Advertise

KABAR RASIKA

Ketua DPRD Pekalongan Dorong Kegiatan APBD Dimulai Februari: “Agar Tak Menumpuk di Akhir Tahun”

Ketua DPRD Pekalongan Dorong Kegiatan APBD Dimulai Februari: “Agar Tak Menumpuk di Akhir Tahun”

Ketua DPRD Pekalongan Dorong Kegiatan APBD Dimulai Februari: “Agar Tak Menumpuk di Akhir Tahun”

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mendorong agar pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBD dapat dimulai sejak Februari setiap tahunnya. Usulan ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (15/10/2025), di Gedung Paripurna DPRD setempat.

kAJEN — Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mengusulkan agar kegiatan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai dilaksanakan sejak bulan Februari setiap tahunnya. Usulan tersebut disampaikan Munir usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam agenda “Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026”, Rabu (15/10/2025) di Gedung Paripurna DPRD setempat.

Menurut Munir, percepatan pelaksanaan kegiatan sangat penting agar pelaksanaan proyek tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Penumpukan tersebut, kata dia, berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan serta menyulitkan pengawasan.

“Setiap penyusunan anggaran sebenarnya sudah disepakati bahwa paket-paket kegiatan diumumkan awal Januari. Idealnya, April sudah bisa mulai pelaksanaan. Tapi yang terjadi sekarang, kegiatan baru mulai Juli atau Agustus, bahkan ada yang belum jalan sama sekali,” ujar Munir.

Ia menegaskan, kegiatan yang terlambat berakibat pada pekerjaan yang dikejar waktu menjelang akhir tahun, sehingga kualitasnya tidak maksimal.

“Kalau kegiatan dikerjakan mepet akhir tahun, akibatnya kerja sambil lari. Kualitas pasti turun, pengawasan sulit. Ketika harus selesai tapi belum rampung, padahal sudah harus dibayar, itu kan jadi persoalan. Mau dibayar pekerjaan belum rampung, juga sulit,” tegasnya.

Munir berharap mulai tahun 2026, proses perencanaan dan pembahasan anggaran bisa dilakukan secara lebih matang, sehingga kegiatan bisa tayang dan berjalan di awal tahun.

“Harapannya tahun 2026, Januari sudah bisa tayang kalau perencanaannya sudah jadi. Karena itu pembahasan di DPRD akan kami lihat, apakah RAB-nya sudah mapan, bentuk bangunannya jelas, dan detail lainnya sudah siap,” imbuhnya.

Ia juga mengkritisi jawaban klise dari pihak eksekutif yang sering menyebut perubahan regulasi sebagai alasan keterlambatan.

“Selama ini kami selalu menanyakan terus, tapi jawabannya klise. Padahal kalau anggaran sudah diketok, kegiatan mestinya bisa langsung jalan. Di kabupaten lain sudah begitu kok,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman menyambut positif usulan dari Ketua DPRD tersebut. Ia menyebut masukan tersebut sebagai bentuk koreksi yang membangun agar percepatan pembangunan dapat dirasakan masyarakat lebih awal di tahun anggaran berjalan.

“Koreksi dari DPRD kami maknai positif, agar percepatan pembangunan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat sejak awal tahun. Kami menargetkan Februari 2026 sudah mulai penataan dokumen, Maret proses lelang, dan seterusnya,” jelas Sukirman.

Namun, Sukirman juga menekankan bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan tetap harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

“Kadang memang molor karena harus betul-betul menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan pusat soal efisiensi anggaran. Tapi kalau sudah tertata di APBD, insyaallah akan kami dorong secepat mungkin,” ungkapnya.

Dengan langkah tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap tahun anggaran 2026 dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta berdampak langsung bagi masyarakat sejak awal tahun. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-14 at 10.59
DKPP Kabupaten Pekalongan Dorong Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkaratoon 2026
DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
KTP 1
KTP Kepung Komplek Pemda, Mosi Tak Percaya Sekda Digelar Terbuka: "Turunkan Sekda!"
WhatsApp Image 2026-07-07 at 11.16
Sabu 5,45 Gram Diduga Siap Diedarkan, Pria 24 Tahun di Wiradesa Diciduk

TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-14 at 10.59
DKPP Kabupaten Pekalongan Dorong Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkaratoon 2026
KAJEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan mulai mengakselerasi program peremajaan tanaman tebu melalui Program Bongkaratoon Tebu 2026. Program tersebut menjadi salah satu...
DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah usai seluruh fraksi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang...
KTP 1
KTP Kepung Komplek Pemda, Mosi Tak Percaya Sekda Digelar Terbuka: "Turunkan Sekda!"
KAJEN – Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) untuk kedua kalinya menggelar aksi terbuka di kawasan Komplek Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jumat (10/7/2026). Lima mobil yang dipenuhi stiker berisi berbagai...
WhatsApp Image 2026-07-07 at 11.16
Sabu 5,45 Gram Diduga Siap Diedarkan, Pria 24 Tahun di Wiradesa Diciduk
KAJEN – Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, kembali terungkap. Seorang pria berinisial HF (24) ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan setelah diduga menguasai...
WhatsApp Image 2026-07-06 at 09.40
Pemuda di Karangdadap Tewas Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
KAJEN – Seorang pemuda berinisial DF (20), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Minggu (5/7/2026) pagi. Korban mengalami luka...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan
BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
WhatsApp Image 2025-07-31 at 17.57
Dari Anak Petani hingga Puncak Parlemen Daerah: Kisah Perjalanan Politik H. Abdul Munir, Ketua DPRD Pekalongan