Minggu, Oktober 11, 2020

Serahterima Jabatan Ditengah Pandemi Covid-19, Kapolres Pekalongan Ingatkan Jajarannya Untuk Patuhi Protokol Kesehatan

RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si pagi tadi memimpin upacara serahterima jabatan...
More

    Terbaru

    Sempat Viral Pasutri Ini Kebanjiran Bantuan dan DIBUATKAN RUMAH

    https://www.youtube.com/watch?v=IcUWrAXZnOU

    Desember, Exit Tol Bojong Pekalongan Bisa Digunakan

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Untuk memastikan kesiapan pintu keluar tol (exit tol) yang ada di Kecamatan Bojong, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan...

    Agar Tidak Menjadi Klaster Baru. Kapolres Pekalongan Minta Peserta Pilkada Patuhi Protokol Kesehatan

    RASIKA PEKALONGAN , KAJEN - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, dihimbau jangan sampai...

    Komisi A DPRD Kota Pekalongan Persoalkan Jam Malam

    KOTA – Komisi A DPRD Kota Pekalongan kembali mempertanyakan proses evaluasi terhadap surat edaran (SE) terkait jam malam di Kota Pekalongan. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran eksekutif, Jumat (17/4/2020). Setelah beberapa kali menyampaikan rekomendasi untuk dilakukan evaluasi, Komisi A menagih hasil rekomendasi tersebut.

    Hasilnya, disampaikan bahwa dalam rapat Forkompimda kemarin bahwa tidak dilakukan perubahan maupun pencabutan atas SE terkait jam malam. Dengan keputusan tersebut, Komisi A menegaskan mendukung penuh penerapan jam malam namun dengan ketentuan penertiban dilakukan menyeluruh tanpa tebang pilih.

    “Ini kan aspirasi masyarakat yang sudah sering ditanyakan kepada kami bagaimana terkait jam malam. Karena ini sudah ada keputusan berarti jelas sehingga kami akan sampaikan apa adanya. Yang terpenting kami sudah upayakan menyampaikan aspirasi ini. Kami dukung penerapan jam malam tapi tolong penertiban jangan tebang pilih,” kata Anggota Komisi A, Mungzilin.

    Dia menyatakan sepakat dengan penertiban yang lebih humanis. Tapi Mungzilin meminta agar penertiban dilakukan lebih ketat kepada masyarakat yang masih melanggar, seperti membuat kerumunan. “Juga untuk pedagang, jangan sampai menimbulkan kerumunan. Taati sesuai protokol kesehatan. Untuk cafe-cafe besar yang masih buka dan menimbulkan kerumunan jangan ragu untuk ditertibkan,” tambahnya.

    Juga untuk patroli maupun penutupan akses, dia berharap dapat dilakukan menyeluruh ke seluruh wilayah Kota Pekalongan atau bahkan sampai ke dalam kampung. Sebab masih banyak masyarakat yang berkerumun atau keluar tanpa kepentingan yang mendesak. “Jangan hanya di satu titik saja diterapkan penertiban ketat. Harus menyeluruh,” katanya.

    Ketua Komisi A, Fauzi Umar Lahji juga menyatakan hal yang sama. Selama ini masyarakat masih dibingungkan dengan ketentuan yang sebenarnya di mana dikatakan bahwa jam malam tidak berubah namun pada praktiknya dinyatakan ada kelonggaran. “Ketika ini sudah diputuskan kami juga sudah punya jawaban yang jelas. Kami setiap hari ditanya bagaimana jam malam, katanya ada kelonggaran. Kalau kami iyakan sama saja kami ajari masyarakat tidak taat ketentuan tersebut,” tuturnya.

    Seharusnya jika ada kelonggaran yang diterapkan, poin-poin kelonggaran yang dimaksud juga dicantumkan dalam SE tersebut. Sehingga dasar hukumnya jelas sehingga masyarakat dalam mentaati ketentuan juga tidak bingung atau takut. “Kami paham maksudnya baik ada kelonggaran. Tapi karena tidak ada dasar hukum jika sewaktu-waktu ada penertiban ini sah-sah saja karena ada dalam SE. Jadi seharusnya kelonggaran yang dimaksud juga dicantumkan sehingga ada landasan regulasinya,” beber Fauzi.

    Asisten I Setda Kota Pekalongan, Susilo sebelumnya menjelaskan bahwa berdasarkan rapat Forkompimda yang digelar malam sebelumnya sudah diputuskan tidak ada perubahan atau pencabutan terhadap surat edaran jam malam. “Kemarin sudah dilakukan rapat untuk evaluasi jam malam. Intinya jam malam tetap dijalankan sesuai surat edaran namun untuk petugas melakukan penertiban secara lebih humanis,” jelasnya.

     

    Latest Posts

    Sempat Viral Pasutri Ini Kebanjiran Bantuan dan DIBUATKAN RUMAH

    https://www.youtube.com/watch?v=IcUWrAXZnOU

    Desember, Exit Tol Bojong Pekalongan Bisa Digunakan

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Untuk memastikan kesiapan pintu keluar tol (exit tol) yang ada di Kecamatan Bojong, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan...

    Agar Tidak Menjadi Klaster Baru. Kapolres Pekalongan Minta Peserta Pilkada Patuhi Protokol Kesehatan

    RASIKA PEKALONGAN , KAJEN - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, dihimbau jangan sampai...

    Info Penting

    Kapolres Pekalongan Ajak Para Kontestan Dan Penyelenggara Pemilu Wujudkan Pilkada Damai Sambil Bagikan Masker

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Untuk terwujudnya situasi kamtibmas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif,...

    Ratusan Juta Uang Nasabah BRI Raib

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Uang sejumlah nasabah BRI yang nilainya hingga lebih ratusan juta rupiah, yang ada di beberapa mesin ATM di...

    Bupati Pekalongan Terima Manggala Karya Kencana dari BKKBN

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN – Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Martin Suanta SE.,M.Si menyerahkankan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Wakil Bupati Pekalongan...

    Polres Pekalongan Gelar Deklarasi Damai Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Pekalongan Tahun 2020

    RASIKA PEKALONGAN,KAJEN – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan pagi tadi menyelenggarakan kegiatan Rakor Lintas sektoral dan Deklarasi Kepatuhan terhadap Protokol kesehatan Operasi Mantap...

    Sebelum Nikah, Personel Polres Pekalongan Beserta Pasangan Calon Pengantin Wakin Ikuti Sidang BP4R

    RASIKA PEKALONGAN, KAJEN - Sebanyak 2 pasang calon pengantin yang akan melaksanakan perkawinan dengan anggota Polri, menjalani sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat...

    Berlangganan

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.