Advertise

KABAR RASIKA

Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir

Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir

Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, berbincang dengan warga terdampak banjir saat monitoring di lokasi pengungsian Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan (dok. Istimewa)

KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih fungsi lahan di kawasan hulu dan kepadatan bangunan di sepanjang sempadan sungai.

Hal itu disampaikan Munir dalam wawancara bersama Reporter Rasika FM Pekalongan, Jumat (13/2/2026), di ruang kerjanya.

“Ini kan karena alam ekstrem, kemudian karena ulah manusia juga. Satu yang sering saya sampaikan, karena di hulu itu tidak terkendali yang namanya alih fungsi lahan. Karena itu, mestinya bagaimana hulu ini harus kita selesaikan,” ujar Munir.

Ia juga menyoroti keberadaan bangunan di bantaran sungai yang dinilai memperparah kondisi aliran air.

“Bangunan-bangunan yang ada di sekitar pinggir sungai, nah itu harus kita selesaikan. Kemudian bagaimana soal penanganan di hilirnya,” lanjutnya.

Munir menilai bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan langkah darurat. Menurutnya, dapur umum dan bantuan logistik memang penting, namun tidak menyentuh akar persoalan.

“Kalau hanya sekadar kasih makan, kalau sekadar ada dapur umum, tidak menyelesaikan masalah. Ini hanya tanggap darurat, tapi penyelesaiannya bukan itu sebenarnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang diperpanjang selama 14 hari. Langkah ini diiringi dengan pergeseran anggaran serta pemanfaatan dana tak terduga.

“Dana itu digunakan agar masyarakat terdampak bisa hidup layak, tetap bisa makan, tidak sakit. Dana itu kita selesaikan menggunakan dana tak terduga,” kata Munir.

Untuk penanganan banjir di wilayah Kecamatan Tirto, khususnya Jeruksari, DPRD mendorong percepatan proyek dari pemerintah pusat. Munir menyebut, telah tersedia anggaran sebesar Rp37,08 miliar dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal PSDA untuk penanganan Kali Bremi.

“Itu termasuk perbaikan tanggul, kemudian pengerukan. Insyaallah setelah Lebaran akan dimulai, ini proses lelang. Kalau sudah terselesaikan di tahun 2026, maka Jeruksari terselesaikan,” ungkapnya.

Usulan Sungai Meduri dan Bendung Gerak
Tak berhenti di Kali Bremi, DPRD juga mengajukan penanganan Sungai Meduri ke pemerintah pusat. Munir menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen PSDA dan akan melanjutkan ke BBWS.

“Untuk peninggian tanggul Sungai Meduri, kemudian pengerukan, sehingga diharapkan tahun 2027 penanganan Desa Karangjompo, Mulyorejo, kemudian Tegaldowo akan kita selesaikan dengan bantuan pusat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Pekalongan secara menyeluruh, DPRD mendorong kelanjutan proyek Bendung Gerak pada 2026, dengan fokus awal pada pembebasan lahan.

“Ini yang akan kami lakukan dan DPRD mendorong agar berlanjut di tahun 2027. Kita tarik, kita mohonkan kepada pusat agar benar-benar direalisasikan,” tutup Munir. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-27 at 12.08
Mahasiswa KPI UIN Gusdur Tak Cuma PPL, Mereka Ikut Garap Podcast BISIK KPU Kabupaten Pekalongan
RSUD PRK
Berobat Gratis Pulang Nenteng Hadiah! RSUD Kraton Pekalongan Unjuk Wajah Baru di Pekan Raya Kajen 2026
PRK
Awas Palak Pedagang! Berani Pungli Di PRK, Plt Bupati Sukirman: Kita Seret Ke Polisi!
WhatsApp Image 2026-08-25 at 12.11
DPRD Kabupaten Pekalongan Tegaskan Komitmen Disiplin, Persatuan dan Kerja Nyata di Hari Jadi ke-404

TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-27 at 12.08
Mahasiswa KPI UIN Gusdur Tak Cuma PPL, Mereka Ikut Garap Podcast BISIK KPU Kabupaten Pekalongan
PEKALONGAN – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di KPU Kabupaten...
GERINDRA
Tegas! Gerindra Pekalongan Lawan Isu Prabowo Tak Sampai 2029
KAJEN – Isu liar mengenai dinamika masa depan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memantik reaksi keras dari daerah. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan, Catur Andriansah, secara...
DUTA CUP
Gaspol! Duta Albasy Cup 2026 Pasti Kick-Off Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Kepastian tancap gasnya turnamen sepak bola bergengsi Duta Albasy Cup 2026 akhirnya terjawab lunas. Nggak pakai mundur, turnamen yang bakal diikuti 32 tim ini dipastikan siap kick-off pada Kamis,...
RSUD PRK
Berobat Gratis Pulang Nenteng Hadiah! RSUD Kraton Pekalongan Unjuk Wajah Baru di Pekan Raya Kajen 2026
KAJEN – Ada yang beda dan bikin warga sumringah di ajang Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. RSUD Kraton Pekalongan membuka stan spesial yang tidak hanya melayani cek kesehatan cuma-cuma, tapi juga bagi-bagi...
PRK
Awas Palak Pedagang! Berani Pungli Di PRK, Plt Bupati Sukirman: Kita Seret Ke Polisi!
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, nggak mau kompromi soal urusan pungutan liar (pungli) alias palak-memalak. Ia melempar warning keras buat siapa saja yang berani memeras pedagang di ajang Pekan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.03
Kajen Bangkit Lewat Olahraga, Sukirman Soroti Prestasi dan Infrastruktur Pekalongan
Kantor Bupati 1
Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA
DUTA CUP
Gaspol! Duta Albasy Cup 2026 Pasti Kick-Off Kamis, 27 Agustus 2026