Advertise

KABAR RASIKA

Banjir Masih Menggenang, Wakil Ketua DPRD Pastikan Delapan Rumah Pompa Beroperasi Normal

Banjir Masih Menggenang, Wakil Ketua DPRD Pastikan Delapan Rumah Pompa Beroperasi Normal

Banjir Masih Menggenang, Wakil Ketua DPRD Pastikan Delapan Rumah Pompa Beroperasi Normal

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul saat meninjau operasional rumah pompa di Kabupaten Pekalongan pada Minggu (18/1/2026) guna memastikan pompanisasi berjalan optimal di tengah genangan banjir.

KAJEN  — Di tengah banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, melakukan pengecekan langsung ke sejumlah rumah pompa pada Minggu (18/1/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan sistem pompanisasi berjalan optimal agar genangan air dapat segera berkurang.

Dalam perjalanan menuju lokasi, Sumar Rosul menjelaskan bahwa ia memilih turun langsung ke rumah pompa dibanding mendatangi lokasi pengungsian.

“Saya seharian berkunjung secara pribadi ke lapangan. Kalau yang lain ke beberapa tempat pengungsi, saya sengaja memang ke rumah-rumah pompa,” katanya.

Ia menyebut sedikitnya delapan rumah pompa yang menjadi titik pantauannya, yakni Rumah Pompa Silempeng, Mrican, Pecakaran, Sengkarang, Pesanggrahan, Sipacar (Tirto), Mulyorejo, Tegaldowo, dan Jeruksari.

Menurut Sumar, pengecekan difokuskan pada kesiapan operasional, terutama ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta pasokan listrik bagi pompa yang menggunakan energi listrik.

“Saya berkunjung dalam rangka memastikan operasionalisasi rumah pompa berjalan aman dan terjaga. Kami cek stok BBM dan pompa yang berbasis listrik. Alhamdulillah, semua rumah pompa berjalan, tidak ada yang berhenti,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap rumah pompa memiliki dua hingga tiga mesin yang saat ini berfungsi normal. Meski demikian, ia menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan karena intensitas banjir kali ini tergolong tinggi.

Salah satu tantangan utama, menurut Sumar, adalah perbedaan elevasi air laut yang lebih tinggi sekitar 60 sentimeter dibanding permukaan air banjir di daratan, sehingga pompa menjadi satu-satunya cara efektif untuk mengalirkan air keluar.

“Kalau tidak dipompa, air tidak bisa keluar karena air laut lebih tinggi. Kondisi ini masih tertolong karena belum ada air pasang yang ekstrem,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa keberlangsungan pompa sangat bergantung pada dua faktor utama: ketersediaan listrik dan berkurangnya curah hujan.

“Napas kita menghadapi banjir ini ada dua: rumah pompa dan harapan curah hujan segera reda. Mudah-mudahan listrik PLN tetap stabil sehingga pompa tidak berhenti,” katanya.

Meski di permukaan genangan tampak stagnan, Sumar menegaskan bahwa secara teknis air terus dipompa keluar ke laut. Namun, sebagian air berpotensi kembali masuk ke daratan akibat tekanan balik dari permukaan laut yang lebih tinggi.

Terkait penanganan ke depan, DPRD Kabupaten Pekalongan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, TNI, dan Polri.

“Selanjutnya kami akan koordinasikan lagi dengan relawan dan OPD terkait. Semua sudah bekerja maksimal—TNI, Polri, relawan—tapi koordinasi tetap penting agar penanganan banjir berjalan sinergis,” tutupnya. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-14 at 10.59
DKPP Kabupaten Pekalongan Dorong Peremajaan Tebu Lewat Program Bongkaratoon 2026
DPRD 1
DPRD Kabupaten Pekalongan Perkuat Pengawasan, Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
KTP 1
KTP Kepung Komplek Pemda, Mosi Tak Percaya Sekda Digelar Terbuka: "Turunkan Sekda!"
WhatsApp Image 2026-07-07 at 11.16
Sabu 5,45 Gram Diduga Siap Diedarkan, Pria 24 Tahun di Wiradesa Diciduk

TERKINI

NARKOBOY
Polres Pekalongan Bergerak, Olah TKP Kasus Dugaan Penyiksaan yang Viral, Tiga Saksi Sudah Diperiksa
KAJEN – Penanganan kasus dugaan penyiksaan yang dialami M. Ikhdar akhirnya memasuki tahap penyelidikan. Setelah viral di media sosial dan menjadi perhatian publik, Satreskrim Polres Pekalongan bergerak...
KESESI 1
SMAN 1 Kesesi Perkuat Budaya Integritas, Terapkan Absensi Online dan Targetkan Disiplin Siswa
KESESI – SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mulai memperkuat budaya integritas di lingkungan sekolah dengan meluncurkan sejumlah langkah konkret, salah satunya penerapan sistem absensi siswa secara daring...
KORBAN
Pemuda Tirto Ngaku Disiksa Secara Brutal, Nama Dua Oknum Polisi Ikut Disebut
PEKALONGAN – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menghebohkan publik setelah memuat pengakuan seorang pemuda asal Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang mengaku menjadi korban dugaan...
WhatsApp Image 2026-07-18 at 13.37
Diduga Bajak Ponsel Istri Korban untuk Minta Transfer Rp50 Juta, Pemuda Asal Banyumas Ditangkap
KAJEN – Seorang pemuda berinisial AZ (23), warga Kabupaten Banyumas, diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan terhadap seorang warga Kabupaten Pekalongan dengan modus menguasai telepon seluler...
TMMD1
Jalan Desa Wonorejo Jadi Sasaran Utama TMMD Tahap III, Pembangunan 800 Meter Resmi Dimulai
PEKALONGAN – Upaya membuka akses dan memperkuat konektivitas di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, mulai dijalankan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026....
Muat Lebih

POPULER

KESESI 1
SMAN 1 Kesesi Perkuat Budaya Integritas, Terapkan Absensi Online dan Targetkan Disiplin Siswa
WhatsApp Image 2024-08-08 at 11.23
Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopringgo Dapat Hibah Tanah
WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan