Advertise

KABAR RASIKA

Demo Lanjutan Desa Wuled Tirto, Warga: Kades Harus Turun

Demo Lanjutan Desa Wuled Tirto, Warga: Kades Harus Turun

Demo Lanjutan Desa Wuled Tirto, Warga: Kades Harus Turun

DEMO – Ratusan warga desa Wuled Tirto kembali melakukan aksi demo kedua yang menuntut kepala desa untuk mundur dari jabatannya di depan kantor balai desa Wuled (25/09/2024 – dok. Bagus Rasika FM)

KAJEN – Ratusan warga kembali mendatangai Kantor Pemerintah Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan pada Rabu (25/09/2024) siang. Massa pendemo kali ini lebih banyak dari demo sebelumnya. Mereka meneriakkan yel yel dan spanduk yang menuntut Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli untuk mundur dari jabatannya. Orasi yang mereka lakukan juga menggunakan pengeras suara di atas mobil diiringi lagu Bongkar milik grup Swami.

Massa yang datang di kawal pihak Kepolisian dari Polresta Pekalongan. Aksi berjalan tertib walaupun suasana sempat panas karena Kepala Desa Wuled tidak mau menemui massa yang telah datang di area kantor desa Wuled. Bahkan beberapa perwakilan warga wuled beserta camat Tirto, Siswanto berusaha untuk menghubungi dengan mendatangi rumah Kepala Desa Wuled namun gagal membujuk Kepala Desa untuk menemui massa pendemo.

Salah seorang peserta demo dan juga tokoh masyarakat desa Wuled Budi Pranoto mengatakan, bahwa masyarakat desa Wuled sudah tidak bersimpati dengan Kepala Desa yang arogan dan dzolim. Menurutnya kekesalan masyarakat sudah terlalu lama di pendam dan kebijakan kepala desa sudah tidak pro rakyat. Bahkan apabila ada warga yang tidak sejalan dengan kepala desa sering mendapat intimidasi seperti ancaman akan di coret sebagai penerima bantuan.

“Ini aksi yang kedua kali. Kita nanti akan bertahan sampai jam 6 sore. Walaupun kadesnya nggak datang kita akan tetap bertahan disini. Dan kita akan berlanjut nanti hari senin bisa. Bahkan (demo) seminggu dua kali bisa. Sebelum kepala desa itu turun”, jelas Budi.

Budi menambahkan, mereka akan terus melakukan demo sampai tuntutan mereka terpenuhi. Pihaknya juga sudah melakukan pelaporan ke aparat penegak hokum disertai dengan alat bukti.

“Kepala Desa harus mundur. Karena permasalahannya sangat krusial dan banyak sekali. Diantaranya mengadu domba, memecah belah warga”, imbuhnya.

Sementara itu Kapolresta Pekalongan, AKBP Prayudha Widiatmoko mengungkapkan, pihaknya tidak melarang masyarakat untuk mengungkapkan pendapat dimuka umum. Namun semua ada aturan mainnya dengan menjaga ketertiban, tidak melanggar hukum dan menghindari tindakan anarkis.

“Kalau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan itu tidak akan menimbulkan keuntungan apapun. Yang ada hanya kerugian. Kalau njenengan mau menyampaikan pendapat di muka umum, monggo silahkan”, ujarnya.

Pihak kepolisian, tambah Prayudha, hanya mengawal dan mengamankan dan memastikan semua berjalan dengan baik dan lancar. Termasuk dengan tuntutan yang diajukan oleh massa pendemo, ada mekanisme hukum yang harus dilalui karena Indonesia adalah negara hukum.

“Karena kami penyidik harus melakukan penyelidikan dan penyidikan membutuhkan alat bukti. Membutuhkan saksi, membutuhkan keterangan-keterangan yang memang seseorang itu melakukan tindak pidana tertentu. Silahkan datang ke Polresta dengan dilengkapi alat bukti”, pungkasnya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-27 at 12.08
Mahasiswa KPI UIN Gusdur Tak Cuma PPL, Mereka Ikut Garap Podcast BISIK KPU Kabupaten Pekalongan
RSUD PRK
Berobat Gratis Pulang Nenteng Hadiah! RSUD Kraton Pekalongan Unjuk Wajah Baru di Pekan Raya Kajen 2026
PRK
Awas Palak Pedagang! Berani Pungli Di PRK, Plt Bupati Sukirman: Kita Seret Ke Polisi!
WhatsApp Image 2026-08-25 at 12.11
DPRD Kabupaten Pekalongan Tegaskan Komitmen Disiplin, Persatuan dan Kerja Nyata di Hari Jadi ke-404

TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-27 at 12.08
Mahasiswa KPI UIN Gusdur Tak Cuma PPL, Mereka Ikut Garap Podcast BISIK KPU Kabupaten Pekalongan
PEKALONGAN – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di KPU Kabupaten...
GERINDRA
Tegas! Gerindra Pekalongan Lawan Isu Prabowo Tak Sampai 2029
KAJEN – Isu liar mengenai dinamika masa depan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memantik reaksi keras dari daerah. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan, Catur Andriansah, secara...
DUTA CUP
Gaspol! Duta Albasy Cup 2026 Pasti Kick-Off Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Kepastian tancap gasnya turnamen sepak bola bergengsi Duta Albasy Cup 2026 akhirnya terjawab lunas. Nggak pakai mundur, turnamen yang bakal diikuti 32 tim ini dipastikan siap kick-off pada Kamis,...
RSUD PRK
Berobat Gratis Pulang Nenteng Hadiah! RSUD Kraton Pekalongan Unjuk Wajah Baru di Pekan Raya Kajen 2026
KAJEN – Ada yang beda dan bikin warga sumringah di ajang Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. RSUD Kraton Pekalongan membuka stan spesial yang tidak hanya melayani cek kesehatan cuma-cuma, tapi juga bagi-bagi...
PRK
Awas Palak Pedagang! Berani Pungli Di PRK, Plt Bupati Sukirman: Kita Seret Ke Polisi!
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, nggak mau kompromi soal urusan pungutan liar (pungli) alias palak-memalak. Ia melempar warning keras buat siapa saja yang berani memeras pedagang di ajang Pekan...
Muat Lebih

POPULER

Kantor Bupati 1
Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA
DUTA CUP
Gaspol! Duta Albasy Cup 2026 Pasti Kick-Off Kamis, 27 Agustus 2026
IMG-20260124-WA0009
Hujan Deras, Tiga Wilayah di Kedungwuni Terendam Banjir hingga 50 Sentimeter