[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Study Tour Jadi Perhatian, Komisi IV Angkat Bicara

Study Tour Jadi Perhatian, Komisi IV Angkat Bicara

Study Tour Jadi Perhatian, Komisi IV Angkat Bicara

ilustrasi study tour (sumber : google)

KAJEN – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir memberikan tanggapan tentang kegiatan study tour yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Dirinya meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap kegiatan study tour (tur belajar) yang sudah menjadi kegiatan ‘wajib’ di sekolah-sekolah. Hal tersebut Munir sampaikan melalui sambungan telepon kepada reporter rasikapekalongan.com menyusul tragedi kecelakaan bus yang membawa siswa SMK Lingga Kencana Kota Depok saat melakukan study tour ke Ciater, Subang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Dirinya mengatakan perlunya dievaluasi menyeluruh mengenai tujuan, manfaat, dan kelayakan program yang sudah menjadi agenda tahunan di sekolah tersebut. Karena sebenarnya, menurut Munir,  study tour sebuah keperluan bagi siswa untuk menambah pemahaman tentang pendidikan dan refreshing. Tetapi memang saat ini yang disoal adalah bagaimana agar study tour ini memang harus dikemas dalam suasana yang menggembirakan dan mengedepankan unsur keamanan.

“Keamanan itu yang menjadi soal karena itu berhubungan dengan transportasi, kepadatan jalan dan lokasi tujuan. Sebenarnya kalau transportasi itu bagus, kemudian semua perusahaan otobus itu telah melalui uji standart pelayanan bus secara baik tentu (keselematan) akan terjaga”, jelas Munir.

Namun pihaknya juga tidak serta merta dapat mengontrol ketika banyak pengguna bus dan persoalannya adalah transportasi yang digunakan itu memenuhi laik jalan dan normal atau tidak. Jadi, tambah Munir, bukan persoalan study tournya tetapi pada perusahaan otobus atau angkutannya yang perlu mendapatkan kepastian safety.

“Mestinya Dinas Perhubungan khususnya Kabupaten Pekalongan yang harus mengecek semua bus yang akan mengangkut wisata bagi anak-anak pelajar”, tambahnya.

Komisi 4 DPRD Kabupaten Pekalongan rencananya pada 22 Mei 2024 mendatang akan melakukan rapat dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. Pihaknya juga akan mengundang Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) atau Kepala Sekolah se-Kabupaten Pekalongan. Pembahasan utama dalam rapat tersebut menitik beratkan pada pelaksanaan study tour harus memperhatikan keselamatan. Bila perlu komite sekolah dan dewan pendidikan harus dilibatkan dalam pengawasan study tour.

“Bagi sekolah-sekokah yang akan melaksanakan study tour, kami Komisi 4 menghimbau agar anak-anak disiapkan betul, kemudian kesehatannya, pendampingannya. Guru jangan pergi sendiri tapi harus mengawasi muridnya. Kalau menggunakan EO (biro perjalanan), maka guru harus bersama-sama mengecek otobusnya. Kami mohon pemahamannya bagi kepala sekolah”, pungkas Munir.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya mengaku agak trauma dengan adanya kecelakaan siswa yang melakukan beberapa waktu yang lalu. Selain itu biaya yang dibebankan kepada siswa dinilainya terlalu mahal.

“Agak sedikit was-was ya mas. Anak saya juga bilang ke saya jadi takut ikut study tour. Ditambah biayanya juga terbilang mahal. Masak hanya wisata lintas provinsi harganya mendekati angka satu juta. Waktu wisatanya juga pendek, Jadi anak-anak harus kuat fisiknya mas”, jelasnya.

Saat dihubungi oleh reporter rasikapekalongan.com, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto belum mengangkat teleponnya. Sehingga sampai berita ini di tayangkan belum ada tanggapan terkait pengawasan otobus yang akan mengangkut penumpang study tour. (GOES)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”

TERKINI

TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran...
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
KAJEN – Sebanyak 350 personel Polres Pekalongan disiapkan untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Pekalongan. Pengamanan diperkuat TNI, Linmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan,...
KONI
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan Bidik 5 Emas, KONI Keluhkan Anggaran Minim
KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik minimal lima medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Namun, target tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ketua...
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Kajen, Kamis (15/10/2026). Ketua...
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
KAJEN – Ketua LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, melancarkan gerakan moral untuk mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan pengrusakan mobil dinas Bupati Pekalongan. Ia bahkan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
WhatsApp Image 2022-09-29 at 12.42
Executive Karaoke Pekalongan, Tempat Karaoke Terbaik di Jalur Pantura
WhatsApp Image 2026-10-13 at 11.16
TMMD Sengkuyung IV 2026 di Jrebengkembang, Rp300 Juta untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 822,8 Meter