KEDUNGWUNI – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan masuk lebih jauh ke pasar digital mulai dilakukan melalui Laboratorium Digital Marketing Program Studi S1 Bisnis Digital ITSNU Pekalongan.
Laboratorium tersebut resmi diluncurkan di komplek UMKM Center Kedungwuni, Jumat (2/10/2026). Program ini menjadi kolaborasi ITSNU Pekalongan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk memperkuat pemasaran produk UMKM melalui digital marketing, e-commerce, live streaming, afiliator, content creator, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., mengatakan program tersebut lahir dari kebutuhan pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai kendala dalam pemasaran online.
Menurutnya, ITSNU tidak ingin program tersebut berhenti pada pelatihan. Pendampingan dilakukan langsung bersama pelaku UMKM melalui praktik di lapangan.
“Program ini bukan sekadar live streaming, tetapi juga menggandeng afiliator, content creator, dan teknologi AI untuk mempercepat pemasaran produk UMKM,” katanya.
ITSNU juga menyiapkan peralatan dengan standar yang disesuaikan kebutuhan dunia usaha dan industri. Mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang terkait nantinya dapat ditugaskan hadir setiap hari untuk membantu kebutuhan live streaming pelaku UMKM.
Ali Imron menargetkan keberadaan laboratorium tersebut sekaligus dapat menghidupkan kembali aktivitas UMKM Center yang sebelumnya lebih banyak ramai pada hari tertentu.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, dan afiliator tidak berhenti pada peluncuran laboratorium.
Kabupaten Pekalongan, kata dia, memiliki potensi UMKM yang besar dengan jumlah yang diperkirakan mendekati 100.000. Namun, pemerintah masih perlu memastikan data rinci terkait nama, alamat, serta status aktif masing-masing UMKM.
“Platform digital ini diharapkan memberikan warna dan dorongan bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan,” ujar Yulian.
Pemkab juga tengah mendorong agar UMKM Center kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas UMKM. Kepala Inkubator UMKM yang baru, Argo, telah diberi tugas menggagas langkah untuk menghidupkan fasilitas tersebut.
Yulian menegaskan, fasilitas pemerintah tidak boleh dibiarkan mangkrak dan tidak dimanfaatkan. Pemerintah kini menyiapkan dukungan anggaran sekaligus melakukan penghitungan kebutuhan fasilitas di UMKM Center.
Program laboratorium ITSNU ini untuk sementara akan menjadi pilot project dengan menyasar UMKM yang telah siap. Pendekatan tersebut dilakukan karena pendampingan belum memungkinkan diberikan secara bersamaan kepada seluruh UMKM yang ada.
ITSNU berharap keberhasilan program percontohan tersebut dapat menarik lebih banyak pelaku UMKM dan masyarakat datang ke UMKM Center, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih hidup di kawasan tersebut. (Gus)