WIRADESA – RSUD Kraton Baru di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, memasuki tahap penyempurnaan sebelum digunakan sebagai lokasi pelayanan rumah sakit. Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) serta pekerjaan arsitektur.
Tahapan tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir bersama Komisi C saat meninjau langsung progres pembangunan RSUD Kraton Baru, Rabu (30/9/2026).
Pekerjaan MEP merupakan bagian penting dalam penyempurnaan gedung rumah sakit karena mencakup berbagai sistem yang membuat bangunan dapat berfungsi secara aman dan layak digunakan. Mechanical berkaitan dengan sistem mekanikal, termasuk pengaturan udara dan peralatan mekanis. Electrical mencakup instalasi dan distribusi listrik, sedangkan Plumbing meliputi sistem perpipaan, air bersih, sanitasi hingga pembuangan air.
Karena seluruh sistem tersebut akan menunjang operasional rumah sakit, pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan presisi agar tidak terjadi gangguan maupun kebocoran ketika gedung mulai digunakan.
Abdul Munir mengatakan struktur fisik bangunan RSUD Kraton Baru sudah tersedia dan pekerjaan kini diarahkan pada penyempurnaan MEP serta arsitektur.
“Ya kita kan ini keliling pelaksanaan, saya katakan penyempurnaan gedung. Yaitu MEP dan arsitek. Jadi ini bangunan sudah ada fisiknya, strukturnya sudah jadi, tinggal membangun MEP-nya,” kata Abdul Munir.
Menurutnya, pekerjaan tersebut mencakup instalasi listrik, sistem udara, sanitasi dan air yang harus dikerjakan dengan aman serta presisi.
“Ini masih tahap proses. Tadi saya disampaikan, sudah dijelaskan, mudah-mudahan tahapan-tahapan ini bisa dilalui, dikerjakan dengan secepatnya, dengan aman, presisi, agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran pada baik itu gas, maupun air, maupun sentuhan kabel listrik,” ujarnya.
Abdul Munir juga mengapresiasi koordinasi antara manajemen RSUD Kraton dengan pihak ketiga atau kontraktor dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan.
“Saya mengapresiasi kepada Bu Direktur yang melalui Pak Teguh, kerja sama baik dengan pihak ketiga, kontraktor. Ini kerja sama yang bagus, pengawasan, dan katanya dilaksanakan pengawasan hampir 24 jam bahasanya Bu Dir,” katanya.
Ia menilai pengawasan perlu terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan benar-benar selesai.
Selain MEP, DPRD Kabupaten Pekalongan mendorong pekerjaan arsitektur yang tidak bergantung pada instalasi tersebut untuk segera dikerjakan. Pekerjaan seperti pagar dan penataan lingkungan dinilai dapat memperlihatkan secara langsung perkembangan RSUD Kraton Baru kepada masyarakat.
Abdul Munir mengatakan, tampilan fisik yang terus berkembang penting agar masyarakat dapat melihat bahwa pembangunan rumah sakit tetap berjalan.
“Kami menyarankan, agar arsitektur yang tidak berhubungan, tidak bergantung dengan MEP, yang tidak terkonek, untuk dilaksanakan, untuk segera dibangun. Misalnya pagar bumi, lingkungan,” katanya.
“Ini agar tampak masyarakat bahwa rumah sakit berjalan. Ini kan orang yang ndak ngerti, ngertinya mandek. Karena itu tadi disampaikan agar arsitektur segera dikerjakan,” lanjutnya.
Di sisi lain, proses perpindahan RSUD Kraton dari rumah sakit lama di Kota Pekalongan menuju lokasi baru di Wiradesa mulai dipersiapkan secara bertahap.
Direktur RSUD Kraton Henny Rosita mengatakan, relokasi ditargetkan mulai dilakukan pada Maret 2027. Tahap awal akan memprioritaskan ruangan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan pasien.
“Rencana untuk relokasi insyaallah akan kami laksanakan maksimal di bulan April. Jadi di awal Maret itu kami sudah melaksanakan relokasi tetapi untuk bagian-bagian yang tidak terkait dengan pasien secara langsung,” kata Henny.
Ruang manajemen, kearsipan dan bagian lain yang tidak berhubungan langsung dengan pasien akan menjadi bagian yang dipindahkan lebih dahulu.
Sementara layanan yang berkaitan langsung dengan pasien, seperti rawat inap dan layanan penunjang, dijadwalkan mulai direlokasi pada akhir Maret atau awal April 2027.
“Tapi untuk yang berkaitan dengan pelayanan pasien, misalnya rawat inap, penunjang dan lain sebagainya, itu baru akan kami laksanakan mulai di akhir Maret atau di awal April 2027,” ujarnya.
Henny menargetkan seluruh proses relokasi dapat diselesaikan pada pertengahan April 2027. Dengan demikian, RSUD Kraton Baru diharapkan sudah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat di lokasi baru pada awal Mei 2027.
“Harapannya di pertengahan April 2027 kami sudah selesai melaksanakan relokasi, sehingga di awal Mei kami sudah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Henny.
Dengan target tersebut, penyelesaian RSUD Kraton Baru kini memasuki tahapan penting. Bukan hanya memastikan bangunan dan instalasi siap digunakan, tetapi juga menyiapkan proses perpindahan layanan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama masa relokasi.
Tahapan penyempurnaan gedung, perbaikan bagian yang masih membutuhkan penanganan, hingga pemindahan layanan secara bertahap menjadi rangkaian persiapan sebelum RSUD Kraton Baru ditargetkan mulai memberikan pelayanan di lokasi baru pada awal Mei 2027. (gus)
