Advertise

KABAR RASIKA

Balon Udara Bertuliskan “Remaja Mumet” Tersangkut di Jaringan Listrik, Listrik Padam 30 Menit

Balon Udara Bertuliskan “Remaja Mumet” Tersangkut di Jaringan Listrik, Listrik Padam 30 Menit

Balon Udara Bertuliskan “Remaja Mumet” Tersangkut di Jaringan Listrik, Listrik Padam 30 Menit

Polisi turun tangan mengamankan balon udara yang tersangkut tiang listrik (dok. Humas)

KAJEN – Warga Perumahan Villa Berlian, Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dikejutkan dengan insiden balon udara berukuran besar yang tersangkut di jaringan listrik, Jumat (22/08/2025) pagi. Akibatnya, aliran listrik di kawasan tersebut padam selama sekitar 30 menit.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB dan sempat viral di media sosial. Balon berbahan plastik dengan tulisan “Remaja Mumet” itu tersangkut di tiang listrik sehingga menimbulkan gangguan distribusi listrik.

Mendapat laporan warga dan unggahan di media sosial, anggota Polsek Kedungwuni segera mendatangi lokasi. Polisi bersama petugas PLN kemudian melakukan pengecekan dan mengevakuasi balon agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut.

“Dari hasil pengecekan, balon udara tersebut memang tersangkut di jaringan listrik sehingga menyebabkan listrik padam. Balon kemudian dievakuasi oleh pihak PLN dan dibuang untuk mencegah kejadian serupa,” ujar Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., Jumat sore.

Warsito menambahkan, balon udara itu disinyalir berasal dari wilayah Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni. Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi melepas balon udara tanpa kendali karena sangat berbahaya.

“Kami imbau masyarakat untuk lebih bijak dan tidak lagi melepas balon udara sembarangan. Selain bisa menyebabkan pemadaman listrik, juga berisiko menimbulkan kebakaran maupun kecelakaan penerbangan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PLN memastikan aliran listrik di kawasan terdampak sudah kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan.

Sumber: Humas Polres Pekalongan

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka
WhatsApp Image 2023-11-10 at 15.23
Petugas PLN Tersengat Listrik, Jatuh dari Ketinggian 6 Meter