KAJEN — Lapangan mini soccer di kompleks Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, resmi digunakan, Selasa (18/8/2026). Uji coba lapangan langsung panas. Bukan cuma rumput yang diuji, gengsi antarinstansi ikut dipertaruhkan.
Laga eksibisi mempertemukan sejumlah instansi dan kelompok masyarakat. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah duel OPD Kabupaten Pekalongan melawan DPRD Kabupaten Pekalongan.
Tim OPD yang dimotori langsung Plt. Bupati Pekalongan Sukirman mampu menahan DPRD dengan skor 2-2. Sementara pada laga lainnya, Tim Polres Pekalongan tampil lebih ganas dengan melibas Kodim 0710 Pekalongan 4-1.
Meski berlabel pertandingan persahabatan, duel tetap berjalan dengan semangat kompetitif. Sukirman menyebut pertandingan tersebut sekaligus menjadi uji coba lapangan mini soccer yang baru dibangun atau disempurnakan Pemkab Pekalongan.
“Ini pertandingan persahabatan melibatkan beberapa instansi, di antaranya TNI, Polres, Bank Jateng, kelompok masyarakat para pengusaha, lalu kemudian kami sendiri para OPD, dan satunya DPRD,” kata Sukirman.
Menurutnya, lapangan tersebut tidak hanya disiapkan untuk kegiatan pemerintah. Masyarakat juga bisa memanfaatkannya secara gratis.
“Nah, ini juga nanti untuk masyarakat. Masyarakat bisa memakai ini cuma-cuma, tapi nanti tentu terjadwal karena berbagai macam kelompok masyarakat harus terjadwal, tetap mendaftar,” ujarnya.
Untuk penggunaan lapangan, masyarakat diminta melakukan pendaftaran melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata sebagai pengelola.
Sukirman sendiri ikut turun gelanggang. Namun, usia rupanya tetap punya aturan main. Usai pertandingan, ia mengaku harus megap-megap.
“Ya biasa, megap-megap, tapi lapangannya oke,” katanya sambil menambahkan masih ada sejumlah penyempurnaan yang perlu dilakukan, salah satunya penerangan.
“Misalnya nanti lampu agar bisa dipakai 24 jam,” ujarnya.
Pemkab Pekalongan memang sengaja membuka akses lapangan tersebut bagi masyarakat. Sukirman mengatakan fasilitas itu diperuntukkan bagi anak-anak, remaja maupun siapa saja yang memiliki hobi bermain mini soccer.
“Ya, karena ini fasilitas yang dibangun oleh Pemkab dan memang kita peruntukkan untuk kelompok-kelompok anak-anak, remaja, siapapun yang memang menghobi mini soccer silakan dipakai,” kata Sukirman.
Ia menilai keberadaan lapangan gratis ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini harus merogoh kocek ketika bermain di lapangan komersial.
“Karena kalau nyewa di luar kan harganya cukup berimbang (mahal) begitu ya,” ujarnya.

Bukan sekadar seremoni Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, penggunaan lapangan tersebut juga diarahkan untuk menjadi kegiatan rutin. Sukirman bahkan mengaku dirinya selama ini cukup rutin bermain di lapangan swasta.
“Iya, iya nanti kita akan coba rutinkan karena saya sendiri sih sebenarnya juga sering main rutin di swasta, di lapangan swasta,” katanya.
Namun, gratis bukan berarti bebas semaunya. Sukirman meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas sekaligus mematuhi sistem pendaftaran agar tidak terjadi benturan jadwal antar-kelompok.
“Kita jaga, kita rawat, lalu main tetap harus izin. Artinya tetap harus terdaftar agar tidak bersinggungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya yang ingin menggunakan,” tegasnya.
Dengan dibukanya lapangan baru ini, Alun-Alun Kajen kini tak cuma menjadi ruang publik untuk bersantai. Lapangan mini soccer tersebut diharapkan menjadi arena baru bagi masyarakat Pekalongan untuk berolahraga, berkumpul, sekaligus mengasah talenta sepak bola tanpa harus selalu mengeluarkan biaya sewa lapangan. (gus)