Advertise

KABAR RASIKA

Bau Bancaan Proyek Revitalisasi Sekolah di Pekalongan, Dugaan Permainan Kontraktor–Konsultan Siap Dilaporkan ke KPK

Bau Bancaan Proyek Revitalisasi Sekolah di Pekalongan, Dugaan Permainan Kontraktor–Konsultan Siap Dilaporkan ke KPK

Bau Bancaan Proyek Revitalisasi Sekolah di Pekalongan, Dugaan Permainan Kontraktor–Konsultan Siap Dilaporkan ke KPK

ktivitas pembangunan revitalisasi gedung sekolah terlihat di lingkungan SMP Negeri 3 Bojong, Kabupaten Pekalongan. Proyek yang bersumber dari dana Banpres revitalisasi sekolah tersebut kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan pekerjaan konstruksi yang tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis.

KAJEN – Program revitalisasi gedung sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bernilai puluhan miliar rupiah di sejumlah sekolah di Kabupaten Pekalongan kini menuai sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak sepenuhnya mengikuti spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.

Program revitalisasi yang seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan itu dilaksanakan di beberapa sekolah, di antaranya SMP 3 Bojong, SMP 2 Karanganyar, SD 3 Legok Kalong, SMP 1 Paninggaran, SMP Islam Walisongo, SMP 2 Tirto, SMP 1 Kajen, serta SMP Satu Atap Telogo Hendro.

Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah pihak menilai terdapat indikasi pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai standar. Sorotan utama mengarah pada pemasangan rangka atap baja ringan serta penggunaan kusen bangunan yang diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis proyek.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, pemasangan rangka atap baja ringan diduga tidak dilakukan oleh tenaga kerja yang memiliki sertifikasi keahlian sebagaimana dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi. Padahal dalam standar pelaksanaan proyek, pemasangan baja ringan semestinya dilakukan oleh tenaga kerja bersertifikat agar kualitas serta keamanan bangunan dapat terjamin.

Di lapangan, sejumlah pekerja yang terlibat dalam pemasangan rangka atap tersebut diduga merupakan tenaga kerja umum tanpa kompetensi khusus maupun sertifikasi yang dipersyaratkan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kualitas hasil pekerjaan dan ketahanan bangunan sekolah dalam jangka panjang, mengingat bangunan tersebut nantinya akan digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.

Selain persoalan tenaga kerja, penggunaan material bangunan juga menjadi perhatian. Beberapa pihak menilai material seperti kusen yang digunakan diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis proyek yang dibiayai dari anggaran negara tersebut.

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menilai proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya dikerjakan secara profesional dan transparan.

“Ini proyek yang dibiayai oleh negara. Harusnya dikerjakan sesuai aturan dan spesifikasi, agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya pada Senin (16/03/2026)

Sumber lain bahkan menyebut proyek revitalisasi tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti dugaan penyimpangan dan siap membawa persoalan tersebut ke aparat penegak hukum atau KPK jika diperlukan.

Menurutnya, terdapat dugaan adanya praktik “main mata” antara kontraktor dan konsultan proyek, sehingga anggaran revitalisasi yang mencapai puluhan miliar rupiah itu diduga menjadi ajang bagi-bagi keuntungan.

“Kami melihat ada indikasi permainan kotor antara kontraktor dan konsultan. Proyek ini nilainya besar, mencapai puluhan miliar dan patut diduga anggarannya jadi bancaan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dugaan praktik monopoli dalam penentuan pemenang proyek, yang menurutnya berpotensi hanya melibatkan pihak-pihak tertentu yang sudah memiliki kedekatan atau kesepakatan sebelumnya.

Menanggapi berbagai temuan tersebut, masyarakat berharap instansi terkait, baik dari dinas pendidikan maupun lembaga pengawas lainnya, dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah tersebut.

Pengawasan dinilai penting untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran negara benar-benar tepat sasaran serta menghasilkan bangunan sekolah yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh dunia pendidikan.

Apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap spesifikasi teknis maupun aturan pelaksanaan proyek, pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

ASHRAFF
Ashraff Abu Turun Langsung di Pekalongan, Tekankan Benteng Pancasila bagi Generasi Muda
DIAN
Mas Dian Dewan Ajak Ratusan Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Kajen
PAN 1
Candra Saputra Didorong Maju Jadi Wakil Bupati Pekalongan
WhatsApp Image 2026-03-13 at 13.48
Ramadhan Ceria di Hotel Marlin Pekalongan: 60 Anak Yatim Diajak Dongeng, Dapat Santunan dan Bingkisan

TERKINI

ASHRAFF
Ashraff Abu Turun Langsung di Pekalongan, Tekankan Benteng Pancasila bagi Generasi Muda
PEKALONGAN — Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Ashraff Abu, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar...
DIAN
Mas Dian Dewan Ajak Ratusan Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Kajen
KAJEN – Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PAN, Nanang Purwidiyanto yang akrab disapa Dian, menggelar kegiatan sosial dengan mengajak anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu berbelanja...
PAN 1
Candra Saputra Didorong Maju Jadi Wakil Bupati Pekalongan
KAJEN – Buka puasa bersama yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (14/3/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen mendadak memunculkan wacana politik...
WhatsApp Image 2026-03-13 at 13.48
Ramadhan Ceria di Hotel Marlin Pekalongan: 60 Anak Yatim Diajak Dongeng, Dapat Santunan dan Bingkisan
PEKALONGAN – Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa di Hotel Marlin Pekalongan saat puluhan anak yatim piatu berkumpul dalam kegiatan bertajuk Ramadhan Ceria, Kamis (13/3/2026) sore. Kegiatan sosial...
RAkor
OTT KPK Guncang Pekalongan, Abdul Munir Gerak Cepat Jaga Pemerintahan Tetap Jalan
KAJEN — Situasi pemerintahan di Kabupaten Pekalongan pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Fadia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tidak dibiarkan berlarut. DPRD Kabupaten Pekalongan langsung...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-03-13 at 13.48
Ramadhan Ceria di Hotel Marlin Pekalongan: 60 Anak Yatim Diajak Dongeng, Dapat Santunan dan Bingkisan
MUNIR 1
Ketua DPRD Pekalongan Abdul Munir Buka Suara Soal OTT Bupati Fadia
ASHRAFF
Ashraff Abu Turun Langsung di Pekalongan, Tekankan Benteng Pancasila bagi Generasi Muda