KAJEN – Bola panas dugaan hubungan khusus seorang Kepala Dinas strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan staf perempuan berinisial DL belum juga padam.
Setelah sebelumnya muncul keterangan seorang saksi yang mengaku memergoki keduanya di ruang kerja, kini Kepala Dinas berinisial M memberikan bantahan keras.
M bahkan menyebut informasi yang beredar sebagai “berita sampah” dan “hoax” karena menurutnya tidak memiliki bukti yang valid.
Namun di sisi lain, saksi yang sebelumnya memberikan keterangan kepada Rasika FM Pekalongan tetap mempertahankan kesaksiannya.
Belum selesai sampai di situ. Penelusuran lanjutan Rasika FM Pekalongan juga memperoleh informasi mengenai dugaan adanya upaya “pengkondisian” agar persoalan tersebut tidak diberitakan.
KEPALA DINAS: “SAYA DEKAT DENGAN SEMUA STAF”
M ditemui wartawan di Alun-Alun Kajen, Senin (17/8/2026).
Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan kedekatannya dengan DL, M mengatakan dirinya memang dekat dengan seluruh staf.
“Lha saya dengan staf dekat semua, dekat semua. Enggak ada yang enggak dekat. Kalau kayak gitu itu ya mbok dibuktikannya itu valid, bukan rumor,” ujar M.
Menurut M, hubungan dekat tersebut semata-mata berkaitan dengan pekerjaan.
“Wong staf itu kalau ketemu di kantor ya semua kan kaitannya dengan pekerjaan, enggak ada yang di luar pekerjaan,” katanya.
M juga menegaskan tidak ada staf tertentu yang mendapat perlakuan istimewa.
“Saya itu tidak ada yang lebih istimewa dekat dengan siapa. Semua dekat,” ujarnya.
Ia kemudian meminta pihak yang menyampaikan tudingan menunjukkan bukti.
“Kalau ada buktinya, mana buktinya?” kata M.
SAKSI A TETAP BERTAHAN
Di tengah bantahan M tersebut, Rasika FM Pekalongan kembali mewawancarai saksi A secara terpisah pada Senin (17/08/2026).
A tetap pada keterangan sebelumnya.
Ia mengaku melihat sendiri kejadian di ruang kerja M ketika hendak menemui Kepala Dinas tersebut.
A menegaskan keterangannya bukan berasal dari cerita orang lain.
MUNCUL INFORMASI DUGAAN “PENGKONDISIAN”
Penelusuran tidak berhenti pada bantahan dan kesaksian tersebut.
Reporter Rasika FM Pekalongan memperoleh informasi langsung dari seseorang yang mengaku mengetahui proses konfirmasi terhadap M terkait persoalan ini. Narasumber menyebutkan proses konfirmasi dilakukan jauh hari sebelum berita ini muncul.
Menurut sumber tersebut, terdapat upaya agar informasi mengenai dugaan hubungan khusus itu tidak diberitakan.
Sumber mengaku bahwa upaya tersebut dilakukan melalui seseorang yang disebut sebagai tangan kanan M.
Lebih jauh, sumber tersebut menyebut adanya dugaan pemberian sejumlah uang agar informasi tersebut tidak dipublikasikan.
Informasi ini membuat persoalan berkembang ke arah yang berbeda.
Jika benar terjadi, persoalannya bukan lagi sekadar membantah atau membenarkan dugaan hubungan pribadi, melainkan menyangkut dugaan upaya memengaruhi pihak lain agar sebuah informasi tidak diberitakan.
SIAPA MEMBERI, SIAPA MENERIMA?
Pertanyaan berikutnya menjadi penting.
Benarkah ada uang yang diberikan?
Siapa yang menyerahkan?
Siapa yang menerima?
Berapa jumlahnya?
Kapan diberikan?
Dan yang paling penting, benarkah pemberian tersebut dimaksudkan agar informasi tidak diberitakan?
Rasika FM Pekalongan akan terus menelusuri.
Satu hal yang pasti: cerita ini belum selesai. (GUS)
Disclaimer : Rasika FM Pekalongan tetap membuka ruang yang seluas-luasnya bagi semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi, bantahan, dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan serta Kode Etik Jurnalistik.