[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

TK ABA Nyamok Kajen Libatkan Orang Tua Dalam Lomba Menghias Kelas

TK ABA Nyamok Kajen Libatkan Orang Tua Dalam Lomba Menghias Kelas

TK ABA Nyamok Kajen Libatkan Orang Tua Dalam Lomba Menghias Kelas

KAJEN – Dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan sekaligus memperingati Isra Miraj, TK ABA Desa Nyamok Kecamatan Kajen menggelar lomba menghias kelas yang melibatkan wali murid. Lomba menghias kelas merupakan bentuk Kerjasama guru dan wali murid agar para siswa lebih betah dikelas dalam proses belajar mengajar.

Kepala TK ABA Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kholifah menyampaikan maksud tujuan kegiatan untuk kesinambungan dan implementasi kurikulum merdeka dengan melibatkan orang tua wali murid.

“Dalam kurikulum baru sekarang ada pelibatan orang tua dalam proses belajar. Kegiatan ini juga sekaligus untuk meneladani sifat Rasulullah ketika Isra Mi’raj yaitu menjalin kasih sayang diantara satu dengan lain,” terangnya.

Kegaiatan parenting atau yang melibatkan orang tua siswa ini digelar secara rutin setiap tahun terutama menghadapi musim penerimaan peserta didik baru. Selain itu menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara wali murid.

Wali Murid TK ABA Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kutipah mengaku senang sekali karena kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi orang tua. Kemudian untuk mengakrabkan dan saling mengenal orang tua.

“Melalui kegiatan ini bisa sebagai sarana untuk saling mengakrabkan wali murid sehingga lebih kompak,” ungkapnya.

Dalam kurikulum merdeka peran orang tua sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan sekolah terutama kegiatan proyek profil pelajar Pancasila. Dengan lomba menghias kelas diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan Orang tua dalam membantu anaknya untuk mendapatkan suasana ruangan yang nyaman dalam belajar. (GUS)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir

TERKINI

kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
KARANGANYAR — Ini bukan pendaftaran calon kepala desa yang berlangsung biasa-biasa saja. Ratusan warga, relawan, dan pendukung mengawal Rudi Prawiro saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Karanggondang,...
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
KAJEN — Relawan Bolone Mase Indonesia kembali merapatkan barisan. Konsolidasi organisasi digelar di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Kajen, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Namun jangan buru-buru mengaitkannya...
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
PEKALONGAN – Jalan Watusalam yang sempat menjadi sorotan karena kondisinya rusak kini mulai dibenahi. Senin (7/9/2026), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir dan wakil ketua DPRD Sumar Rosul...
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir
PEKALONGAN – Revitalisasi SMPN 1 Buaran bukan sekadar membenahi tampilan gedung. Sejumlah persoalan lama di lingkungan sekolah ikut dibongkar, mulai dari pagar bumi yang ambruk hingga halaman yang kerap...
WhatsApp Image 2026-09-07 at 10.55
Video Guru SD Langkap Bikin Geger, Dindikbud Pekalongan Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Jabatan
KAJEN — Video yang diduga berkaitan dengan oknum pendidik di SD Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, sempat viral dan mengundang perhatian publik. Namun persoalan itu kini tidak hanya berhenti...
Muat Lebih

POPULER

WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir
DURIAN 1
Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri