KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik minimal lima medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Namun, target tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Suryono, menyebut dana Rp1,5 miliar yang tersedia saat ini sangat minim dibandingkan anggaran pada penyelenggaraan sebelumnya yang hampir mencapai Rp3 miliar.
Target tersebut disampaikan dalam agenda pelepasan kontingen Kabupaten Pekalongan oleh Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/10/2026).
Sukirman mengatakan, kontingen Kabupaten Pekalongan akan bertanding pada 27 cabang olahraga di Porprov XVII Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang dan sekitarnya.
“Kita baru saja meresmikan sekaligus melepas atlet-atlet kita yang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi ke-17 di Semarang dan sekitarnya dengan 27 cabang olahraga dan 124 atlet,” ujar Sukirman.
Ia berharap para atlet mampu menunjukkan semangat dan daya juang tinggi untuk membawa nama baik Kabupaten Pekalongan serta meraih prestasi terbaik.
“Alhamdulillah mereka semangat untuk membawa nama baik Kabupaten Pekalongan meraih prestasi tertinggi. Target-target emasnya sudah ditentukan, tentu saja ini akan jadi capaian kita, insya Allah akan terwujud,” ungkapnya.
Sukirman memastikan kebutuhan keberangkatan kontingen telah dianggarkan dan didistribusikan, termasuk perlengkapan pakaian atlet.
“Kalau untuk keberangkatan sekaligus tim ini sudah komplit bismillah sudah kita anggarkan, sudah terdistribusi termasuk untuk pakaian,” katanya.
Pemkab Siapkan Bonus dan Peluang Kerja bagi Atlet
Selain mendukung kebutuhan pertandingan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berencana memperhatikan masa depan atlet berprestasi, terutama mereka yang telah memasuki usia kerja.
Sukirman mengatakan, pemerintah akan mengupayakan peluang kerja melalui kerja sama dengan perusahaan. Dukungan tersebut juga direncanakan mencakup pelatihan keterampilan dan permodalan usaha.
“Untuk kesejahteraan tentu kita akan berpikir bagaimana kemudian para juara ini… kita carikan peluang-peluang kerja kalau memang dia sudah memasuki masa usia kerja,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali. Besarannya akan dibedakan berdasarkan kategori cabang olahraga beregu dan perorangan.
“Bonus memang kita menyiapkan, tentu antara cabor yang beregu dengan cabor yang perorangan akan berbeda. Besarannya sudah ditentukan kalau tidak salah emas sekitar 50,” paparnya.
Angka tersebut merujuk pada estimasi bonus sebesar Rp50 juta bagi peraih medali emas.
Sukirman menegaskan, hasil Porprov akan menjadi bahan evaluasi untuk membenahi pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan. Pembinaan tetap dilanjutkan meskipun target prestasi belum tercapai.
“Jelas ini adalah titik tolak untuk kemudian membenahi olahraga di Kabupaten Pekalongan… Jadi nanti hasil dari Porprov menjadi bahan evaluasi, menang atau tidak menang, menang ataupun hasilnya belum memuaskan tetap kita akan melakukan pembinaan,” tutupnya.
KONI Bidik Lebih dari Lima Emas
Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Suryono, menyebut kontingen yang diberangkatkan terdiri dari 120 atlet dan 35 ofisial. Target tertulis lima medali emas merupakan batas minimal, dengan harapan perolehan aktual bisa lebih tinggi.
“Kalau kita memberangkatkan 120 atlet dan 35 official, ini targetnya memang kalau tertulis 5. Tapi sebenarnya itu target minimal yang kita patok,” ujar Suryono.
Optimisme tersebut didasarkan pada capaian kontingen pada periode sebelumnya, ketika Kabupaten Pekalongan berhasil meraih 18 medali perak.
“Dulu kita dapat meraih 18 perak, ini moga-moga kalau tahun ini bisa lumayan lancar ya lebih dari 5 lah,” tambahnya.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi andalan untuk mendulang medali emas, di antaranya Hapkido, panjat tebing, dan Xiangqi. Peluang juga terbuka dari cabang arung jeram, dayung, kickboxing, petanque, serta sofbol.
“Ada arung jeram, ada dayung, ada kickboxing… petanque, sofbol ini juga lumayan-lumayan. Mereka sebenarnya banyak potensi,” ungkap Suryono.
Anggaran Turun dari Hampir Rp3 Miliar
Di tengah target peningkatan prestasi, Suryono menyoroti keterbatasan pendanaan yang dinilai menjadi tantangan bagi kontingen Kabupaten Pekalongan.
“Untuk Porprov kali ini kita sebenarnya dengan dana 1,5 miliar ini sangat minim, sangat minim. Dulu kita hampir 3 miliaran,” jelasnya.
Ia berharap pembinaan olahraga ke depan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Dukungan pihak swasta dan pihak ketiga dinilai perlu diperluas agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami pengin agar memang pembinaan olahraga ini tidak hanya dari pemerintah daerah, ada dari swasta, ada dari pihak ketiga… ke depan yang jelas kami pengin agar ada sinergitas,” pungkasnya.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Pekalongan untuk mengejar target medali sekaligus mengevaluasi pembinaan olahraga. Di tengah potensi sejumlah cabang olahraga, dukungan pendanaan dan sinergi berbagai pihak menjadi tantangan untuk meningkatkan prestasi atlet secara berkelanjutan. (gus)