[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir

Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir

Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir bersama Plt Kepala SMPN 1 Buaran Mohamad Nurdiyanto meninjau langsung lokasi revitalisasi sekolah, Senin (7/9/2026 – dok. Bagus – Rasika FM).

PEKALONGAN – Revitalisasi SMPN 1 Buaran bukan sekadar membenahi tampilan gedung. Sejumlah persoalan lama di lingkungan sekolah ikut dibongkar, mulai dari pagar bumi yang ambruk hingga halaman yang kerap terendam banjir.

Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak dan wawancara terkait pelaksanaan revitalisasi SMPN 1 Buaran, Senin, 7 September 2026.

Plt Kepala SMPN 1 Buaran, Mohamad Nurdiyanto, mengatakan pembangunan dan penataan sekolah tersebut bersumber dari dua anggaran, yakni APBD dan anggaran dari pemerintah pusat.

Untuk anggaran APBD, kata Nurdiyanto, digunakan antara lain untuk menangani pagar bumi sekolah yang ambruk sepanjang sekitar 40 meter serta menata halaman upacara yang sebelumnya sering terendam banjir.

“Untuk yang APBD itu penanganan bencana pagar bumi yang ambruk sepanjang 40 meter, kemudian penataan halaman upacara yang sebelumnya sering terendam banjir,” jelas Nurdiyanto.

Menurutnya, persoalan pagar tersebut saat ini sudah ditangani. Sementara halaman sekolah juga telah ditinggikan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan genangan.

Selain anggaran daerah, SMPN 1 Buaran juga mendapatkan dana revitalisasi reguler dari pemerintah pusat sebesar Rp571 juta.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta penataan lingkungan sekolah. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola.

Nurdiyanto menjelaskan, persoalan banjir di lingkungan sekolah sebelumnya tidak lepas dari kondisi jalan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan halaman sekolah.

Akibatnya, air cenderung masuk dan menggenangi halaman ketika terjadi hujan.

“Masalah genangan air sebelumnya karena posisi jalan lebih tinggi dari halaman sekolah. Sekarang halaman sudah ditinggikan, sehingga air bisa mengalir ke irigasi,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, meminta revitalisasi tidak berhenti pada pembenahan fisik semata.

Menurutnya, kawasan sekolah harus ditata agar terlihat lebih bagus dengan infrastruktur yang rapi. Persoalan drainase dan aliran air juga harus tetap menjadi perhatian supaya sekolah tidak kembali berhadapan dengan banjir.

Munir mengingatkan, pengerukan drainase dan aliran sungai di kawasan tersebut sebelumnya sudah pernah dilakukan sebagai bagian dari upaya membebaskan sekolah dari persoalan banjir.

Namun, pembenahan fisik menurutnya harus punya dampak yang lebih besar terhadap kegiatan pendidikan.

“Revitalisasi halaman dan gedung harus berbanding lurus dengan peningkatan prestasi siswa dan kualitas belajar mengajar,” tegasnya.

Munir juga meminta pihak sekolah aktif mencegah terjadinya angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Tak kalah penting, hubungan antara sekolah, guru, wali murid, dan siswa diminta terus dibangun secara harmonis. Hal itu dinilai penting untuk mencegah terjadinya berbagai penyimpangan dalam kegiatan pendidikan.

Menanggapi arahan tersebut, Mohamad Nurdiyanto menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan berbagai pesan yang disampaikan.

Ia sekaligus menjelaskan statusnya yang hingga kini masih sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Buaran. Posisi definitifnya berada di SMPN 3 Doro.

Dalam suasana wawancara, Nurdiyanto bahkan sempat berkelakar mengenai kondisi fasilitas sekolah yang dipimpinnya saat ini.

Ia menyebut fasilitas di SMPN 1 Buaran lebih bagus dan berharap bisa ditempatkan secara definitif di sekolah tersebut.

“Fasilitas di SMPN 1 Buaran lebih bagus. Harapannya bisa ditempatkan secara definitif di sini, sehingga bisa lebih mengeksplorasi dan memajukan sekolah,” ujarnya.

Dengan adanya revitalisasi tersebut, pembenahan SMPN 1 Buaran kini tidak hanya menyasar ruang belajar dan perpustakaan. Persoalan lingkungan yang selama ini mengganggu aktivitas sekolah, termasuk genangan air, juga mulai ditangani.

Tantangannya tinggal memastikan bangunan dan lingkungan yang sudah dibenahi benar-benar berujung pada satu hal: sekolah yang lebih nyaman dan proses belajar mengajar yang semakin berkualitas. (Gus)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
KEDUNGWUNI – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mendesak pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang...
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.09
Pernah Jadi Santri, Hj. Hindun Tegaskan: Jangan Minder, Santri Bisa Jadi Pemimpin!
KAJEN – Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Hj. Hindun, mengajak generasi muda agar tidak minder menjadi santri. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter,...
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat komitmen pencegahan korupsi dan gratifikasi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, tidak ada toleransi...
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes
SRAGI – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menemukan sejumlah barang inventaris yang tidak berada di tempatnya saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sragi 2, Senin (19/10/2026). Pemeriksaan ini dilakukan...
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit