Advertise

KABAR RASIKA

Kisah Korban Penipuan Rp 2,6 Miliar Jalur Khusus Akpol : “Saya Sudah Curiga, Tapi Terlanjur Percaya”

Kisah Korban Penipuan Rp 2,6 Miliar Jalur Khusus Akpol : “Saya Sudah Curiga, Tapi Terlanjur Percaya”

Kisah Korban Penipuan Rp 2,6 Miliar Jalur Khusus Akpol : “Saya Sudah Curiga, Tapi Terlanjur Percaya”

Korban dugaan penipuan jalur khusus masuk Akpol, Dwi Purwanto, memberikan keterangan kepada wartawan di rumahnya di Kulu Karanganyar, Kamis (23/10/2025). Ia mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Tengah. (Foto: Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Dwi Purwanto menceritakan bagaimana impiannya menjadikan sang anak seorang perwira polisi berujung kehilangan uang Rp 2,65 miliar. Ia diduga tertipu oleh dua oknum anggota Polres Pekalongan yang mengiming-imingi jalur khusus masuk Akademi Kepolisian (Akpol) dengan biaya fantastis.

Dalam wawancara bersama Rasika FM pada Kamis, 23 Oktober 2025 dirumahnya, Dwi membeberkan kronologi rinci bagaimana ia terperangkap dalam bujuk rayu oknum polisi Polres Pekalongan yang mengaku memiliki “akses istimewa” hingga ke lingkaran teratas kepolisian.

Semua bermula pada 9 Desember 2024, ketika oknum F, menghubungi Dwi melalui pesan. Ia menyinggung rencana Dwi mendaftarkan anaknya ke Akpol, lalu menawarkan bantuan lewat “kenalan yang bisa meloloskan.”

“Awalnya saya menolak karena tidak yakin. Saya minta waktu dua minggu untuk berpikir,” ujar Dwi.

Namun pesan-pesan serupa terus datang. Oknum polisi F kemudian kembali menghubungi Dwi, kali ini membawa kabar tentang ‘kuota khusus Kapolri’ yang disebut bisa menjamin kelulusan tanpa hambatan.

Tak lama, oknum F datang langsung ke rumah Dwi di Karanganyar. Di sana, ia memperkenalkan seseorang bernama oknum AUK, yang disebut sebagai orang kepercayaan adik Kapolri.

Dalam pertemuan itu, oknum AUK berbicara panjang lebar soal mekanisme jalur khusus dan nama-nama penting di baliknya. Anak Dwi bahkan diundang dalam pembicaraan dan sempat difoto untuk dikirim kepada seseorang yang disebut akan “menilai kelayakan fisik.”

“Hasilnya katanya anak saya layak secara kasat mata,” tutur Dwi.

Tak lama kemudian muncul nominal biaya sebesar Rp 3,5 miliar, yang disebut sebagai “biaya administrasi kuota khusus.” Menurut pengakuan pelaku, kuota khusus tersebut awalnya akan dipakai oleh “temannya Pak Kapolri,” namun kemudian tidak jadi dan ditawarkan kepada anak Dwi.

Sebagai tanda keseriusan, Dwi diminta menyerahkan Rp 500 juta terlebih dahulu, sedangkan sisanya dibayarkan setelah proses pantukhir pusat (pemantauan akhir) pada 20 Desember 2024 di Semarang.

Selang beberapa hari, tepatnya 7 Januari 2025 pukul 01.00 dini hari, oknum F kembali menghubungi Dwi, menyampaikan pesan dari AUK untuk menyiapkan uang Rp 1,5 miliar.

“Besoknya, 8 Januari, uang itu diambil langsung oleh AUK di rumah saya,” ungkap Dwi.

Tak berhenti di situ, ia juga mentransfer uang Rp 650 juta ke rekening JW, yang disebut sebagai penghubung ke seseorang bernama A, yang diklaim sebagai adik Kapolri.

“Total uang yang saya serahkan Rp2,65 miliar — Rp 500 juta ke A, Rp 1,5 miliar diambil AUK di rumah, dan Rp 650 juta ditransfer ke JW,” ujar Dwi menegaskan.

Ia mengaku sempat dilanda kecurigaan ketika diminta uang dalam jumlah besar secara mendadak. “Sebenarnya sejak mereka minta Rp 1,5 miliar itu saya sudah curiga. Sudah berpikiran nggak baiklah. Cuma mau gimana lagi, sudah terlanjur percaya,” katanya.

Sejak April 2025, Dwi mengaku sudah lima kali menjalani mediasi dengan para terlapor, namun tidak ada penyelesaian berarti. “Mereka hanya janji-janji saja. Saya capek menunggu,” ucapnya.

Akhirnya, pada 9 Agustus 2025, Dwi memutuskan melapor ke Polda Jawa Tengah, bukan ke Polres Pekalongan. Alasannya, salah satu terlapor, A, berdomisili di Semarang, sementara JW diketahui berasal dari Kediri.

“Saya merasa lebih nyaman melapor ke Polda karena kasusnya lintas wilayah. Saya ingin mencari keadilan dan uang saya dikembalikan,” tegas Dwi.

Meski dua oknum anggota Polres Pekalongan disebut terlibat, Dwi mengaku belum berpikir jauh soal langkah hukum terhadap karier mereka.

“Terkait dua oknum polisi itu saya belum berpikir sejauh itu. Saya lihat dulu itikad baik mereka seperti apa,” pungkasnya.

Polda Jawa Tengah juga memastikan tengah mendalami secara menyeluruh kasus dugaan penipuan jalur khusus masuk Akademi Kepolisian (Akpol) yang menjerat warga Pekalongan, Dwi Purwanto, dengan kerugian mencapai Rp 2,65 miliar.

Kasus ini menyeret dua oknum anggota Polres Pekalongan, masing-masing berinisial A dan F, yang diduga berperan dalam memuluskan komunikasi antara korban dan jaringan pelaku yang mengaku memiliki “akses ke kuota adik Kapolri.” (GUS)

Tag :

[nama-tag]

BACA JUGA :

SUNAT 1
Rumah Khitan Ibadurrahman Gelar Seminar Parenting, Sekaligus Undi Hadiah Umrah untuk Alumni Khitan
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
WhatsApp Image 2026-09-03 at 08.21
RSUD Kraton Pekalongan Uji Kesiapan PONEK, Respons Darurat Ibu dan Bayi Ditempa Lewat Drill
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar

TERKINI

SUNAT 1
Rumah Khitan Ibadurrahman Gelar Seminar Parenting, Sekaligus Undi Hadiah Umrah untuk Alumni Khitan
PEKALONGAN — Rumah Khitan Ibadurrahman bersama Klinik Karya Medika Sejahtera menggelar seminar parenting sekaligus pengundian hadiah utama umrah bagi alumni khitan, Ahad (6/9/2026). Kegiatan yang berlangsung...
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
KAJEN – Sebulan menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) di KPU Kabupaten Pekalongan, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H....
WhatsApp Image 2026-09-03 at 08.21
RSUD Kraton Pekalongan Uji Kesiapan PONEK, Respons Darurat Ibu dan Bayi Ditempa Lewat Drill
PEKALONGAN – Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal dan neonatal tidak cukup hanya mengandalkan prosedur tertulis. Kecepatan mengambil keputusan, ketepatan tindakan, komunikasi antarprofesi, hingga...
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar
KARANGANYAR – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh komunitas olahraga Obonato Padel Club Kota Pekalongan. Mereka turun langsung menyalurkan bantuan kepada pasangan lansia yang sedang tertimpa...
WhatsApp Image 2026-09-01 at 13.55
Macan Kumbang dan Macan Tutul Terekam Kamera Tersembunyi di Hutan Mendolo Lebakbarang
​LEBAKBARANG – Keberadaan satwa langka di kawasan Hutan Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, terbukti bukan sekadar mitos. Dua ekor kucing besar, yakni macan kumbang dan macan tutul, terekam...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar
WhatsApp Image 2024-03-26 at 09.56
Toko Klontong Jadi Gudang Ratusan Botol Miras