Advertise

KABAR RASIKA

Bupati Fadia Batalkan Lima Hari Sekolah, Pertimbangkan Kultur “Kota Santri”

Bupati Fadia Batalkan Lima Hari Sekolah, Pertimbangkan Kultur “Kota Santri”

Bupati Fadia Batalkan Lima Hari Sekolah, Pertimbangkan Kultur “Kota Santri”

Bupati Fadia saat memberikan keterangan pers terkait peniadaan program lima hari sekolah di Kabupaten Pekalongan (17/08/2025 – dok. Bagus/Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Rencana pemberlakuan lima hari sekolah di Kabupaten Pekalongan resmi dibatalkan. Keputusan tersebut diambil langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, setelah menerima berbagai masukan dari tokoh masyarakat, khususnya dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Bupati Fadia menegaskan, kebijakan pembatalan ini dilakukan demi menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan kegiatan keagamaan yang telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Pekalongan, Minggu 17 Agustus 2025.

“Jadi soal lima hari sekolah ini, kita belum mengujicoba. Kemarin baru mau diujicoba. Tapi kita tidak boleh lupa bahwa Pekalongan ini adalah Kota Santri. Anak-anak kita kalau habis sekolah formal, dia sekolah TPQ, sekolah agama. Dengan adanya lima hari sekolah, takutnya ngajinya terganggu,” tegas Fadia Arafiq.

Menurutnya, usulan agar tetap menggunakan sistem enam hari sekolah datang langsung saat Ketua NU dan keluarga besar Muhammadiyah bersilaturahmi ke kantor bupati. Mereka meminta agar pemerintah daerah mempertimbangkan dampak penerapan lima hari sekolah terhadap kegiatan keagamaan siswa.

“Oleh sebab itu, saya memutuskan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk meniadakan lima hari sekolah untuk sekolah negeri, khususnya SD dan SMP. Untuk SMA itu kewenangan provinsi. Jadi ini dibatalkan, bahkan belum sempat diujicoba,” lanjut Fadia.

Bupati juga menegaskan, pembatalan ini murni karena alasan kultur masyarakat Pekalongan sebagai Kota Santri, bukan karena ada kasus serupa di daerah lain.

Sementara itu, Anggota DPR RI asal Pekalongan, Ashraff Abu, memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Fadia yang lebih mengedepankan aspirasi masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kalau saya, sebagai wakil rakyat, saya selalu mendorong pemerintah daerah untuk segala keputusan yang dibuat harus mendengar pendapat rakyat. Jangan membuat keputusan dengan rasa ego, karena itu membahayakan diri sendiri dan membuat rakyat tidak nyaman. Jadi setiap keputusan harus seimbang dengan suara rakyat,” ungkapnya.

Dengan keputusan ini, sekolah negeri di Kabupaten Pekalongan, khususnya tingkat SD dan SMP, tetap menjalankan sistem enam hari sekolah sebagaimana biasanya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
KAJEN – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Di tengah berbagai persoalan daerah, mulai dari infrastruktur rusak...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi...
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan
KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari...
Muat Lebih

POPULER

UNDIP 3 A
Mahasiswa KKN Undip Ajak UMKM Bertransformasi Melakui Akselerasi Kebijakan
WhatsApp Image 2025-12-26 at 19.04
Squad Nusantara Pantura Pekalongan Dikukuhkan, Siap Bergerak Sosial
WhatsApp Image 2025-12-31 at 11.49
Kasus Kejahatan di Pekalongan Naik Tipis Sepanjang 2025, Kecelakaan Lalu Lintas Justru Menurun