Advertise

KABAR RASIKA

Remaja Disangka Maling Saat Ngobor Burung Gemek, Polsek Kajen Fasilitasi Perdamaian

Remaja Disangka Maling Saat Ngobor Burung Gemek, Polsek Kajen Fasilitasi Perdamaian

Remaja Disangka Maling Saat Ngobor Burung Gemek, Polsek Kajen Fasilitasi Perdamaian

Suasana mediasi di Balai Desa Salit saat Polsek Kajen memfasilitasi klarifikasi antara warga dan tiga remaja yang sempat dicurigai pada dini hari. Proses problem solving berlangsung kondusif dan berakhir dengan kesepakatan kekeluargaan.

KAJEN – Suasana Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, sempat terusik akibat munculnya dugaan aksi pencurian pada dini hari. Tiga remaja yang terlihat berada di belakang kandang ternak warga ternyata bukan maling, melainkan sedang mencari burung gemek menggunakan senter. Kesalahpahaman yang sempat membuat warga resah itu akhirnya dirampungkan dengan cara kekeluargaan melalui mediasi Polsek Kajen.

Kronologi: Dari Curiga Jadi Klarifikasi

Insiden bermula pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 01.30 WIB. Kasmuri, Ketua RT setempat, mendapati tiga remaja berada di belakang kandang miliknya. Merasa curiga karena waktu yang tidak lazim, ia mendekat, namun ketiganya justru lari terbirit-birit.

Keesokan harinya, ketiga anak itu kembali menemui Kasmuri dan memberikan penjelasan bahwa mereka sedang ngobor—tradisi berburu burung gemek pada malam hari dengan bantuan cahaya senter. Untuk mencegah salah paham berkembang menjadi isu yang tidak diinginkan, kedua pihak sepakat duduk bersama dalam forum mediasi.

Mediasi Difasilitasi Polsek Kajen

Pertemuan digelar pada Senin siang (17/11/2025) di Balai Desa Salit. Proses problem solving dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Polsek Kajen, Aipda Mukti Utama. Dalam sesi mediasi, Aipda Mukti memberikan penjelasan bahwa aktivitas mencari burung bukan termasuk tindakan kriminal. Namun, keberadaan tiga remaja itu pada jam rawan dan di area permukiman memang sangat berpotensi menimbulkan kecurigaan.

“Warga wajar merasa waspada. Karena itu kami memberikan pemahaman agar kegiatan seperti mencari burung dilakukan di area yang tidak mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan Ketua RT juga tidak keliru, sebab setiap warga punya hak menjaga keamanan lingkungan dan harta bendanya.

Kapolsek Kajen Tekankan Peran Orang Tua

Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, turut memberikan penegasan mengenai pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.

“Problem solving seperti ini efektif agar keresahan tidak berkembang menjadi konflik. Anak-anak kami edukasi soal etika dan keamanan lingkungan, sementara orang tua kami minta lebih mengawasi kegiatan mereka,” kata Iptu Teguh.

Dengan adanya kesepakatan yang diambil bersama, warga dan keluarga remaja tersebut menyatakan bahwa persoalan ini sudah tuntas dan tidak berlanjut ke ranah hukum.

Sumber : Humas Polres Pekalongan

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-17 at 08.59
Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Rumah Warga di Sragi Roboh
IMG-20260216-WA0005
Teror Penembakan Kedungwuni: Polisi Periksa 9 Saksi dan CCTV Lacak Jejak Pelaku
WhatsApp Image 2026-02-15 at 18.10
Teror Malam di Kedungwuni: Polisi Telusuri Jejak Pelaku Bermotor

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka
WhatsApp Image 2023-11-10 at 15.23
Petugas PLN Tersengat Listrik, Jatuh dari Ketinggian 6 Meter