Advertise

KABAR RASIKA

Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri

Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri

Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri

Satu per satu durian dibuka, kualitas dan legitnya daging buah jadi andalan Kedai Durian Madu (KDM) Rogoselo, Kecamatan Doro. Dari durian lokal hingga varian premium, semuanya siap menggoda pecinta durian (dok. Bagus – Rasika FM)

DORO — Musim panen durian mulai berlangsung di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Tak hanya mengandalkan durian yang sudah dikenal masyarakat, kawasan ini juga menyimpan potensi durian lokal dengan karakter rasa dan kualitas yang berbeda-beda.

Salah satunya adalah durian Mingsri, durian lokal asli Desa Rogoselo yang diperkenalkan Kepala Desa Rogoselo sekaligus pemilik Kedai Durian Madu (KDM), Saronto.

Saronto mengatakan, nama Mingsri diambil dari lokasi pohon durian tersebut, yakni Dukuh Mingsri, Desa Rogoselo.

“Ini adalah durian lokal asli Rogoselo. Ini saya kasih nama durian Mingsri. Durian ini sangat tebal, manis, legit,” kata Saronto saat ditemui di Kedai Durian Madu, Rogoselo, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Mingsri belum masuk dalam festival durian. Namun dari sisi rasa dan ketebalan daging buah, durian tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria. Hanya saja, warna daging buahnya belum sekuat durian Matahari yang memiliki warna kuning keemasan.

Saronto menyebut Mingsri masih tergolong langka karena hanya ditemukan dalam jumlah terbatas di wilayah Rogoselo.

“Ini hanya ada di Rogoselo. Karena durian lokal itu 1000 rasa. Jadi 1000 macam pohon itu pasti rasanya beda-beda,” ujarnya.

Doro Diusulkan Jadi Lokasi Festival Durian 2027

Potensi durian lokal di Kecamatan Doro juga membuat Saronto mendorong agar festival durian pada 2027 dapat digelar di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, Doro memiliki produksi durian lokal yang banyak sekaligus berkualitas.

“Maka di tahun 2027 saya usul dengan dinas, mohon ditempatkan di Kecamatan Doro. Karena Kecamatan Doro ini penghasil durian lokal yang berkualitas dan terbanyak,” katanya.

Saronto menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan dalam festival durian. Di antaranya rasa, warna daging, dan ketebalan.

“Yang pertama rasa. Yang kedua warna, ketiga ketebalan. Kalau bentuk ya durian macam-macam bentuknya,” jelasnya.

Mingsri pun berpeluang dibawa ke festival apabila buahnya masih tersedia saat kegiatan digelar. Namun, persoalannya adalah waktu panen.

Saronto mengatakan Mingsri justru muncul lebih awal dan tidak selalu berbuah pada musim durian utama.

“Kalau nanti durian Mingsri ini masih ada, saya ikut sertakan. Karena pas begitu festival ini biasanya duriannya sudah pada habis,” katanya.

Ia menyebut kemunculan buah di luar musim tersebut oleh masyarakat setempat dikenal sebagai musim “teranjalan”.

Harga Durian Lokal Rp30 Ribu-Rp150 Ribu

Untuk harga, durian lokal yang dijual di KDM saat ini berada pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung kualitas buah.

“Kalau durian itu tergantung dari kualitasnya. Walaupun kecil kalau kualitasnya bagus harganya ya mahal,” kata Saronto.

Khusus durian Mingsri, harganya saat ini masih sekitar Rp75 ribu karena belum masuk festival.

“Ini masih standar. Karena belum masuk festival. Kalau sudah masuk festival, kalau dapat juara ya per kilo nanti harganya,” ujarnya.

Kedai Durian Madu atau KDM sendiri merupakan usaha milik Saronto di Desa Rogoselo. Nama tersebut merupakan singkatan dari Kedai Durian Madu.

Ia mengatakan, KDM mengutamakan kualitas durian yang ditawarkan kepada konsumen.

“Kualitasnya. Kualitas duriannya. Saya jamin kualitas durian. Jajan durian di sini tidak manis, ditukar,” tegasnya.

Panen durian lokal di wilayah tersebut mulai berlangsung sejak awal Agustus. KDM biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Sementara periode yang disebut paling ramai adalah saat tahun baru.

Menurut Saronto, permintaan durian dari KDM juga tidak hanya datang dari pengunjung yang makan langsung di lokasi. Sebagian konsumen bahkan memesan untuk dikirim ke luar daerah.

Ia mencontohkan seorang pelanggan dari Jakarta yang awalnya mencoba empat buah durian saat berkunjung. Karena merasa cocok dengan kualitas dan rasanya, pelanggan tersebut kemudian memesan secara rutin hingga dua kali dalam seminggu melalui jasa travel.

“Kebanyakan peminat duren ini daerah Pemalang,” ujarnya.

Punya Sekitar 600 Pohon Durian Premium

Potensi durian di Rogoselo juga terlihat dari lahan yang dikelola Saronto. Ia menyebut memiliki sekitar 600 pohon durian premium yang ditanam di lahan miliknya sendiri seluas kurang lebih empat hektare.

“Saya punya lahan durian, tanaman durian premium kurang lebih 600-an pohon. 600-an pohon itu kalau milik saya sendiri kurang lebih hanya sekitar 4 hektar,” kata Saronto.

Selain kebun milik sendiri, Saronto juga turut mengelola sejumlah kebun durian milik warga bersama keluarganya.

Dengan potensi tersebut, durian lokal Doro tidak hanya berpeluang menjadi komoditas musiman, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekonomi dan wisata berbasis durian. Keberadaan varietas lokal seperti Mingsri menjadi salah satu kekayaan yang bisa terus dikenalkan kepada pasar yang lebih luas. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
KAJEN – Calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan yang masuk daftar berhak lunas diminta mulai menyiapkan dana. Namun, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi belum dimulai...
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah menata kembali personel aparatur sipil negara (ASN) menyusul masih banyaknya jabatan struktural yang kosong. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber...
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
KAJEN — Hj. Sumarwati kembali dipercaya memimpin Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan untuk masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX PC Muslimat...
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan
KAJEN — Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX di UIN Gus Dur Pekalongan, Minggu (4/10/2026). Konfercab kali ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan...
IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center
KEDUNGWUNI – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan masuk lebih jauh ke pasar digital mulai dilakukan melalui Laboratorium Digital Marketing Program Studi S1 Bisnis Digital ITSNU Pekalongan. Laboratorium...
Muat Lebih

POPULER

Foto 2
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Pelaku Usaha Indonesia Siap Tembus Pasar Global
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra