KAJEN — Pertemuan tertutup antara Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan dengan sejumlah pimpinan partai politik di sebuah resto di Jalan Teuku Umar, Kajen, Sabtu (26/9/2026), mendapat tanggapan dari Plt Bupati Pekalongan Sukirman.
Sukirman tidak mempersoalkan pertemuan tersebut meski dirinya tidak hadir dalam forum yang sebelumnya disebut para elite politik sebagai ajang silaturahmi.
Menurutnya, komunikasi dengan partai politik pada dasarnya merupakan bagian dari tugas kepala daerah. Namun, jika pertemuan dilakukan oleh partai politik dalam konteks silaturahmi, hal itu dinilainya sebagai sesuatu yang wajar dalam proses demokratisasi.
“Ya, sebenarnya kalau pembinaan partai politik itu memang menjadi ranah tugas dari kepala daerah. Komunikasi dengan partai politik juga menjadi ranah tugas dari kepala daerah,” kata Sukirman usai pelantikan JPT pada Senin (28/09/2026) siang.
“Tetapi kalau sifatnya partai politik silaturahim semacam itu saya kira juga tidak menjadi persoalan, wajar-wajar saja dan biasa dalam proses demokratisasi,” lanjutnya.
Soal Kinerja DPRD hingga Agenda Pembangunan
Sukirman juga mengetahui salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan penertiban atau peningkatan kedisiplinan anggota DPRD.
“Pertama yang saya tahu adalah soal menertibkan anggota DPRD, ini menurut mereka ya. Yang kedua, pasti kemudian membahas agenda-agenda penting tentang pembangunan dan seterusnya,” ujarnya.
Meski demikian, Sukirman memilih melihat pertemuan tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Tapi kita anggap itu sebagai bagian demokratisasi, nggak menjadi problem,” katanya.
Isu Cawabup? Sukirman: Masih Jauh
Ketika ditanya mengenai rumor bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan pengusulan nama calon Wakil Bupati, Sukirman memilih tidak berspekulasi.
“Enggak, itu masih jauh saya kira ya. Ee… kita menghormati hukum dan menghormati konstitusi,” tegasnya.
Ia juga tidak mempermasalahkan dirinya tidak diundang dalam pertemuan tersebut.
“Saya kira nggak menjadi problem, toh apa namanya itu menjadi bagian yang positif saja saya kira partai politik berkumpul,” ujar Sukirman.
Elite Sebut Tak Ada Agenda Khusus
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir juga menegaskan pertemuan tersebut hanya silaturahmi dan tidak membahas calon Wakil Bupati.
“Acaranya silaturahmi kangen-kangenan, sudah lama nggak ketemu,” kata Munir.
Ia bahkan membantah jika DPRD membahas calon Wakil Bupati. “Enggak, enggak, enggak, enggak. DPR kan tidak membahas itu, itu urusan partai koalisi,” ujarnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan Riswadi menyebut pertemuan itu sebagai “silaturahim gaya baru” dan memastikan tidak ada deal politik.
Sementara Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pertemuan tersebut merupakan momentum silaturahmi sekaligus introspeksi setelah kontestasi politik.
Ketiganya pada intinya menjelaskan bahwa Sukirman tidak diundang karena pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai silaturahmi antarpimpinan partai dan DPRD, bukan forum dengan agenda khusus pemerintahan atau kesepakatan politik.
Di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai pertemuan tersebut, Sukirman sendiri memilih melihatnya secara positif. Baginya, sepanjang merupakan bagian dari komunikasi dan proses demokratisasi, pertemuan antarpimpinan partai politik tersebut bukan persoalan. (gus)