KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, nggak mau kompromi soal urusan pungutan liar (pungli) alias palak-memalak. Ia melempar warning keras buat siapa saja yang berani memeras pedagang di ajang Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
Penegasan ini disampaikannya langsung saat membuka hajatan gede PRK di Boulevard Alun-Alun Kajen, Selasa (25/8/2026). Acara pameran dan hiburan rakyat ini digelar khusus untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Sukirman menegaskan, pihak Pemkab sudah pasang kuda-kuda dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menyapu bersih praktik pungli di arena PRK. Ia juga meminta para pedagang dan pelaku usaha nggak perlu ciut nyali kalau dimintai duit di luar aturan resmi.
“Iya, kita sudah membuat aturan main, sudah membentuk satgas. Tinggal kita awasi,” tegas Sukirman.
Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan ini mengimbau pedagang untuk berani buka mulut. “Saya mohon kesadaran juga dari pelaku-pelaku usaha untuk punya keberanian, apabila ada terjadi praktik-praktik kemudian pungli ataupun pungutan di luar resmi negara,” tambahnya. Buat pedagang yang merasa dipalak, nomor hotline pengaduan sudah disebar langsung ke tangan para pedagang di lokasi.
Modus Keamanan dan Kebersihan
Lebih lanjut, Sukirman juga membongkar akal-akalan alias modus yang sering dipakai oknum untuk mengeruk duit dari penyewa stan. Biasanya, pelaku berkedok meminta uang iuran keamanan dan kebersihan. Padahal, urusan itu sudah beres dibayar sejak awal.
“Ya kalau stan itu ada alasan macam-macam untuk keamanan, untuk kebersihan. Padahal ketika mereka membayar satu unit stan ini, itu sudah include (termasuk) di dalamnya adalah keamanan, kebersihan, dan juga penerangan lampunya itu. Jadi unsurnya dari situ modusnya,” bebernya.
Sempat Tiarap, Kini Target Cuan Rp10 Miliar!
Selain urusan sikat pungli, Sukirman juga bawa angin segar soal ekonomi. Ia optimistis PRK tahun ini bakal jadi ladang cuan besar buat masyarakat dan UMKM lokal. Mengingat event pameran ini sempat tiarap akibat situasi nasional di masa lalu, kini ia yakin PRK 2026 bakal membeludak dan sukses meraup untung.
“Itu (dulu) harus tutup karena situasi nasional. Nah, sekarang insyaallah aman. Insyaallah akan melebihi target Rp10 miliar perputaran keuangannya,” ungkap Sukirman optimistis.
Lalu, gimana nasib oknum yang nekat merusak target ekonomi dengan ketahuan malak? Sukirman memastikan sanksi tegas sudah menanti, mulai dari pembinaan sampai diseret ke ranah hukum.
“Ya pasti kita tindak. Kita tindak, kita lakukan pembinaan. Kalau pelanggaran hukumnya parah, ya tentu saja kita laporkan ke kepolisian,” pungkas Sukirman. (gus)