Advertise

KABAR RASIKA

Polisi Bergerak Cepat, Pemuda yang Nongkrong dan Mabuk-Mabukan Lari Tunggang Langgang

Polisi Bergerak Cepat, Pemuda yang Nongkrong dan Mabuk-Mabukan Lari Tunggang Langgang

Polisi Bergerak Cepat, Pemuda yang Nongkrong dan Mabuk-Mabukan Lari Tunggang Langgang

WIRADESA – Respon cepat ditunjukkan Polsek Wiradesa yang mendapat laporan dari warga masyarakat. Dalam laporan via telepon tersebut mengungkapkan adanya kumpulan pemuda yang nongkrong dan mabuk-mabukan di depan sebuah SD di wilayah Gumawang Kec. Wiradesa.

Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Wiradesa AKP Aris Suharsono, S.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, Kamis (18/05) sekitar pukul 23.15 wib, kami menerima laporan dari warga melalui telepon terkait adanya sekumpulan pemuda yang mabuk-mabukan,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, pihaknya bergerak cepat mendatangi lokasi.

Benar juga, ketika petugas akan sampai di lokasi dengan menggunakan KBM dinas serta rotator biru yang menyala membuat para pemuda kocar-kacir berhamburan melarikan diri.

“Saat kami akan tiba di lokasi, mereka mungkin melihat kedatangan kami hingga membuat mereka kocar-kacir melarikan diri,” jelas AKP Aris.

Di lokasi, petugas mendapati 6 unit SPM berbagai merk, botol besar berbau alkohol, botol kecil alkohol 70% dan 2 buah bendera dayax 1981 (gank dari salah satu STM di Wiradesa).

Terkait dengan kejadian tersebut, Kapolsek imbau warga untuk segera melaporkan kepada Polisi apabila menjumpai hal-hal yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Mari kita bersinergi bersama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kab. Pekalongan dan khususnya di Kec. Wiradesa,” pungkasnya.

Sumber : Humas Polres Pekalongan

Tag :

BACA JUGA :

BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
WhatsApp Image 2026-09-07 at 10.55
Video Guru SD Langkap Bikin Geger, Dindikbud Pekalongan Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Jabatan
WhatsApp Image 2026-09-07 at 11.30
Viral Video Dua Guru di Langkap, Sukirman Buka Suara: Bisa Berujung Dipecat!

TERKINI

BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
KAJEN — Relawan Bolone Mase Indonesia kembali merapatkan barisan. Konsolidasi organisasi digelar di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Kajen, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Namun jangan buru-buru mengaitkannya...
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
PEKALONGAN – Jalan Watusalam yang sempat menjadi sorotan karena kondisinya rusak kini mulai dibenahi. Senin (7/9/2026), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir dan wakil ketua DPRD Sumar Rosul...
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir
PEKALONGAN – Revitalisasi SMPN 1 Buaran bukan sekadar membenahi tampilan gedung. Sejumlah persoalan lama di lingkungan sekolah ikut dibongkar, mulai dari pagar bumi yang ambruk hingga halaman yang kerap...
WhatsApp Image 2026-09-07 at 10.55
Video Guru SD Langkap Bikin Geger, Dindikbud Pekalongan Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Jabatan
KAJEN — Video yang diduga berkaitan dengan oknum pendidik di SD Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, sempat viral dan mengundang perhatian publik. Namun persoalan itu kini tidak hanya berhenti...
WhatsApp Image 2026-09-07 at 11.30
Viral Video Dua Guru di Langkap, Sukirman Buka Suara: Bisa Berujung Dipecat!
KAJEN — Video yang diduga melibatkan dua guru di sebuah sekolah dasar (SD) di wilayah Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terus menjadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan...
Muat Lebih

POPULER

WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
WhatsApp Image 2026-09-03 at 08.21
RSUD Kraton Pekalongan Uji Kesiapan PONEK, Respons Darurat Ibu dan Bayi Ditempa Lewat Drill
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir