dan Wasting
PEKALONGAN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan melalui kegiatan pembinaan jejaring rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK),...
WhatsApp Image 2026-04-01 at 16.05
Gedung DPRD Ditunda, Anggaran Dialihkan: 99 Km Jalan Rusak Jadi Prioritas
KAJEN – Kabupaten Pekalongan mengambil langkah tegas dalam menentukan prioritas pembangunan. Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa pembangunan gedung DPRD resmi ditunda...
WhatsApp Image 2026-03-28 at 13.57
Syawalan Pantai Wonokerto Diserbu Ribuan Pengunjung, Siang Hari Tembus 4.000 Orang
WONOKERTO — Tradisi Syawalan atau tujuh hari pasca Lebaran di Wisata Pantai Wonokerto kembali menunjukkan daya tariknya. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat telah mencapai sekitar 4.000...
WhatsApp Image 2026-03-27 at 12.14
Jalan Ambles Bojong–Kalijambe Disidak DPRD, Diminta Masuk Prioritas Perbaikan 2026
KAJEN – Kerusakan jalan ambles di ruas Pantianom (Kecamatan Bojong) hingga Jembatan Kalijambe (Kecamatan Sragi) mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI...
Muat Lebih

POPULER

SUKIRMAN
Sukirman Resmi Jadi Plt Bupati Pekalongan, Ini Mekanisme Hingga Bisa Menjadi Bupati Definitif
IMG-20250922-WA0017
Mutiara Sapu Bersih Gelar, Kejurkab PBSI Pekalongan 2025 Dibakar Duel Sengit dan Sorak Penonton
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka